Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kalandra vs Aftar


Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Aftar, Kinan dan Kenzo sudah duduk di meja makan sambil menikmati sarapan paginya.


"Kalandra mana ma?" tanya Kenzo yang tidak melihat adiknya bergabung di meja makan.


"Mungkin masih tidur nak, inikan hari minggu," jawab Kinan berbohong pada Kenzo, karena tidak mau jika Kenzo menghajar adiknya jika Kenzo tahu Kalandra membawa seorang gadis ke hotel pribadinya.


Aftar menatap Kinan dengan tatapan kesal, tapi Kinan memberikan sorot mata memohon agar Aftar tidak sampai memberitahu pada Kenzo tentang kelakuan adiknya.


"Lindungi terus anak kesayangan kamu itu ma, manjain terus!" Aftar menggerutu dalam hatinya.


"Coba saja Ken, lihat adikmu di kamar. Dia ada tidak?" Kata Aftar dengan sengaja.


"Tidak usah nak, biarkan Kalandra tidur lebih lama!" Sahut Kinan, yang masih menutupi tentang Kalandra.


Kenzo melihat ke arah mama dan papanya, kali ini dia merasa ada yang di sembunyikan dari kedua orang tuanya.


"Kalandra, tidak di kamar kan ma?" Tebak Kenzo, kini tatapan matanya meminta jawaban pada sang mama.


"Ma, katakan saja pada Ken yang sebenarnya, lagian kan Ken ini kakaknya Kalandra," tutur Aftar membuat Kenzo melihat ke arah papanya dengan tatapan serius.


"Katakan ada apa? Apa terjadi sesuatu pada Kalandra?" tanya Kenzo yang terlihat begitu kawatir.


"Tunggu saja dia pulang nak, semalam dia mengajak seorang gadis menginap di kamar hotel pribadinya," jelas Aftar yang tidak mau menutup-nutupi tentang Kalandra.


Kenzo ternganga tidak percaya, dia tahu sekali adiknya ini seperti apa? Mungkin Kalandra suka gonta-ganti cewek, tapi Kalandra tidak pernah membawa atau meniduri cewek yang dia dekati selama ini.


Karena Kalandra selalu berpikir hanya wanita yang kelak menjadi istrinya yang bisa menikmati tubuh kekarnya yang selama ini dia jaga dengan baik.


Melihat pintu rumahnya sudah terbuka lebar, Kalandra langsung masuk begitu saja dengan begitu santai dan merasa tidak punya dosa sama sekali.


Sesampainya di meja makan, Kalandra tersenyum karena melihat semuanya sudah berkumpul di meja makan.


Aftar menatap Kalandra dengan tatapan tajam, tapi Kinan langsung mengelus tangan suaminya dengan lembut.


"Pa, sabar! Biarkan, Kalandra makan dulu! Kasian dia terlihat begitu kelelahan," tutur Kinan dengan nada lembut.


Kalandra duduk di sebelah Kenzo, Kenzo melihat Kalandra dengan begitu teliti, kali ini dia ingin memastikan apakah benar adiknya ini sudah melakukan hal diluar batas?


"Kak Ken, jangan melihatku seperti itu! Kamu membuat aku takut," kata Kalandra sambil tersenyum.


Kalandra tidak tahu jika pegawai hotelnya sudah memberikan laporan pada Aftar, jadi Kalandra masih bisa senyam-senyum tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Kalandra melihat ke arah papanya, kali ini dia kaget darimana papanya tahu kalau dia membawa masuk seorang gadis ke dalam hotel pribadinya?


"Papa, aku bisa jelaskan! Ini tidak seperti apa yang papa pikiran," jawab Kalandra berusaha membela dirinya sendiri.


"Jelaskan apa? Jelas-jelas anak papa ini membawa seorang gadis ke kamar hotel, apalagi yang mereka lakukan kalau bukan ehem-ehem," tuduh Aftar dengan pikirannya sendiri.


Sungguh Kalandra tidak tahu harus bagaimana? Bisa-bisanya sang papa menganggap dirinya seperti itu, padahal Kalandra sendiri tahu kalau hal seperti itu tidak boleh di lakukan saat Kalandra belum menikah.


Kinan mendekati Kalandra, lalu dia meraih tangan anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Nak, jujur saja! Jika itu memang benar, mama tidak akan marah. Kita bisa cari solusi, kita juga bisa melamar gadis itu ke rumahnya," tutur Kinan dengan nada lembut.


Kalandra makin tidak mengerti dengan kedua orang tuanya, kakaknya juga hanya diam tidak membantunya sama sekali.


"Siap-siap kamu Kalandra di suruh nikah sama mama dan papa," batin Kenzo dalam hatinya.


"Mama, sungguh Kalandra tidak melakukan apa-apa dengan gadis itu," jawab Kalandra.


"Bawa gadis itu ke rumah! Kenalkan pada kita! Kalau perlu kalian menikah saja, papa tidak mau sampai lahirlah anak haram karena ulah kamu," kata Aftar membuat Kalandra sudah tidak bisa berkata-kata lagi.


Kalandra mengangguk pelan, lalu melihat ke arah sang papa.


"Baiklah pa, akan Kalandra bawa gadis itu ke rumah." Jawab Kalandra dengan tenang.


"Harus! Sebagai laki-laki kamu tidak boleh hanya mencicipinya, kamu harus menikahi gadis itu!" Kata Aftar, membuat Kalandra dan Kenzo saling menatap kaget.


"Menikah......?!"Seru Kalandra tidak percaya.


"Papa, papa tidak boleh sembarangan menyuruh Kalandra menikahinya, kita harus mencari tahu kebenarannya juga!" Sahut Kenzo, dia melihat adiknya merasa kasian.


Kenzo tahu Kalandra sedang berusaha mendekati Kimmy agar mendapatkan cinta Kimmy, tapi ini malah sang papa tiba-tiba menyuruh Kalandra menikah.


"Ken, kamu tidak usah ikut campur! Kalandra, besok bawa gadis itu ke rumah!" Tegas Aftar tanpa menerima penolakan.


Kini Kinan hanya diam, Kenzo juga tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Kalandra juga sudah pasrah, mau tidak mau dia harus membawa Kimmy ke hadapan kedua orang tuanya.


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 😊