
Satu minggu kemudian. Ini adalah hari yang bahagia buat Kinan karena dia sudah menjadi seorang ibu, hampir setiap malam Kinan dan Aftar begadang karena Kenzo rewel. Tapi Aftar lebih banyak tidurnya daripada jagain Kenzo.
Kadang sering pasangan yang baru beberapa hari ini punya anak berdebat, ada saja yang mereka debat kan.
Apalagi hari ini, hari ini adalah hari pernikahan Caca dan Vino. Dari tadi Kinan sudah sibuk mandiin Kenzo, dandanin Kenzo tapi Aftar masih saja berbaring di atas tempat tidur.
"Mas bangunlah! Kita mau ke acara pernikahan Kak Caca dan sekretaris Vino," pinta Kinan agak ngedumel, bagaimana tidak ngedumel dari tadi suaminya itu malah sibuk dengan game di ponsel miliknya.
Aftar malah berbicara sendiri dengan game yang dia mainkan.
"Astaga, Mas Aftar!" Kinan terlihat emosi, akhirnya Kinan berjalan menghampiri suaminya dan dia menjewer telinga sang suami. "Mas, kamu mandilah! Ini malah main game terus," Kinan mengomel tangannya menjewer telinga suaminya.
Aftar memegangi telinganya, sungguh dia masih ingin main game. "Sayang, kan Vino yang mau menikah. Kalau kita datang sedikit agak terlambat tidak apa-apa, lihat sebentar lagi game aku menang." Lawan Aftar, membuat Kinan membulatkan matanya dan tentunya sudah mulai keluar api.
Aftar tersenyum penuh salah, akhirnya buru-buru masuk ke dalam kamar mandi daripada pagi-pagi kena semprot sang istri.
"Ken, lihat mamamu begitu galak pada papa!" Aftar mengadu pada Kenzo, sebelum dia benar-benar menutup pintu kamar mandinya.
"Mas....." Teriak Kinan pelan.
"Iya sayang, mas mandi." Sahut Aftar dan buru-buru menutup pintu kamar mandi.
Setelah suaminya masuk ke dalam kamar mandi, Kinan melihat Kenzo yang terlihat anteng di atas kasur.
"Papamu itu nak, suka sekali membuat mama naik darah," tutur Kinan pada Kenzo. Tangannya membelai pipi Kenzo dengan lembut.
Sambil menunggu suaminya mandi, Kinan yang sudah mandi bersiap-siap lebih dulu.
*****
Di kediaman Arga dan Vira tidak kalah riweh, Vira juga di buat kesal oleh Arga karena bukan nya Arga mandi dia malah duduk nonton film kartun kesukaannya.
Vira yang dari tadi sibuk mendandani Kimmy, raut wajahnya terlihat kesal.
"Mas, kamu mandilah! Itu nonton televisinya nanti lagi! Kita kan mau menghadiri acara pernikahan Vino dan Caca," Vira menggeleng pelan. Sungguh suaminya ini bukannya siap -siap malah asik nonton kartun.
"Bentar lagi sayang, kita terlambat tidak apa-apa yang pentingkan kedua mempelai tidak terlambat," bantah Arga dan kembali fokus dengan film yang dia tonton.
Arga malah tertawa-tawa melihat adegan lucu, Vira semakin kesal di buatnya. Bayangkan saja Vira dan Kimmy sudah rapi dan cantik tapi Arga belum mandi sama sekali.
"Mas, kalau kamu tidak mandi. Aku tinggal kamu, aku mau berangkat sama supir saja!" Ancam Vira dan Arga buru-buru mematikan televisinya, dia langsung pergi menuju ke kamar mandi.
Vira hanya bisa mendengus kesal, sungguh suaminya ini menyebalkan sekali.
******
Setelah melalui drama pagi yang menyebalkan akhirnya Aftar dan Kinan berangkat ke acara pernikahan Vino dan Caca. Sedangkan Sanjaya sudah berangkat dari tadi, karena hari ini Sanjaya akan mendampingi Vino sebagai wakil kedua orang tua Vino sudah tidak ada.
Arga dan Vira juga berangkat ke acara pernikahan Caca dan Vino.
______
Di sebuah hotel mewah milik Sanjaya Group, di situlah acara pernikahan Caca dan Vino akan di gelar.
Vino dan Caca sudah siap, keluarga besar Caca juga hadir.
Kini Caca sudah cantik dengan gaun pengantin warna putih yang dia kenakan hari ini, Vino juga sangat tampan dengan setelan jas warna hitam yang dia kenakan.
Vino datang menghampiri Sanjaya yang sedang duduk sambil mengobrol dengan para tamu.
"Pak Sanjaya, terimakasih ya sudah hadir dan mau menjadi wakil untuk kedua orang tua Vino yang sudah tidak ada." Vino menundukkan kepalanya, matanya menahan tangisnya agar tidak pecah.
"Nak Vino, panggil aku kakek saja! Biar bagaimanapun, aku sudah menganggap kamu seperti cucu sendiri!" Kata Sanjaya, dia memeluk Vino dengan penuh kasih sayang.
"Terimakasih kek, Vino janji bakal balas semua kebaikan kakek selama ini," Vino membalas pelukan Sanjaya.
Rasanya ingin sekali menangis, beruntung sekali Pak Aftar memilik kakek sebaik Sanjaya yang begitu menyayangi siapa saja dengan tulus.
"Sama-sama, kamu harus bahagia! Kakek juga punya hadiah buat kamu," kata Sanjaya sambil tersenyum. Sanjaya memberikan sebuah kunci rumah pada Vino. "Ini adalah rumah yang kakek beli di dekat rumah Kakek, ini buat kamu agar kamu bisa tetanggaan sama Aftar," Sanjaya kembali tersenyum penuh ketulusan.
"Tapi ini sangat....."
"Ambillah nak, kamu adalah sahabat Aftar dan Aftar sudah menganggap kamu sebagai saudaranya sendiri, jadi kakek juga akan menganggap kamu sebagai cucu kakek," potong Sanjaya. Membuat Vino hanya bisa menangis bahagia.
Caca datang menghampiri Vino, lalu Sanjaya melepaskan Vino dari pelukannya.
"Anak cantik, bahagia selalu ya sama Vino!" Kata Sanjaya, memeluk keduanya secara bersamaan.
"Iya kek, terimakasih ya." Jawab Caca dengan nada lembut.
Setelah selesai, Vino dan Caca duduk mereka melihat kesana-kemari tapi orang-orang yang mereka tunggu belum juga datang.
"Kinan mana?" Kata Caca.
"Pak Aftar juga, biasanya dia tepat waktu." Sambung Vino.
"Arga sama Vira juga belum datang, mereka itu begitu kompak." Vino mendengus kesal, dia melihat jam tangannya. "Acaranya 15 menit lagi sayang," kata Vino di anggukin oleh Caca.
"Kimmy, lihat kamu bertemu dengan calon jodohmu nak! Sih Ken, sangat tampan sekali," kata Vira yang kini berjalan di sebelah Kinan.
"Kimmy juga sangat cantik, Ken lihat calon istrimu di masa depan," Kinan dan Vira sama-sama tersenyum.
Mereka tidak sadar dari tadi suami-suami mereka sudah menyalakan api perang di mata mereka.
"Kita jadi besanan kan, Kin?" Tanya Vira membuat Arga dan Aftar saling perang dingin.
"Apa besanan? Aku tidak membayangkan jika Kimmy anakku punya mertua sedingin es batu seperti Aftar," batin Arga dalam hatinya.
"Haruskah? Aku tidak mau besanan dengan mantan kekasih istriku," batin Aftar dalam hatinya.
Mereka tidak berani saling bicara, karena pasti akan terjadi perdebatan akhirnya mereka hanya bisa bicara dalam hati mereka masing-masing.
"Kalau Ken mau, aku pasti setuju untuk besanan dengan kamu Vir." Jawab Kinan, sungguh ini membuat Aftar semakin kesal."
"Ken anakku, kenapa jadi istriku yang menentukan jodohnya?" Batin Aftar dalam hatinya.
Mereka langsung menemui Caca dan Vino, melihat kedua keluarga kecil ini datangnya barengan Vino langsung tersenyum jail, Caca langsung mencium Kenzo dan Kimmy secara bergantian.
"Ternyata, kalian terlihat kompak jika menjadi besan." Goda Vino dengan jail, Aftar dan Arga sama-sama menatap Vino dengan garang.
"Vin, apa kamu mau pernikahan kamu tidak jadi?" Aftar menatap Vino, membuat Vino tersenyum kecil.
"Pak Aftar...."
"Baiklah, kita mulai pernikahan kamu sekarang!" Aftar dan Arga sama-sama membawa Vino ke tempat pelaminan.
Sanjaya dan Herlin sama-sama tersenyum, lalu mereka menghampiri Kinan dan Vira.
"Berikan Ken pada ibu nak!" Pinta Herlin dan Kinan memberikan Kenzo pada ibunya.
"Oh kek, titip Kimmy juga ya." Pinta Kinan, dan Sanjaya mengangguk. "Kemarinlah anak cantik, kalian iringlah Caca sampai ke pelaminan jangan kawatir sama anak-anak kalian, kita yang akan menjaganya." Kata Sanjaya, Herlin dan Sanjaya kembali duduk membawa kedua bayi lucu itu.
Kinan dan Vira sudah berada di sebelah Caca, mereka akan mengiring Caca sampai di tempat pelaminan.
Vino, Aftar dan Arga sudah menunggu mereka di tempat pelaminan.
"Vin, ini buat nanti malam kamu simpanlah," Arga dan Aftar sama-sama memasukkan sesuatu ke kantor celana Vino.
"Tapi ini apa? Kalian jangan jail," Vino menatap Arga dan Aftar secara bergantian.
"Siapa yang jail, nanti malam kamu akan tahu! Sudah diamlah, itu mempelai wanitanya sudah datang," kata Aftar dan Arga hanya tersenyum dingin pada Aftar.
Ketiga laki-laki ini memang menyebalkan, jika mereka bertemu ada saja yang mereka lakukan.
Kini Caca sudah berada di hadapan Vino, Jantung Vino berdetak kencang. Apakah ini nyata? Caca wanita yang akhirnya bisa menggantikan posisi Nayla, akhirnya hari ini Vino akan resmi menjadikan Caca sebagai istri sahnya.
Visual Caca dan Vino.
Ritual demi ritual di lakukan, hingga akhirnya Vino dan Caca sah menjadi suami istri.
"Vin, Ca, selamat ya. Mudah-mudahan cepat-cepat diberikan momongan," kata Kinan dan di anggukin oleh Aftar.
"Terimakasih Kin, terimakasih pak Aftar." Kata Caca, kini mereka saling berjabat tangan dan Kinan memeluk Caca. Aftar juga memberikan pelukan persahabatan pada Vino.
"Vin, pesanku hanya satu mainlah secara lembut nanti malam," bisik Aftar dengan begitu jail membuat Vino terkekeh.
"Aish, otakku sudah ternodai." Batin Vino dalam hatinya.
"Nanti malam, jangan luyoh ya kak!" Bisik Kinan dengan jail, Caca tersenyum kecil. "Kinan, kamu itu ya," balas Caca. Membayangkan akan seperti apa nanti malam?
Setelah Aftar dan Kinan selesai, kini giliran Arga dan Vira.
"Vin, aku tahu kita pernah jadi musuh. Tapi sekarang kita sudah tua jadi maafkan aku, mari kita berteman! Dan selamat untuk pernikahan kamu dan Caca," kata Arga dan Vino memeluk Arga sebagai sahabatnya.
"Iya Ar, terimakasih ya" Jawab Vino dengan begitu bahagia.
Vira tersenyum, lalu memeluk Caca dan Caca membalas pelukan dari Vira.
"Mudah-mudahan bahagia selalu, dan segera punya momongan." Kata Vira di sela-sela pelukannya, membuat Caca tersenyum manis.
"Terimakasih Vira," jawab Caca dengan begitu Bahagia.
Akhirnya acara demi acara selesai, satu persatu tamu yang datang juga mengucapkan selamat pada Caca dan Vino.
Karena malam sudah semakin larut, Kinan, Aftar, Arga, Vira, Herlin dan Sanjaya pulang. Sedangkan pengantin barunya langsung pergi ke suatu tempat untuk bulan madu.
Caca dan Vino hari ini sangat bahagia, apalagi akhirnya mereka sah menjadi suami-istri.
BESAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 🙏