Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Mawar merah untuk istri


Setelah Dika pulang, Kenzo terus menatap meja yang ada di hadapannya. Apalagi melihat buket mawar putih yang Dika bawa tadi untuk Melly lalu ada coklat juga.


"Apa-apaan dia ini?" Kenzo mendengus kesal setelah melihat buket bunga dan coklat yang ada di atas meja.


"Tidak tahu, mungkin Dika yang membawanya, wahh indah sekali buket mawar putihnya, dia tahu kalau aku suka mawar putih," puji Melly.


..."Tapi kenapa Dika tidak bilang ya, ahh mungkin dia lupa," m duduknya untuk membuang semua itu ke tempat sampah....


Melly hanya bisa geleng-geleng kepala, sudahlah daripada masalahnya tambah rumit akhirnya Melly memilih diam.


Setelah membuang semuanya Kenzo langsung mengajak Melly pulang ke rumah sebelum pulang mereka juga berpamitan dengan Caca dan Vino.


"Sayang, awas saja kamu menerima buket bunga dari laki-laki lain," sambil berjalan menuju ke rumahnya Kenzo memberikan peringatan pada Melly.


"Suamiku saja tidak pernah memberikan buket bunga, dia hanya bisa cemburu saja," jawab Melly dengan malas.


Kenzo menghentikan langkah kakinya membuat Melly juga ikut menghentikan kakinya.


"Mas, kenapa berhenti tiba-tiba?" tanya Melly, dengan tatapan kesal pada suaminya.


"Mulai besok, mas akan belikan buket bunga untuk kamu setiap hari," jawab Kenzo matanya masih memperlihatkan rasa cemburu pada Melly.


"Masa, aku tidak percaya mas," cibir Melly sambil menjulurkan lidahnya.


Kenzo merasa kesal tapi lihat saja besok apa yang akan Kenzo lakukan?


Kini mereka langsung masuk ke dalam kamar mereka, Kenzo langsung merebahkan tubuhnya karena rasanya lelah sekali sedangkan Melly sibuk membereskan barang belanjaan tadi.


*****


Di perjalanan menuju ke rumahnya, Dika terlihat tidak bahagia apalagi Melly yang selama ini dia juga suka ternyata sudah menikah dan suami Melly itu adalah bosnya di kantornya.


"Sungguh Dika nasib kamu begitu malang." Gumam Dika, terlihat sedih sorot matanya.


"Selalu saja dia yang menghalangi cintaku pada Melly, dulu waktu sekolah juga dia yang selalu jadi penghalang," kata Dika yang sebenarnya tidak suka dengan Kenzo dari dulu.


Dika mempercepat laju mobilnya, sungguh kali ini dirinya merasa gagal lagi karena lagi-lagi harus menerima rasa kecewa yang begitu dalam untuk kedua kalinya.


"Aku harus berusaha mendapatkan Melly."


"Biarkan saja dia sudah menikah, aku akan berusaha memisahkan mereka."


"Tapi apa yang harus aku lakukan?"


"Aku harus mencari cara agar Melly dan Kenzo itu berpisah!"


Dika begitu yakin untuk memisahkan dua sejoli itu, entahlah apakah Dika akan berhasil membuat mereka berpisah?


*****


Kini Melly baru saja selesai mandi dan Kenzo asik dengan ponselnya.


"Pijitin terus saja mas ponselnya!" sindir Melly, kini dia menatap Kenzo malas.


Kenzo sedang asik bermain game online bersama Kalandra, ternyata Kenzo dan Kalan itu sama saja mereka sama-sama suka bermain game online.


"Sayang, aku hanya bermain game," sahut Kenzo, bukannya mandi malah asik bermain game online.


"Iya mas, aku juga tiba-tiba ingat dengan Dika, dia romantis ya mau bawain buket bunga dan coklat, tidak seperti suamiku lebih suka dengan game online," lagi-lagi Melly menyindir Kenzo.


"Kalan, sudahlah aku tidak mau bermain game online lagi, dengarkan istriku ngamuk," Kenzo berbicara melalui pesan suara.


"Aish kakak.....ini tanggung sekali," teriak Kalandra dengan kesal.


Tapi Kenzo tidak perduli dan langsung keluar dari game online yang sedang dia mainkan dengan adiknya itu.


"Sayang, sekali lagi kamu menyebut nama pemuda itu, akan aku hukum kamu!" ancam Kenzo, lirikan matanya begitu kesal.


"Hukum saja mas! Katakan padaku, bagian mana yang harus aku cium?" tanya Melly, sambil duduk di atas ranjang tempat tidur dekat suaminya.


Kenzo tersenyum licik, lalu tiba-tiba Kenzo membuka celananya membuat mata Melly membulat sempurna.


"Mas apa yang kamu lakukan?" tanya Melly karena melihat suaminya melepaskan celana yang sedang dia pakai.


"Mau memberikan hukuman padamu, kali ini ciumannya bukan wajah tampan aku lagi tapi adik kecilku ini, harus kamu jadikan lollipop buat kamu sayang," tutur Kenzo senyumnya terlihat begitu penuh kemenangan.


"Apa sih mas? Mana ada hukuman seperti itu?" tanya Melly, males banget masih sore seperti ini harus em*t-em*t lollipop yang suaminya maksud itu.


"Salah siapa kamu bandel," kata Kenzo tapi Melly memilih diam dan dia malah tidur sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut yang ada di atas ranjang tempat tidur.


"Dasar Mas Ken otaknya selalu saja mesum," batin Melly dalam hatinya.


Kenzo senyam-senyum dia malah langsung ikut masuk ke dalam selimut istrinya itu, lalu di dalam selimut itu Kenzo mulai nakal membuat Melly meronta-ronta sambil tertawa ngakak karena ulah suaminya itu.


"Mass....."


"Lepaskan ih, geli sekali...."


Melly terus tertawa di dalam selimut sana sungguh ini membuat Melly merasa geli sekali.


Bukannya mandi Kenzo malah melanjutkan pergelutanya di dalam selimut sana.


*****


Detik demi detik berlalu, jam demi jam juga telah berlalu, kini jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi.


Kenzo juga sudah berangkat ke kantor tapi sebelum berangkat ke kantor Kenzo berhenti di toko bunga dan dia juga tidak lupa membeli coklat seperti janjinya kemarin pada istrinya.


Kenzo langsung memesan buket marah merah, lalu menyuruh kurir bunga itu untuk membawa nya ke alamat rumahnya.


Setelah selesai Kenzo kembali melajukan mobilnya menuju ke kantornya, sesampainya di kantor Kenzo melihat Dika dengan tatapan tidak suka.


"Pagi Pak Ken," sapa Dika sambil tersenyum.


"Sebenarnya aku malas tersenyum dengan dia tapi dia adalah atasanku," batin Dika dalam hatinya.


"Pagi juga..." jawab Ken singkat, lalu dia langsung berlalu pergi dari hadapan Dika.


"Malas sekali aku bertemu dengan dia," batin Kenzo dalam hatinya.


Kini Kenzo sudah berada di ruangan kerjanya, lalu dia menyibukkan dirinya dengan kerjaan yang sudah memupuk di atas meja kerjanya.


"Entah, apa yang Dika lakukan ini? Bisa-bisanya semua kerjaan numpuk di atas meja kerjaku," gerutu Kenzo sangat kesal rasanya.


Kenzo merasa kesal tapi dia tetap mengerjakan semuanya itu.


Melly keluar dari dalam rumah, dia melihat ada tukang kurir yang datang membawa buket mawar merah.


"Ada apa pak?" tanya Melly.


"Ini Nyonya ada kiriman buket bunga mawar merah, katanya untuk Nyonya Kenzo," jawab kurir itu.


Melly menerima buket bunga mawar merah itu, lalu dia tersenyum ternyata suaminya sungguh membuktikan omongannya kemarin.


"Ternyata Mas Ken, dasar pencemburu besar," batin Melly dalam hatinya.


"Terimakasih pak," kata Melly sambil menanda tangani kertas yang di berikan oleh kurir itu.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia