Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kalandra sok tua


Malam yang begitu terang Kenzo dan Kalandra duduk di kursi taman depan rumah. Kalandra terdiam dia mengingat kejadian hari ini yang membuat dirinya ketakutan.


Tapi akhirnya semuanya selesai dengan bantuan Kenzo, Melly dan Revan.


"Kamu diam saja, apa yang kamu pikirkan?" tanya Kenzo, dia melihat adiknya yang dari tadi hanya bengong sambil menatap langit yang begitu terang malam ini.


"Tidak ada kak, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih pada kakak. Oh iya kak, Sandi carikan dia pengacara hebat kak, kasian anaknya yang sedang sakit parah, aku tahu Sandi orang baik dia melakukan ini hanya karena uang untuk mengobati anaknya," kata Kalandra sambil berbalik menatap sang kakak.


"Aku akan urus semuanya," jawab Kenzo sambil menepuk bahu Kalandra dengan pelan.


Kini mereka sama-sama tersenyum lalu mereka menikmati kopi yang mereka buat sendiri karena istri-istri mereka sedang istirahat, jadi Kalandra dan Kenzo memilih untuk membuat kopi sendiri daripada harus membangunkan istri-istri mereka.


"Kalan, aku dan Melly akan pergi berkunjung ke yayasan yang aku bangun, apa kamu dan Kimmy mau ikut dengan kita?" tanya Kenzo, dia memikirkan hal ini dari beberapa hari yang lalu tapi karena ada masalah datang jadi Kenzo ya harus di tunda.


Tapi setelah semua masalah selesai, Kenzo juga tenang makanya dia berani mengajak adik dan adik iparnya untuk berkunjung ke yayasan yang Kenzo bangun.


"Iya kak ikut, entah kapan terakhir kita kesana ya kak? Setelah kita semakin tua dan sibuk dengan pekerjaan, jarang sekali kita pergi atau membuat acara bersama ya kak," kali ini Kalan berbicara layaknya orang tua padahal usianya saja belum ada 25 tahun.


"Aish semakin tua, kamu itu masih bocah yang ngebet kawin usianmu saja belum ada 25 tahun Kalandra," kata Kenzo sambil geleng-geleng kepala.


"Kakak mending nikah dulu kan daripada kawin dulu baru nikah," elak Kalandra sambil tertawa ngakak.


Kenzo hanya bisa geleng-geleng kepala, adiknya memang seperti ini sudah tidak waras dari dulu jadi Kenzo memaklumi saja.


"Bukannya kamu kawin dulu dengan Kimmy, buktinya kalian pergi ke kamar hotel pribadi milik kamu," goda Kenzo dengan jail.


"Aish otak kakakku ini sangat mes*um, apakah laki-laki dan perempuan kalau berada di dalam kamar hotel berdua, harus kawin kak?" tanya Kalandra dengan tatapan kesal.


"Ada baiknya seperti itu, kan tidak ada yang melihatnya ini." Jawab Kenzo, yang akhirnya mengeluarkan tawanya.


Dasar kakak adik somplak sungguh obralan mereka itu tidak ada yang berfaedah, tapi itulah mereka saat sedang bersama.


"Kakak, ngomongin kawin aku jadi ingin buru-buru masuk ke kamar," kata Kalandra sungguh tidak ada malunya sama sekali.


"Aish, dasar kamu ini, ingat kandungan Kimmy lemah jadi kamu harus tahan takutnya Kimmy kenapa-kenapa," nasehat Kenzo untuk Kalan.


Kalandra yang tadinya begitu semangat dia juga harus menjaga istrinya dengan baik dan akhir-akhir ini juga kalau Kalandra sedang ingin melakukannya dengan Kimmy, Kalandra lebih baik menahannya kalau tidak ya saat Kimmy sudah tidur dia bekerja keras sendiri di dalam kamar mandi sana.


"Iya kak, ya sudah kak ayo tidur! Pasti Kimmy juga belum minum obatnya, tadi habis mandi, makan malam dia langsung tidur kak," kata Kalandra.


"Melly juga tidur dari tadi, katanya capek sekali hari ini," sambung Kenzo.


Akhirnya mereka sama-sama masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


Kalandra melihat Kimmy sudah tidur begitu nyenyak, Kalandra duduk di tepi ranjang lalu tangan kekarnya membelai rambut Kimmy dengan lembut.


"Terimakasih sudah selalu berada ada di sampingku, sayang."


"Biarpun kita menikah seperti di tangkap hansip tapi aku sangat mencintaimu, Kimmy."


"Aku akan menjagamu dan anak kita dengan baik, aku mencintaimu Kimmy sayang."


Kalandra memberikan kecupan mesra di kening Kimmy, lalu dia membaringkan tubuhnya di sebelah Kimmy.


Menatap wajah cantik Kimmy yang sedang tertidur begitu nyenyak, membuat Kalandra begitu tenang dan merasa sangat nyaman, dia lah wanita yang seperti istri dadakan tapi cinta Kalandra begitu besar pada Kimmy.


Melly yang terbangun karena merasa haus, membuat Kenzo yang baru saja mau memejamkan matanya menjadi kaget.


"Mas, aku haus mau minum," jawab Melly sambil mengambil gelas yang berisi air putih yang ada di atas nakas dekat tempat tidurnya.


Kini akhirnya mereka tidak jadi tidur, Kenzo juga membenarkan posisinya menjadi duduk.


"Apa sangat lelah?" tanya Kenzo dan Melly mengangguk pelan.


"Mas pijitin ya," tawar Kenzo tapi Melly geleng-geleng kepala.


Melly menatap Kenzo dengan tatapan begitu dalam, tapi tatapan itu membuat Kenzo takut.


"Jangan menatap mas seperti itu!"


"Katakan padaku, apa yang mas akan lakukan pada wanita j*l*ng itu?"


Kenzo terdiam, dia terlihat sedang berpikir, siapa wanita j*l*ng yang Melly maksud sih?


"Wanita j*l*ng, maksudnya siapa sayang?"


"Sekretaris baru mas itu, apa perlu aku kasih pelajaran lagi buat dia? Aku yakin dia tidak akan menyerah begitu saja. Ingat sekali aku dari dulu dia selalu berusaha mendapatkan perhatian dan cinta dari kamu mas," oceh Melly seperti burung beo yang sedang berkicau.


"Tapi cinta mas hanya buat kamu dari dulu sampai sekarang," jawab Kenzo dengan begitu bangga.


"Tapi mas....."


"Sayang, kamu terlalu bawel. Sini biar mas makan kamu malam ini, biar enak dan tidak bawel lagi."


Bukannya mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh istrinya, Kenzo malah malah mencium bibir Melly dengan rakus, hingga menjadi sebuah ciuman yang panas dan akhirnya mereka memadu kasih malam ini dengan begitu hangat.


Melly yang tadinya bawel seperti burung beo yang sedang berkicau, kini dia malah sedang menikmati permainan suaminya, kicauan itu berubah menjadi d*s*h*n panas yang membuat keduanya merasa sama-sama nikmat.


Malam yang semakin larut, deserin angin yang begitu dingin membuat mereka berdua ingin berlama-lama menikmati kehangatan malam ini yang begitu indah.


*****


Malam yang semakin larut Monita masih terjaga, dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 2 malam tapi Monita masih berusaha mencari cara untuk merebut Kenzo dari hidup Melly.


"Ken, mungkin kemarin aku gagal."


"Tapi aku yakin, setelah itu aku akan berhasil."


"Ken, aku ingin milikku ditusuk oleh milikmu, aku ingin merasakan semua itu."


Monita membayangkan tubuh kekar Kenzo, dia berpikir jika dia merasakan milik Kenzo pasti itu akan sangat menyenangkan.


"Ahh badanku pada sakit ini semua gara-gara obat s*alan itu, aturan Kenzo yang aku garap ini aku malah yang di garap oleh Haris."


"Tapi tidak apa-apalah, lagian permainan Haris juga begitu nikmat."


Monita membaringkan tubuhnya, dia memejamkan matanya sambil mengingat Haris kemarin begitu hebat dalam bermain.


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 🤗