Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Jajanan pasar


Setelah pulang dari danau mereka pergi ke sebuah tempat makan yang dulu mereka sering datangin, iya tempat itu adalah tempat jajanan pinggir jalan disana semuanya ada selain Kenzo dan Melly, Kalandra juga sering ikut datang ke tempat ini.


Di sana juga ada sebuah taman untuk mereka menikmati makanan.


"Lan, kamu ingat dulu kita sering jajan di pinggir jalan, iya bisa di bilang jajanan pasar," kata Ken sambil mengingat-ingat masa lalu mereka.


"Ingat kak, dulu juga aku pernah mengajak Sintia, waktu itu kita pergi bersama Kak Melly juga," jawab Kalandra asal ceplos saja.


Kalandra tidak sadar kalau Kimmy tiba-tiba manyun, bahkan dia berpikir Sintia itu siapa?


"Oh seperti itu, jadi mas mengajak aku kesana hanya untuk mengingat kembali kenangan mas bersama wanita lain?" celetuk Kimmy, seketika Kenzo mengutuki Kalandra dalam hatinya.


"Dasar asal jeplak kalau bicara, Kalandra tapi terkenal playboy tapi otak kamu itu b*d*h, suka sekali membangunkan macan tidur," batin Ken dalam hatinya.


"Aish tidak seperti itu sayang, itu hanya masa lalu, mulut mas yang salah bicara." Kalandra membela dirinya sendiri, berharap Kimmy tidak marah sampai 7 hari 7 malam.


Melly tersenyum, memang kalau yang berbau wanita lain itu membuat hati meronta-ronta dan tidak rela sekali.


"Kimmy, Sintia adalah teman aku, dia dulu pergi dengan Kalandra tapi yang Sintia suka adalah Mas Kenzo," jelas Melly agar Kimmy tidak salah paham.


"Darimana kak tahu, kalau gadis itu menyukai Kak Ken?" tanya Kimmy penasaran.


"Waktu itu aku dan Mas Ken begitu dekat tapi dekatnya kita hanya sebagai sahabat, iya aku tahu karena Sintia mengatakannya sendiri, dia dekati Kalandra agar bisa mendekati Mas Ken, tapi entahlah Mas Ken itu begitu dingin kepada wanita lain, yang aku tahu Mas Ken bersikap hangat itu hanya padaku atau aku yang dulu terlalu kepedean," jelas Melly terukir senyum penuh kelucuan di masa lalu.


Kenzo terkejut dengan apa yang dikatakan oleh istrinya? Apalagi Kenzo juga tidak pernah tahu kalau Sintia itu dulu menyukai dirinya, karena Melly juga tidak mengatakannya.


"Sungguh, kenapa kamu tidak pernah mengatakannya padaku?" tanya Kenzo, Melly langsung menatap Kenzo kesal.


"Sungguh, mas saja jadi laki-laki terlalu dingin seperti es batu, jadi aku males untuk bilang pada mas." Jelas Melly, lagian Melly juga dulu tidak setuju kalau Kenzo bersama dengan Sintia yang mau dengan laki-laki mana saja.


"Ternyata, aku dulu mengira Sintia menyukai aku tapi ternyata dia mendekatiku hanya agar bisa dekat dengan kakakku, licik juga Sintia itu," kata Kalandra dia geleng-geleng kepala tidak percaya.


Kimmy menatapnya dengan tatapan semakin kesal, sungguh suaminya ini makin menjadi membuat Kimmy semakin dongkol.


"Mas, nanti malam tidur di sofa ya! Atau mau tidur dengan Sintia itu," celetuk Kimmy terlihat matanya begitu kesal.


"Kalandra, mulut kamu itu jangan asal jeplak, lihat ngamuk kan macan cantiknya," ledek Ken yang diiringi tawa.


Kalandra lagi-lagi hanya bisa mengutuki dirinya sendiri, kenapa mulutnya ini begitu lemes dan asal jeplak sekali.


Setelah menempuh perjalanan beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah pasar jajanan pinggir jalan, mereka semua keluar dari dalam mobil Kimmy yang kesal aja dia tetap keluar, apalagi melihat aneka makanan yang menurutnya menggugah selera.


"Jangan manyun!"


"Nanti tidak cantik lagi."


"Biarin, tidak cantik lagi juga masih banyak yang naksir, bahkan mungkin banyak yang menanti jandaku!"


"Aish, tidak akan mas membuat kamu menjadi janda."


Kalandra membujuk Kimmy, dia juga mengandeng tangan Kimmy dengan mesra.


"Ngambek saja Kim, biarin Kalandra tidurnya meluk guling," sahut Melly dengan jail.


Kini Kimmy terlihat tersenyum kecil, kakak iparnya dan istrinya itu memang begitu lucu, mereka cukup menghibur hati Kimmy yang suasana hatinya sedang kesal.


Kini Kimmy dan Melly asik membeli bermacam-macam makanan yang menurut mereka enak, Kenzo dan Kalandra sama-sama geleng-geleng kepala, akankah istri-istri mereka akan bisa menghabiskan makanan yang cukup banyak itu?


Melly membeli telur gulung, kentang goreng pedas, bakso mercon, aneka sosis bakar, dan beberapa minuman yang akan menemani mereka menikmati makanan yang mereka beli.


"Sayang, bisakah kamu menghabiskan semuanya?" tanya Kenzo, dia tidak yakin kalau Melly bisa menghabiskan semua makanan itu.


"Mas, kalau tidak habis kan ada mas, mas nanti habiskan semuanya lah!" sahut Melly, dengan begitu nikmat Melly mulai mencicipi satu persatu makanan yang dia beli.


Kimmy juga melakukan hal yang sama, Kalandra juga begitu asik menikmati makanan bersama istrinya padahal Kimmy sedang kesal tapi kalau masalah makanan, ya pasti Kimmy akan lupa dengan masalah yang ada.


"Sudah lama kita tidak menikmati makanan seperti ini ya kak," kata Kalandra pada Kenzo.


"Kita makan seperti ini, dulu gara-gara Melly yang suka banget makan, bahkan dia makan dimana saja dan suka sekali jajan sembarangan," celoteh Kenzo. Mungkin jika tidak ada Melly, Kalandra dan Kenzo tidak mungkin tahu jajanan pasar seperti ini.


"Apa sih, ini semua makanan enak, buktinya kamu saja doyan," sahut Melly sambil terus menikmati makanannya.


Kenzo melihat Melly makan dengan begitu lahap, membuat Kenzo akhirnya tidak tahan dan dia akhirnya ikut makan juga.


"Itukan ikut makan, enak kan?" ledek Melly dengan jail.


"Enak sayang, lagian kamu buat aku ngiler," sahut Kenzo sambil makan dengan lahap.


Kimmy dan Kalandra tidak perduli, mereka malah makan suap-suapan dengan begitu romantis.


Dasar pasangan aneh tadi berdebat, sekarang tiba-tiba bucin tidak jelas.


Setelah beberapa lama mereka juga sudah kenyang makan, akhirnya mereka pulang ke rumahnya.


Di perjalanan menuju ke rumah, Melly dan Kimmy tertidur begitu nyenyak, apalagi mereka sudah kenyang makan.


"Habis makan tidur," kata Kenzo sambil menyetir mobilnya.


"Kenyang kak jadi ngantuk, aku juga mau tidur lah kak?" jawab Kalandra, dia menguap karena mengantuk juga.


"Kalan, kamu jangan tidur! Awas saja jika kamu tidur, aku turunkan kamu di jalan!" ancam Ken, enak saja Kalandra tidur nyenyak sedangkan dirinya dari tadi menyetir.


Kalandra hanya mendengus kesal, padahal dirinya sangat mengantuk tapi akhirnya Kalan tidak tidur karena takut di turunkan di jalan oleh kakaknya.


Kini setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mereka sampai dirumah.


Kenzo dan Kalandra langsung mengangkat istri-istri mereka dan membawanya ke kamar mereka masing-masing.


Kalandra dan Kenzo juga sama-sama ikut tidur, karena rasanya sangat mengantuk sekali.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia