Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Wanita hebat


Sesampainya di kamar, Kenzo langsung menindih tubuh Melly dengan penuh hati-hati.


"Sayang, puasin mas ya.....!!!"


Melly terdiam, inilah suaminya sudah tahu perut istrinya makin besar tapi kalau namanya urusan ranjang Kenzo tidak ketinggalan, ya wajarlah bagi orang yang sudah menikah itu ehem-ehem hal yang di haruskan tapi tidak Setiaputra hari juga ya takut pasangan kita kelelahan.


"Tapi bayar!" canda Melly, membuat Kenzo menatapnya dengan galak.


"Mas bayar pakai cinta," sahut Kenzo membuat Melly menggelengkan kepalanya.


Kenzo membenarkan posisinya menjadi miring sambil menyanggah kepalanya dengan satu tangannya, lalu tangan satunya mengelus-elus perut besar Melly.


"Lalu, mau di bayar dengan apa?" tanya Kenzo, bibirnya dengan nakal mencium pipi mulus Melly dengan lembut.


"Aku mau mas menuruti apa yang aku minta!" Kata Melly, kali ini tatapan mata Melly sulit untuk di tebak.


"Bukankah itu setiap hari mas lakukan? Apa ada yang kurang? Katakan apa permintaan kamu sayangku?" tanya Kenzo, tangannya dari perut sudah berpindah ke pipi gembul Melly.


Melly memiringkan posisinya, kini wajahnya menghadap ke wajah Kenzo. Sambil tersenyum Melly menatap Kenzo dengan tatapan nakal.


"Mas, tapi ini berbeda, aku ingin mas besok pagi-pagi temani aku jalan-jalan ke taman yang berada di dekat komplek!" pinta Melly dengan nada lembut.


Kenzo hanya bisa menghela nafasnya dalam hati, sungguh Kenzo kira mengira istrinya itu minta bayaran apa? Ternyata hanya minta di temani jalan-jalan ke taman.


"Baiklah sayang," jawab Kenzo, bibirnya dengan cepat ******* bibir Melly dengan rakus.


Kini ciuman mereka semakin dalam, bahkan mereka juga memainkan lidah mereka seperti sedang berperang, entah siapa yang akan menang?


Kenzo menghentikan ciumannya," sayang buka mulut kamu lebih lebar!" pinta Kenzo, Melly menuruti apa kata suaminya.


Dengan lembut lidah Kenzo memperdalam ciumannya, membuat keduanya sama-sama merasakan ngos-ngosan, untung saja tidak sampai kehilangan nafas.


Setelah lelah dengan bibir mungil istrinya, Kenzo mulai membuka kancing baju tidur istrinya. "Mas......" d*s*h Melly, karena tangan Kenzo sudah nakal mer*m*s-r*m*s p*t*ngnya.


"Emmhh, sayang sebelum aku melakukan puasa karena kamu mau melahirkan, aku mau jatah lebih tiap malam," pinta Kenzo di sela-sela ke giatannya.


"Mas, kan saat aku melahirkan nanti, mas bisa bekerja keras sendirian nanti untuk sementara," ujar Melly membuat Kenzo gemas, kini Kenzo malah mey*d*t p*t**g Melly dengan begitu nikmat.


Saat ini Kenzo seperti seorang bayi yang sedang kehausan, sungguh Melly juga merasa keenakan, biarpun nanti ujung-ujungnya dua benda kesayangannya itu bengkak tapi Melly tidak masalah karena Melly tahu ketika suami tersayangnya ini puas pasti dia tidak akan mencari kepuasan di luaran sana, bahkan suaminya pasti akan sering minta dan itu tidak masalah untuk Melly.


Kini setelah puas, Kenzo mulai melepaskan pakaiannya dan membuangnya ke sembarang tempat.


Tanpa menunggu lama Ken langsung mengarahkan m*l*knya ke dalam m*l*k Melly.


"Mas mainnya jangan kasar-kasar ya! Kasian bayi kita," pinta Melly sebelum Kenzo memasuk kan m*l*knya ke dalam rumah siputnya.


"Mas akan main dengan baik, kamu nikmatin saja sayang!" Kenzo meyakinkan Melly, kini tanpa memberikan aba-aba terlebih dahulu Ken langsung men*s*kkan m*l*knya yang sudah tegang itu ke dalam rumah siput Melly.


Kini m*l*k Ken masuk dengan sempurna apalagi m*l*k Melly sudah tidak sesempit dulu jadi itu lebih mudah untuk m*l*k Ken masuk ke dalam sana.


Melly mend*s*h manja merasakan g*y*ng*n dari suaminya. "Mas, enak sekali..." lirihnya membuat Kenzo semakin semangat g*y*ngnya.


Hingga beberapa lama mereka melanjutkan pergelutan mereka di atas ranjang, kini Kenzo dan Melly akhirnya sama-sama puas.


Kenzo merebahkan tubuhnya di samping Melly lalu menyelimuti seluruh tubuhnya dan tubuh istrinya dengan selimut tebal.


"Sayang, bagaimana kalau kita punya anak lima?" tawar Kenzo, membuat Melly langsung merenggut.


"Aish Mas Ken ini, lagi-lagi ngomongin punya mau punya anak 5 padahal satu saja belum brojol. Lihat saja nanti kalau anaknya sudah lahir, apakah Mas Ken mau ikut begadang? Atau hanya mau enaknya saja," batin Melly dalam hatinya.


Mengingat banyak laki-laki yang mau enak saja dan kadang mereka enggan ikut mengurusnya, bahkan kalau masalah begadang itu pasti lebih sering istri, bahkan suami kadang bisa tidur nyenyak biarpun anaknya menangis.


Disinilah hebatnya seorang wanita dia bisa menjadi apa saja di dalam rumah tangganya tapi jika seorang laki-laki mungkin tidak bisa menjadi seperti wanita.


Wanita itu bisa melakukan apa saja, anaknya sakit bisa jadi Dokter, bisa menjadi guru saat anaknya belajar dan bisa menjadi apa saja di saat keadaan sedang membutuhkannya.


"Mas, berhentilah meminta punya anak banyak, kita coba dulu satu, nanti setelah itu baru mikir buat nambah lagi!" celoteh Melly, rasanya kesal pada suaminya karena berulang kali meminta punya anak banyak.


Kenzo enak tinggal nyelup saja sedangkan Melly kan harus melalui proses yang begitu panjang dan tentunya penuh perjuangan, makanya Melly tidak buru-buru ingin menambah anak.


"Baik-baiklah," tatapan Kenzo agak kesal tapi Kenzo mengerti dan langsung memeluk istri tercintanya itu supaya tidak berceloteh lagi.


*****


Pagi hari yang cerah, seperti apa kata Kenzo, pagi ini Kenzo menemani Melly jalan-jalan pagi ke taman dekat komplek.


Kenzo dan Melly jalan bergandengan dengan mesra, banyak pasangan lain melihat mereka rasanya ingin seperti Melly dan Kenzo.


"Lihat, pasangan itu pa, mereka begitu romantis dan suaminya juga kelihatannya sayang sekali dengan istrinya itu," salah satu wanita melihat Kenzo dan Melly. Padahal ada suaminya di sebelahnya.


"Terus menurut mama, papa tidak perhatian gitu?" tanya laki-laki itu pada istrinya.


Seketika kedua sejoli itu malah berdebat karena melihat kemesraan Kenzo dan Melly.


Padahal Melly dan Kenzo malah sedang mesra-mesraan duduk di bawa pohon. Mereka juga tidak tahu kalau banyak mata yang menatap kemesraan mereka.


"Bukankah itu Melly, ini adalah kesempatan aku untuk mendekati Melly," kata Dika yang tidak sengaja berada di taman yang sama juga, dia sedang membeli bubur ayam untuk sarapan.


Kebetulan Dika juga sengaja menyewa rumah yang tidak jauh dari rumah Melly dan Kenzo.


Entah apa yang akan terjadi?


BERSAMBUNG


terimakasih para pembaca setia