
Setelah beberapa lama akhirnya Melly dan Kenzo selesai meeting. Kenzo dan Melly mengantarkan kliennya keluar dari dalam ruangan meeting.
Melly menatap klien tampan itu, karena klien tampan itu juga menatap dirinya.
"Maaf Nona Melly, apa sudah lama bekerja bersama dengan Pak Kenzo?" tanya Satria, sambil tersenyum pada Melly.
Kenzo masih berusaha tenang, karena dia menghormati kliennya.
"Saya sudah lama pak," jawab Melly membalas senyuman manis Satria.
"Emmm, nanti malam apa ada waktu? Saya ingin mengajak kamu makan malam berdua," kata Satria, membuat darah Kenzo seketika naik begitu cepat.
Tiba-tiba Kenzo merogoh ponselnya, lalu dia pura-pura membaca pesan di ponselnya.
"Saya......."
"Melly, ayo ikut denganku! Ini ada masalah penting, Pak Satria maaf ya, kita permisi dulu bapak hati-hati di jalan," kata Kenzo dan dia langsung menarik Melly begitu saja.
Satria masih diam, dia melihat Kenzo dan Melly pergi begitu saja.
"Mereka atasan dan bawahan, tapi mereka terlihat begitu dekat," batin Satria dalam hatinya.
Satria berlalu pergi dari kantor Kenzo, dia langsung pergi menuju ke mobilnya untuk kembali ke kantor.
Sesampainya di ruangan Kenzo, Melly melepaskan tangan Melly dengan agak kasar. Melly menatap Kenzo dengan tatapan kesal, sungguh Kenzo ini kenapa? Semakin kesini semakin aneh, membuat Melly juga rasanya ingin marah pada Kenzo.
Melly duduk di sofa dengan kasar, sedangkan Kenzo melepaskan jasnya dengan kasar, lalu dia mengendorkan dasinya juga dengan kasar Melly melihat Kenzo, kali ini tatapan Melly begitu sulit di artikan.
"Kak Ken, kamu itu kenapa? Dari beberapa hari ini. Kamu begitu aneh, kamu juga......"
Kenzo tiba-tiba duduk di sebelah Melly dengan kasar, Melly yang tadinya mau bicara saja tidak jadi melanjutkan kata-katanya karena kaget.
"Kamu tanya aku kenapa?" Kenzo menatap Melly dengan tatapan tajam.
"Iya aku tanya kakak kenapa?" Melly juga menatap Kenzo dengan tatapan tajam.
Manik mata mereka saling bertemu, tatapan Kenzo yang tadinya tajam juga menjadi begitu lembut, membuat Melly sulit mengartikan semuanya?
"Kita dari kecil bersama, bahkan waktu aku sakit dulu dan orang tuaku sedang di luar negeri, papa besar dan Kalandra, hanya kamu yang menemaniku dan merawatku dengan baik, kamu selalu menganggap aku hanya sebagai kakakmu, tapi perhatianmu beberapa tahun lalu, itu membuat benih-benih cinta tumbuh begitu saja di dalam hatiku, selama ini aku tidak pacaran dengan siapapun, aku tidak menerima cinta dari gadis manapun, karena siapa? Karena kamu Melly, karena aku menyukaimu!" kata Kenzo, kini dia berusaha berani mengungkapkan perasaannya pada Melly.
Melly ternganga tidak percaya, Melly mengingat malam itu waktu dia merawat Kenzo yang sedang sakit.
Flashback
Beberapa tahun yang lalu, malam itu jam 12 malam. Kenzo di rumah sendirian, tiba-tiba penyakit lambungnya kambuh, mungkin karena Kenzo sering telat makan.
Malam itu Kenzo merasakan lambungnya begitu sakit, bahkan badannya juga panas dingin, Kenzo yang malam itu hanya sendirian di rumah, dia mengambil ponselnya lalu menelpon Melly.
Melly yang sedang sibuk membaca novel, dia melihat ponselnya ternyata Kenzo yang menelpon dirinya.
"Tumben Kak Ken, menelpon tengah malam seperti ini, apa terjadi sesuatu?" Batin Melly dalam hatinya.
Melly menggeser tombol hijau yang ada di ponselnya, lalu menempelkan ponselnya tepat di telinganya.
"Hallo kak...."
"Melly, ke rumah ya aku sakit.....!!"
Hanya itu yang di katakan oleh Kenzo, Melly buru-buru pergi ke rumah Kenzo. Caca yang melihat Melly pergi buru-buru tengah malam dia melihat putrinya dengan tatapan penuh tanda tanya?
"Ma, aku ke rumah Kak Kenzo. Kak Kenzo sakit, jangan kasih tahu orang tua Kak Ken ya ma, Melly pergi dulu ma." Melly berlalu pergi meninggalkan Caca.
Caca hanya tersenyum, malam itu dalam Caca berharap Melly berjodoh dengan Kenzo. Apalagi Caca tahu, kalau Kenzo adalah anak yang begitu baik dan sangat sopan.
Setelah Melly pergi, Caca kembali ke kamar.
Sesampainya di rumah Kenzo, rumah Kenzo tidak di kunci sama sekali. Kebetulan juga semua Art dan satpam di liburkan oleh Aftar selama mereka berada di luar negeri, karena Aftar tahu Kenzo itu lebih suka sendirian di rumah. Makanya Aftar meliburkan semua Art dan satpam.
Melly langsung masuk ke dalam Kenzo, melihat wajah pucat Kenzo, sambil menahan rasa sakitnya, raut wajah Melly begitu kawatir.
"Kak, apa kamu sudah minum obat?" Tanya Melly dengan begitu kawatir.
"Belum Mell, lambung aku sakit sekali. Aku mau ambil obat, tapi tidak kuat untuk bangun dan jalan," jawab Kenzo dengan suara lemas.
"Dimana obatnya?" Tanya Melly.
"Di laci tempat obat....."
Melly buru-buru mengambil obat untuk Kenzo, sebelum minum obat, Melly juga lebih dulu membuat bubur untuk Kenzo. Setelah selesai, Melly kembali masuk ke dalam kamar Kenzo.
Dengan telaten Melly menyuapi Kenzo, setelah selesai Melly membantu Kenzo meminum obatnya.
"Melly, jangan tinggalkan aku!" Kenzo tiba-tiba memegang tangan Melly.
Melly mengangguk sambil tersenyum. "Iya kak, Melly akan temanin kakak." Tutur Melly dengan begitu lembut.
Malam itu semalaman Kenzo tidur dan dia juga tidak melepaskan tangan Melly, Melly juga sampai tidur sambil duduk demi menemani Kenzo yang sedang sakit.
Pagi harinya Kenzo tersenyum, melihat Melly yang masih tidur pulas sambil memegang tangannya.
"Gadis cempreng ini, ternyata bisa menjadi begitu lemah lembut, bahkan dia sudah merawatku semalaman," batin Kenzo dalam hatinya.
Melly membuka matanya, lalu dia melihat Kenzo dengan tatapan penuh kawatir.
"Kak, istirahat saja dulu! Melly akan merawat kakak sampai sembuh," kata Melly dan Kenzo mengangguk pelan.
Akhirnya selama beberapa hari Melly dengan telaten merawat Kenzo, perhatian, ketulusan, kehangatan, Melly berikan pada Kenzo. Melly juga setiap malam tidur di sofa kamarnya Kenzo karena takut Kenzo butuh sesuatu.
Dari kejadian itu, perasaan Kenzo yang tadinya menganggap Melly sebagai gadis kecil yang sudah seperti adiknya sendiri, tiba-tiba perasaan itu berubah menjadi perasaan yang tidak biasa. Hingga diam-diam Kenzo menaruh perasaan pada Melly, tapi tidak punya keberanian untuk mengungkapkannya.
Of Flashback
Kenzo menatap Melly dengan tatapan penuh tanda tanya? Apa Melly akan menolaknya?
"Melly, kenapa kamu diam saja?" Tanya Kenzo, tapi Melly masih diam dan sibuk mencerna setiap perkataan Kenzo.
"Kak Ken, menyukaiku? Dari sejak lama itu, tapi sekarang dia baru mengatakannya," hati Melly berbicara.
Kenzo menghela nafas berat, dia tahu mengungkapkan perasaannya bukanlah hal yang benar. Mungkin, setelah ini hubungan Melly dan dirinya akan jauh dan menjadi canggung, kedekatan mereka pasti akan berubah.
"Melly, aku mau berkata jujur padamu. Kalau selama beberapa tahun ini aku mencintaimu," kata Kenzo dengan tatapan mata begitu dalam.
Melly menatap Kenzo, kini tatapannya terlihat bingung.
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 😊