
"Jelaskan, apalagi? Semuanya sudah jelas!" Sentak Kimmy dengan begitu marah.
Dimas bingung harus berbuat apa? Kali ini dia hanya berharap mendapatkan maaf dari Kimmy saja.
"Kimmy, ini hanya....."
"Hanya apa? Jelas-jelas kalian melakukannya, mau buat alasan apalagi kamu?" Saat ini hati dan perasaan Kimmy di selimuti amarah yang begitu besar.
"Dimas, sudahlah ayo pulang! Buat apa sih, kamu memperdulikan gadis ini? Bukannya kamu hanya ingin memanfaatkannya saja," kata Lissa dengan begitu enaknya.
"Lissa, kamu bisa tidak sih diam saja!" Bentak Dimas, membuat Lissa kaget karena ini pertama kali Dimas membentaknya, selama mereka menjalin hubungan Dimas adalah sosok laki-laki yang begitu lemah lembut.
"Dimas, kamu......" Lissa menghentikan kata-katanya. "Hanya karena gadis ini Dimas berani membentakku seperti ini? Sungguh aku tidak percaya," batin Lissa dalam hatinya.
"Kamu apa? Dasar wanita j*l*ng, berani sekali kamu bermain-main dengan kekasihku," kata Kimmy dengan tatapan tajam pada Lissa.
"Kau bilang apa? Aku ini j*l*ng, ingat ya Dimas itu memang pacarku, dia mau dengan kamu hanya karena uang kamu saja." Jawab Lissa yang diiringi tawa penuh kemenangan.
Kimmy mengangguk, lalu dia menatap Dimas dengan tatapan penuh amarah.
"Jadi seperti itu," Kimmy kembali mengangguk pelan.
Dimas berusaha meraih tangan Kimmy, tapi Kimmy dengan cepat menepisnya dengan sangat kasar.
"Jangan pernah menyentuhku! Dasar laki-laki menjijikkan," sentak Kimmy dengan suara menggema, membuat semua orang yang ada di club malam itu menoleh.
Kini banyak mata yang tertatap pada mereka, DJ nya juga langsung mematikan musiknya.
"Kimmy maafkan aku....." Dimas memohon pada Kimmy.
"Maaf kamu bilang, perlu kamu tahu aku bukan gadis bodoh, yang bisa memaafkanmu begitu saja!" Tegas Kimmy, Kalandra hanya diam sambil melipat kedua tangannya. Selama Dimas dan Lissa tidak macam-macam, Kalandra akan tetap diam.
"Tapi Kimmy....aku mencintaimu," kata Dimas dengan raut wajah memelas.
"Cinta yang seperti apa yang kamu punya? Dengarkan semuanya, bagi para gadis jangan pernah mau di dekati oleh laki-laki br*ngs*k ini! Apalagi, buat para gadis-gadis kaya dan cantik, jangan mau! Karena laki-laki ini adalah laki-laki br*ngs*k yang tidak tahu malu, kalian semua paham!" Kata Kimmy dengan suara lantangnya.
"Oh jadi dia laki-laki br*ngs*k."
"Bukankah itu Dimas, dia memang suka sekali dekati gadis-gadis kaya."
"Iya tapi ujung-ujungnya sama Lissa juga."
"Dimas itu laki-laki bodoh, itu gadis yang tadi marah-marah dengan Dimas, itukan anak dari pengusaha terkenal."
"Malah milih j*l*ng Lissa, yang sudah di calap-celup banyak laki-laki."
Semua yang melihat mereka berasumsi masing-masing, bahkan mereka juga tidak kaget dengan semua ini. Karena memang Lissa dan Dimas itu sudah terkenal di club malam itu.
"Kimmy, jangan seperti itu!" Pinta Dimas yang lagi-lagi memasang wajah memelas, Dimas juga sebenarnya merasa sangat malu.
"Lalu aku harus bagaimana? Mulai sekarang dan detik ini, kita putus!!!!!" Kata Kimmy yang lagi-lagi dengan suara lantang.
"Kimmy sayang, aku tidak mau putus!" Dimas lagi-lagi hendak meraih tangan Kimmy, tapi dengan cepat Kalandra menepis tangan Dimas dengan kasar.
Dimas menatap Kalandra dengan tatapan marah, tapi Kalandra malah menatap Dimas dengan tatapan santai.
"Jangan pernah menyentuh Kimmy lagi! Nikmati saja j*l*ngmu itu yang sudah di nikmati banyak laki-laki, karena kalian akan cocok!" Kalandra menertawakan Dimas, kali ini Kalandra sangat bangga karena sudah membongkar kebusukan Dimas di hadapan Kimmy secara langsung.
"Kalan, ayo kita pergi dari sini!" Kimmy langsung meraih tangan Kalandra, mereka bersama-sama berlalu pergi dari hadapan Dimas dan Lissa.
Kini Kimmy dan Kalandra langsung menaiki mobil Kalandra, entah mereka mau kemana? Karena Kimmy hanya duduk sambil menangis jadi Kalandra juga tidak berani bertanya dan membiarkan Kimmy menangis agar hatinya agak tenang.
Dimas dan Lissa sama-sama saling menatap, Dimas berlalu pergi dari hadapan Lissa, tapi Lissa langsung mengikuti langkah kaki Dimas, entah apa yang akan terjadi pada Lissa dan Dimas selanjutnya?
Setelah beberapa lama Kalandra menempuh perjalanan, akhirnya Kalandra menghentikan mobilnya, lalu dia melihat ke arah Kimmy.
"Aku antar kamu pulang ya," kata Kalandra dengan nada lembut.
"Jangan, aku pulang dalam keadaan seperti ini. Pasti mama dan papa akan kawatir," jawab Kimmy membuat Kalandra menatap Kimmy dengan tatapan bingung.
"Lalu kita mau kemana?" Kalandra kembali bertanya dengan hati-hati.
"Ke hotel milik papa saja, aku akan menginap disana! Tapi jangan, kita ke hotel lain saja, aku malam ini mau menginap di hotel saja," kata Kimmy dan Kalandra hanya menurutinya.
Kalandra kembali melajukan mobilnya, akhirnya Kalandra membawa Kimmy ke hotel milik sang papa. Agar Kimmy bisa beristirahat dengan tenang, di kamar hotel pribadi miliknya. Menurut Kalandra ini akan lebih baik, daripada membiarkan Kimmy menginap di hotel lain takutnya terjadi sesuatu.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊