Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Kita sudah pacaran


"Kak Melly, apa sudah terjadi sesuatu di antar kamu dengan kakakku?" Goda Kalandra dengan jail.


Kalandra bisa melihat kalau Melly sepertinya terlihat cemburu, apa itu hanya perasaan Kalandra saja?


"Kita....."


"Kita sudah pacaran, Kalan." Sambung Melly dengan cepat. Rasanya melihat Kimmy dan Kenzo dari tadi begitu akrab, membuat hati Melly meronta-ronta karena cemburu dan takut Kenzo di rebut oleh gadis lain.


Kenzo melihat Melly, kali ini senyumnya begitu manis pada Melly.


"Akhirnya di akui sebagai pacar," kata Kenzo yang membuat Kalandra tertawa jail.


"Oh jadi ceritanya pacar yang tidak di akui," cetus Kalandra dengan nada meledek.


Kali ini wajah Kenzo terlihat merah seperti kepiting rebus, karena merasa malu pada adiknya. Apalagi adik nya sering kali jail pada dirinya ini, membuat Kenzo kadang suka kesal dan marah.


"Yang penting sudah resmi pacaran, daripada kamu masih jagain jodoh orang lain," ledek Kenzo dengan jail.


Kalandra tersenyum pada Kimmy, tapi Kimmy malah membuang muka karena masih kesal pada Kalandra, apalagi Kalandra sudah ikut campur dalam hubungannya, terlebih lagi Kalandra juga sudah menuduh Dimas yang tidak-tidak.


"Ahh kakak ini, bisa saja." Sahut Kalandra malu-malu.


Karena makan siang sudah selesai, Kenzo dan Melly berpamitan untuk kembali ke kantor.


Sedangkan Kimmy dan Kalandra masih duduk berdua, tapi mereka saling diam satu sama lain. Kalandra, juga bingung dia harus seperti apa pada Kimmy?


"Nona jutek, bagaimana kalau nanti malam kita pergi ke club malam?" Tawar Kalandra, dengan harapan Kimmy tidak akan menolaknya.


Dalam hati Kalandra, ini adalah cara satu-satunya untuk menunjukkan betapa br*ngs*knya pacar pujaannya itu, Kalandra ingin Kimmy tahu semuanya.


Kimmy terdiam, jika dia ketahuan pergi ke tempat seperti itu. Maka papa dan mamanya akan murka, entah apa yang akan di lakukan oleh orang tuanya nanti? Pasti, mereka akan menyuruh Kimmy menikah lagi.


"Aku takut di marahin sama mama dan papa," jawab Kimmy kali ini dengan wajah begitu polos, sepolos toples.


Kalandra tertawa, ternyata gadis sebesar Kimmy ini masih takut di marahin oleh mama dan papanya.


"Tidak usah kawatir, aku tidak akan mengajak kamu mabuk, aku hanya ingin menunjukkan sesuatu pada kamu." Kata Kalandra, dia masih berusaha meyakinkan Kimmy.


Kimmy terdiam, akhirnya dia menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan ajakan Kalandra malam ini.


"Baiklah, nanti aku jemput ke rumah....."


"Jangan, nanti malam kita ketemu di cafe saja!" Potong Kimmy dengan cepat, Kimmy tidak mau kalau mama dan papanya marah.


Kalandra mengangguk, akhirnya Kimmy berpamitan untuk pulang dan Kalandra kembali sibuk dengan pekerjaannya.


*******


Malam menunjukkan pukul 7, Melly dan Kenzo pulang bersama-sama seperti biasanya.


"Sayang, kamu tidak pergi makan malam dulu?" Tanya Kenzo dengan penuh perhatian.


"Tidak, aku pingin langsung pulang saja. Rasanya mengantuk sekali," jawab Melly sambil menguap.


Kenzo tahu pasti seharian ini Melly sangat lelah dengan pekerjaannya.


"Kamu istirahatlah, nanti kalau sudah sampai aku akan bangunkan!" Kata Kenzo dan Melly mengangguk, Melly memejamkan matanya.


Kenzo fokus menyetir dan dia memilih untuk tidak menganggu Melly yang sedang tidur.


*****


Kalandra tampak mencari-cari sosok Dimas, Kimmy juga hanya diam sambil menikmati jus jeruk pesanannya.


"Kalan, apa yang mau kamu tunjukkan padaku??" Tanya Kimmy, yang dari tadi sudah lelah hanya duduk, telinganya juga budek karena mendengar suara musik yang begitu keras.


"Sabar, sih br*ngs*k itu belum muncul. Jika dia muncul, aku yakin kamu tidak akan memuja dia lagi!" Jawab Kenzo dengan begitu yakin.


Kimmy terlihat kesal, kenapa Kalandra begitu menyebalkan dan ingin sekali ikut campur masalah percintaannya?


"Kalan, sudahlah aku lebih percaya dengan Dimas daripada kamu. Bilang saja, kamu hanya ingin lama-lama denganku," kata Kimmy dia hendak beranjak dari tempat duduknya.


Tapi tiba-tiba Kalandra memegang tangan Kimmy dengan kuat.


"Lihat di sofa itu, apa yang laki-laki itu sedang lakukan dengan wanita yang bersamanya, lihat!" Kata Kalandra agak membentak pada Kimmy.


Kimmy melihat ke arah sofa, sungguh Kimmy tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Dia melihat Dimas sedang bercumbu mesra di sofa itu, bahkan tangan Dimas menyusup masuk ke dalam rok mini wanita itu, dan bibir sexy nya Dimas sedang sibuk dengan kedua p*t*ng milik wanita itu yang sudah menyembul keluar karena ulah Dimas, iya Dimas sedang menj*l*t p*t*ng wanita itu dengan penuh nikmat, wanita itu juga tidak menolak, kini tangan wanita itu juga asik dengan adik kecil Dimas yang sedang dia r*m*s-r*m*s manja.


Sungguh keduanya tidak tahu malu, melakukan hal seperti itu di tempat umum, tapi namanya ini bar jadi ya bebas mereka mau melakukan apa saja?


"Achh sayang, sudah yuk lanjutkan di kamar saja! Aku sudah tidak tahan, pingin ngeluarin!" Kata Lissa yang diiringi dengan d*s*h*n begitu manja.


"Sebentar lagi sayang, aku masih pingin nyusu!" Jawab Dimas, yang mulai meny*d*t kencang p*t*ng milik Lissa.


Lisa hanya mend*s*h penuh kenikmatan membuat Dimas juga lebih semangat lagi.


"Punya kamu, mau aku em*t*n tidak sayang?" Tanya Lissa yang sangat menikmati ulah Dimas saat ini.


Dimas hanya menjawab dengan d*s*h*n penuh kenikmatan.


Kimmy dan Kalandra yang ternyata sudah berdiri menyaksikan itu semua, sungguh Kimmy tiba-tiba menangis.


"Jadi seperti...." Cetus Kimmy, pipinya sudah di basahi oleh air mata.


Dimas dan Lissa yang sama-sama kaget, mereka buru-buru menghentikan aktivitasnya.


"Aish, padahal nanggung sedang nikmat sekali tapi kenapa gadis ini datang di saat yang tidak tepat," batin Lissa dalam hatinya.


"Kimmy ....." Dimas terkejut.


"Sayang, punya aku sudah mau keluar. Ayo selesaikan sebentar lagi!" Rengek Lissa dengan tidak malu sekali.


Kimmy sungguh tidak habis pikir, ternyata Dimas yang selama ini dia banggakan ternyata seperti ini?


Dimas menatap Lissa dengan tajam, sungguh tidak habis pikir dengan Lissa sedang dalam masalah gawat seperti ini, ini malah ngurusin hasratnya yang sedang memuncak.


"Tega kamu Dimas...." Kata Kimmy.


"Kimmy, aku bisa jelaskan semuanya sayang!" Kata Dimas, sambil menatap Kimmy dengan tatapan memelas berharap Kimmy mau di ajak bicara baik-baik.


"Jelaskan, apalagi? Semuanya sudah jelas!" Sentak Kimmy dengan begitu marah.


Dimas bingung harus berbuat apa? Kali ini dia hanya berharap mendapatkan maaf dari Kimmy saja.


BERSAMBUNG 😘


Terimakasih para pembaca setia 🙏