Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Di Apartemen Kenzo


Hari semakin sore Kenzo dan Melly memilih untuk pergi ke Apartemen mereka, karena di rumah mereka juga merasa bosan.


Kenzo juga mengajak Melly pulang cepat dari kantornya karena Kenzo masih kesal dengan Fery, jadi kerja juga tidak konsen.


Melly yang baru saja selesai mandi, kini dia sudah berganti pakaian dan siap untuk masak di dapur.


"Sayang, kamu mau ngapain?" tanya Kenzo, melihat Melly sedang sibuk di dapur.


"Mau masak mas," jawab Melly dan Kenzo berjalan mendekati Melly.


Dia menaruh belanjaan yang tadi dia beli di supermarket dekat Apartemennya.


"Mas yang masak saja, sekarang kamu duduk, kamu tidak boleh capek-capek," kata Kenzo dengan begitu bawel.


Hanya masak padahal itu bukan hal yang berat, tapi ya lagi-lagi terserah Kenzo dan Melly juga hanya menuruti apa kata sang suami tercinta.


"Kamu bisa masak mas?" tanya Melly ragu-ragu, apalagi dia tidak pernah melihat suami nya itu masak.


"Bisa sayang, mas saja bisa buat anak, masa cuma masak saja tidak bisa," jawab Kenzo, membuat Melly tertawa "Dasar mas ini ada-ada saja, buat anak kan mudah mas tinggal tancap saja," celetuk Melly membuat Kenzo juga ikut tertawa.


"Kalau gagal coba lagi ya," sambung Kenzo yang diiringi dengan tawa.


"Iya mas, sampai berhasil." Jelas Melly, kini mereka tertawa bersama.


Kenzo mulai memotong bawang merah, lalu cabe dan menyiapkan bumbu-bumbu lainnya entah Kenzo mau masak apa? Melly saja tidak tahu.


Melly hanya duduk di kursi yang ada di dapur sambil menikmati jus jeruk yang dia ambil dari dalam kulkas.


"Mas, aku tidak yakin jika kamu yang memasak."


"Sayang, apa yang kamu kawatirkan? Ini hanya masak, mas sudah belajar memasak."


Kenzo menyakinkan Melly tapi Melly menatapnya dengan tatapan ragu-ragu, apalagi suaminya ini tidak pernah menyentuh dapur sebelumnya, karena apa-apa ada Art juga dirumahnya.


"Mas, masih cemburu tidak?" tanya Melly, mengingatkan kejadian meeting tadi.


Seketika Kenzo langsung menatap Melly, tatapan matanya terlihat garang. Melly hanya tersenyum kecil, suka sekali jika melihat sang suami cemburu seperti ini.


"Kenapa? Apa kamu berniat macam-macam di belakang mas?" tajamnya tatapan Kenzo membuat Melly agak takut.


"Haruskah dia menatapku seperti kucing garong?" tanya Melly dalam hatinya.


"Mas mah suka menunduh sembarangan."


"Mana ada aku macam-macam di belakang mas."


"Aku ini wanita baik-baik mas."


Melly tidak terima, dia bahkan malah mengomel menggebu-gebu.


Kenzo fokus dengan masakannya, dasar istrinya ini suka sekali mengomel, membuat Kenzo gemas dan ingin sekali buru-buru membawa Melly masuk ke dalam kamar mereka.


"Mas itu yang mau bermain belakang dengan Monita," tuduh Melly seketika Kenzo berbalik menatap Melly.


"Apa sudah selesai bicaranya?" tanya Kenzo, kesal sekali dengan istrinya yang main menunduh dirinya sembarangan.


Kenzo tidak sadar, dirinya juga sudah menuduh Melly sembarangan, tapi lagi-lagi Kenzo bersikap menyebalkan.


"Sudah."


"Sekarang, kita makan!"


"Karena mas sudah lapar."


"Atau mas akan memakanmu!"


Melly mengangguk, Kenzo langsung membawa makanannya ke atas meja makan, lalu mereka menikmati makanan yang di masak oleh Kenzo dengan begitu nikmat.


"Sayang, makan yang banyak! Aku tidak mau kamu kurus, setelah melahirkan kamu juga haruskah gendut saja." Kenzo terus berbicara membuat Melly pusing.


"Apa sih mas? Dimana-mana habis melahirkan itu pinginnya badannya kembali langsing mas, ini malah menyuruhku gendut," sahut Melly, rasanya gemas sekali pada suaminya, ingin sekali menjewer telinga sang suami tapi tidak Melly lakukan.


"Mas tidak mau banyak laki-laki yang menatapmu begitu lama," kata Kenzo terlihat mimik wajah Kenzo begitu kesal.


Melly hanya mengangguk, dia paham pasti ini nanti ujung-ujungnya ke klien barunya tadi padahal Melly juga hanya diam saja, tapi Ken ini kalau sudah cemburu sukanya ngajakin ribut.


******


Malam menunjukkan pukul 8 malam, Kalandra dan Kimmy baru saja selesai makan malam.


Kinan dan Aftar juga baru saja selesai makan malam, kini mereka sedang menonton televisi berdua.


"Ma, Kakak kemana?" tanya Kalandra pada sang mama yang sedang fokus dengan film kesukaannya.


"Dia tadi bilang, katanya mau menginap di Apartemennya," jawab Kinan masih fokus dengan televisi.


Kalandra mengangguk, dia kembali ke kamarnya, lalu duduk di tepi ranjang tempat duduk.


"Kenapa mas?" tanya Kimmy, yang sedang membaca novel kekuasaannya.


"Kita susul Kak Ken yuk, sayang! Dirumah sepi tidak ada dia," rengek Kalandra dengan begitu menggemaskan.


Kali ini Kalandra seperti anak kecil yang sedang merajuk manja.


"Mas, siapa tahu Kak Ken dan Kak Melly ingin menghabiskan waktu berdua," jawab Kimmy dengan nada lembut.


Kalandra merogoh saku celananya, lalu dia mengambil ponselnya dan langsung telpon sang kakak.


Kenzo yang sudah di atas ranjang dengan posisi menindih tubuh Melly, karena mereka mau berciuman, kini Kenzo langsung terlihat kesal. "Siapa sih menganggu saja?" gumam Kenzo yang tentunya di dengar oleh Melly.


Lagian orang belum ada jam 9 malam, tapi Kenzo sudah main tikam saja.


"Kalandra.....!!" Kenzo mendengus kesal.


"Angkat! Takut ada penting!" suruh Melly, sambil mehanan tawanya.


"Kasian di gangguin sama Kalandra," batin Melly dalam hatinya.


Kenzo membenarkan posisinya menjadi duduk, lalu dia mengangkat telpon dari sang adik tersayangnya itu.


"Hallo Kalll......"


"Kakak, aku sama Kimmy ke Apartemen kakak ya."


"Jangan sekarang! Aku ada urusan penting!"


"Sudah malam, kamu tidur saja!" sambung Kenzo seperti cepat.


"Jika Kalandra datang, maka aku tidak bisa k*w*n dimana saja yang aku mau," batin Kenzo dalam hatinya.


"Iya kakak, sepi banget dirumah."


"Kalan, aku masih ada urusan penting yang tertunda, aku tutup dulu ya telponnya."


Tanpa menunggu jawaban dari Kalandra, Kenzo langsung mematikan saluran telpon miliknya.


Kalandra terlihat kesal, sungguh kakaknya ini menyebalkan sekali.


"Bagaimana?" tanya Kimmy.


"Katanya, Kak Ken ada urusan penting," jawab Kalandra dengan wajah masamnya.


Kimmy hanya mengangguk, iyalah lagian sudah malam, urusan penting kakaknya, Kimmy juga paham pasti di atas ranjang tempat tidur Kalandra saja sebagai adik kadang tidak peka.


"Aku ngantuk mas, aku tidur duluan ya!" kata Kimmy, mulutnya menguap lebar karena sangat mengantuk sekali.


Kimmy membaringkan tubuhnya, dia menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal, Kalandra hanya diam, karena dia belum mengantuk tadinya kalau kakaknya dirumah Kalandra ingin mengajaknya bermain PS.


Kimmy mulai terlelap, Kalandra yang tidak bisa tidur akhirnya bermain game di ponsel miliknya.


Sedangkan di Apartemen Kenzo sedang terjadi peperangan yang begitu hebat di atas ranjang tempat tidur.


Malam ini juga Kenzo mematikan ponselnya, agar tidak ada yang menganggunya lagi.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia