
"Mau apa dia datang?" Gumam Kenzo dengan suara pelan, tapi senyum Melly sudah terlihat mengembangkan di sudut bibirnya.
"Hay....." sapanya dengan begitu manis.
Entah siapa yang sudah menunggu mereka?
Melly berjalan menghampiri laki-laki itu, iya laki-laki itu adalah Kalandra, dia sengaja menunggu kakaknya karena ingin di ajak shopping bareng.
"Melly," panggil Alex yang baru saja turun dari dalam mobilnya.
Melly menoleh lalu tersenyum bahagia, Kenzo dan Kalandra sama-sama saling menatap satu sama lain. Tatapan Kenzo terlihat kesal, Melly sudah berjalan menghampiri Alex dan Kalandra berjalan menghampiri Kenzo.
"Lihat, sepertinya Kak Melly sangat cocok dengan laki-laki tampan itu!" Ledek Kalandra, membuat Kenzo menatapnya dengan garang.
"Diam kamu, mau apa kamu kesini?" Kenzo melihat Kalandra dengan tatapan tidak suka.
Dasar kakak beradik ini emang hobby sekali berdebat, kadang sampai-sampai membuat mama mereka pusing.
"Tadinya, aku mau ikut shopping bersama kalian tapi aku tidak yakin," kata Kalandra sambil melihat Melly dan laki-laki yang bersamanya sedang berbincang dengan begitu bahagia.
"Mereka terlihat bahagia, mungkin mereka saling menyukai." Cetus Kalandra, membuat Kenzo langsung mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.
"Kamu diam!" Omel Kenzo, Kalandra hanya tersenyum sambil melipat kedua tangannya ke dada.
Melly dan Alex terlihat begitu senang, membuat Kenzo lagi-lagi hanya bisa menahan rasa cemburunya.
"Ken, kamu harus beranikan diri untuk mengungkapkan perasaan kamu pada Melly, jika tidak maka Melly akan di miliki oleh laki-laki lain," batin Kenzo dalam hatinya.
"Mell, bukannya kamu ada meeting. Aku tadinya mau menunggu kamu," kata Alex sambil tersenyum pada Melly.
"Meetingnya batal, malam ini aku bebas." Jawab Melly, yang ternyata Kenzo sudah berada di sebelahnya dan tangannya sudah menggenggam tangan Melly.
"Kak Kenzo," kata Melly dengan raut wajah terkejut.
"Kata siapa meeting kita batal, bukannya kita malam ini mau pergi meeting berdua?" Kata Kenzo, sambil menatap Alex dengan tatapan tidak suka.
Melly terlihat kesal, entah kenapa Kenzo ini? Apa harus kalau Kenzo tidak waras, dia juga harus mengajak dirinya untuk menjadi tidak waras juga?
"Kalandra ikut!" Cetus Melly kesal.
"Bocah itu biarkan saja dia pulang! Kalandra sana kamu pulang! Nanti kamu di cariin sama mama," jawab Kenzo, tatapannya begitu tajam pada Kalandra.
Kalandra menatap Kenzo dengan kesal, dia langsung menaiki mobilnya lalu pergi begitu saja.
"Melly, ayo berangkat!" Ajak Kenzo, dia menarik tangan Melly dengan pelan.
"Tapi kak, bagaimana dengan Alex?" Tanya Melly, dia berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan Kenzo.
"Dia punya kaki, dia bisa pulang sendiri!" Jawab Kenzo, dia membukakan pintu mobilnya lalu menyuruh Melly masuk ke dalam mobilnya.
Alex merasa kesal, sungguh Kenzo ini sangat menyebalkan sekali.
"Sebenarnya laki-laki itu siapa? Kalau hanya bos tapi kenapa mereka bisa sedekat itu?" Tanya Alex dalam hatinya.
Kenzo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Melly hanya diam saja, entah kali ini dia merasa kesal dengan Kenzo.
"Jangan pacaran dengan laki-laki itu! Dia adalah laki-laki br*ngsek," kata Kenzo tiba-tiba membuat mata Melly membulat sempurna.
"Jaga mulut kakak!" Bentak Melly yang merasa tidak terima dengan tuduhan Kenzo pada Alex.
Kenzo tiba-tiba menghentikan mobilnya, dia menepikan mobilnya di tepi jalan tiba-tiba membuat Melly terkejut.
"Kamu itu kenapa sih kak? Kamu ini beberapa hari sangat aneh," sentak Melly. Yang semakin tidak mengerti dengan sikap Kenzo.
Kenzo menatap Melly dengan tatapan begitu serius, Melly malah membuang mukanya begitu saja membuat Kenzo, terlihat kesal.
"Kenapa? Jauhi laki-laki itu atau kamu akan menyesal," tegas Kenzo sambil menarik dagu Melly dengan kasar.
Kini keduanya saling bertatapan muka dengan tatapan serius.
"Kenapa kak? Alex adalah laki-laki baik, dia teman SMA aku." Melly masih tidak mau tahu.
"Baik di depanmu, di belakang kamu, apa kamu tahu dia laki-laki seperti apa?" Tanya Kenzo panjang lebar.
Melly hanya diam, kali ini dia percaya dengan Kenzo.
"Buktikan padaku!" Pinta Melly dengan tegas.
"Baiklah," jawab Kenzo.
Kenzo kembali melajukan mobilnya, entah dia mau menuju kemana?
BERSAMBUNG 😁
Terimakasih para pembaca setia 😊