
Jam menunjukkan pukul 7 malam, Caca sedang duduk di sofa sambil menonton televisi dan menikmati cemilan yang ada di atas meja.
Vino baru saja selesai mandi, kini dia sudah memakai baju.
Tiba-tiba ponselnya berbunyi, Vino berjalan menuju nakas dekat tempat tidurnya lalu mengecek ponsel miliknya.
Satu pesan dari Aftar.
"Vin, ingat kesepakatan kita! Jika tidak, maka gajian kamu akan aku potong!"
Membaca pesan dari Aftar, Vino terus garuk-garuk kepala. Dia sedang berpikir apakah Caca akan setuju jika malam ini diajak menjaga Kenzo.
Vino memberanikan diri, dia akan membujuk Caca sampai Caca mau.
*****
Aftar dan Kinan saling diam, padahal mereka duduk bersebelahan.
"Sayang, kata Vino dia ingin mengajak Kenzo menginap dirumahnya, katanya dia mau latihan jadi papa yang baik buat calon anaknya nanti," kata Aftar menurutnya itu kata-kata yang pas untuk membuat Kinan percaya.
"Tapikan Ken, masih nyusu mas." Jawab Kinan, dia memikirkan bagaimana jika Ken haus dan minta nyusu, tidak mungkinkan Caca menyusui Kenzo.
"Kamu pompa ASI dulu, buat stok Ken di rumah Vino dan Caca nanti." Saran Aftar, dia sangat berharap Kinan mau.
Kinan terdiam, dia sedang benar-benar berpikir dan meyakinkan dirinya sendiri.
"Tapi kalau Ken rewel, sekretaris Vino harus cepat-cepat menelpon aku!" Kinan menatap Aftar dengan tatapan serius.
"Pasti sayang, biar aku kabari Vino. Nanti Caca dan Vino jemput Ken," kata Aftar dan Kinan memberikan Kenzo pada Aftar. " Jaga Ken dulu mas, aku mau pompa ASI dulu," Kinan berlalu pergi masuk ke kamar.
Aftar senyam-senyum sambil terus menciumi pipi Ken dengan gemas.
"Anak papa, yang anteng ya sama Om Vino dan Tante Caca! Papa mau buat adik dulu buat kamu," Aftar tersenyum manis.
*****
Vino duduk di sebelah Caca, Caca fokus dengan film drama yang dia tonton.
"Sayang....." panggil Vino dengan lembut.
"Kenapa mas?" Tanya Caca, yang terus fokus dengan film drama yang dia tonton.
"Sayang, Bos Aftar ingin menitipkan Ken di rumah kita. Apakah boleh?" Tanya Vino dengan hati-hati.
...Caca mengalihkan pandangannya dari film drama yang dia tonton, kini Caca menatap Vino dengan tatapan yang sulit di artikan....
"Aish, apakah Caca bakal mengoceh seperti burung beo?" Batin Vino dalam hatinya.
"Kamu serius mas?" Tanya Caca yang malah terlihat antusias.
"Serius sayang," jawab Vino dengan tatapan serius.
"Boleh mas, sekarang kamu jemput Kenzo dan aku bersihkan kamar tidur kita dulu," kata Caca dan dia langsung pergi masuk ke dalam kamar.
Sungguh tidak menyangka, ternyata Vino tidak harus membujuk istrinya sama sekali. Lihat Caca malah senang sekali denger Kenzo mau di titipkan di rumahnya.
Vino langsung pergi ke rumah Aftar, akhirnya ide mereka malam ini berjalan sangat lancar tapi tidak tahu nanti bosnya dan istrinya itu lancar atau tidak?
****
Kini Vino sudah sampai di rumah Aftar, dia sudah duduk sambil menunggu Kinan yang masih sibuk di kamarnya.
"Vin, bagaimana?" Tanya Aftar pelan.
"Lancar bos, istriku malah senang sekali dan aku tidak perlu membujuknya." Jawab Vino tertawa pelan.
Kini mereka berdua saling tes penuh kemenangan, Aftar juga sudah tidak sabar ehem-ehem dengan istrinya apalagi sudah lama dia tidak melakukan kegiatan itu.
"Sekretaris Vino, ini semua perlengkapan Kenzo. Oh iya semangat buat belajar jadi papa yang baik ya, jangan seperti Mas Aftar maunya ngadon doang tapi giliran di suruh jagain anak dia malah tidur pulas," kata Kinan sambil melihat ke arah Aftar.
Vino tertawa kecil, dia juga tidak tahu saat dirinya nanti jadi seorang papa akankah dia menjadi papa yang siapa siaga?
Vino membawa Kenzo ke rumahnya, setelah Vino pulang Aftar tersenyum mesum pada istrinya membuat Kinan menatapnya kesal.
"Kamu kenapa mas?" Tatapan Kinan terlihat kesal.
"Tentu saja, mas mau minta jatah." Aftar tersenyum mesum, malam ini dia ingin memanfaatkan waktunya sebagai baik mungkin.
Kinan hanya menghela nafas panjang, dia baru sadar kenapa Kenzo di titipkan pada Vino, pasti ini akal-akalan suaminya dan sekretarisnya itu yang sama-sama koplak..
"Mas, ini pasti ide gila kamu kan?" Tebak Kinan, dengan tatapan tajam.
Aftar tersenyum penuh kemenangan, lalu tanpa aba-aba dia langsung mengangkat tubuh Kinan masuk ke dalam kamar.
Aftar membuka pintu kamarnya, lalu mendorong pintu kamarnya dengan kakinya.
"Sayang, malam ini kita buat adonan!!" Aftar menaruh Kinan di atas kasur, lalu dia membuka bajunya lebih dulu.
Setelah selesai membuka bajunya, Aftar menindih tubuh Kinan dan kini dia memulai aksinya dengan begitu garang.
Ciuman, belain, kecupan demi kecupan Aftar berikan pada Kinan, hingga meninggalkan bekas merah di setiap lekuk tubuh Kinan.
D*s*han dan er*ng*n menjadi kenikmatan tersendiri untuk keduanya.
Malam yang panjang, angin malam yang begitu dingin menjadi saksi pergulatan mereka di dalam selimut sana, pakaian yang berserahkan bebas di lantai, menandakan telah terjadi sesuatu antara Kinan dan Aftar.
Setelah keduanya sama-sama puas, kini mereka sama-sama membersihkan tubuh mereka di dalam kamar mandi.
Mereka kembali melanjutkan tidur mereka, malam ini mereka tidur tanpa Kenzo karena Kenzo sedang di rumah Caca dan Vino.
*****
Caca dan Vino terlihat bahagia dalam mengurus Kenzo, Caca terus memainkan pipi tembem Kenzo yang begitu menggemaskan
Kenzo juga sangat anteng, bahkan dari tadi Kenzo tidak menangis sama sekali.
"Mas, jika anak kita perempuan, kita jodohkan saja dengan Ken!" Kata Caca, membuat Vino tertawa.
Caca melihat Kenzo begitu tampan, dia sangat mirip dengan Aftar.
"Nanti kita saingan sama Arga dan Vira, sayang." Jawab Vino, yang tidak bisa membayangkan jika benar-benar anak-anak mereka bersaing nanti.
Caca tersenyum, bayangannya sudah traveling kemana-mana. Lagian jika dia punya mantu setampan Kenzo, Caca juga tidak akan menolak sama sekali.
"Tapi sayang, jika anak kita laki-laki dan dia bersaing dengan Ken untuk merebutkan Kimmy, bayangkan saja jika itu terjadi." Kata Vino, dan Caca akhirnya tertawa.
"Maka akan terjadi cinta yang rumit mas, tapi kita lihat saja nanti kalau mereka sudah besar, kalau terjadi persaingan pasti akan lucu," Caca geleng-geleng kepala, tidak bisa membayangkan semua itu.
Vino dan Caca sama-sama tertawa, mereka tidak sabar menanti anak mereka lahir dan tumbuh dewasa bersama-sama dengan Kenzo dan Kimmy.
"Pasti jika terjadi cinta segitiga, itu akan membuat mereka saling bertengkar bahkan mereka tidak ada yang mau mengalah," Vino tersenyum dan Caca ikut tersenyum.
Bagai mereka, persaingan cinta anak muda nanti itu adalah hal yang wajar-wajar saja.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😘
Mampir yuk ke karya baru Author, sudah rilis loh kakak-kakak semuanya 🤗