Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Mangga muda tetangga


"Mas aku pingin....."


"Pingin apa katakan saja sayangku"


Kenzo begitu antusias dia sangat yakin, kalau istrinya ini pasti sudah mulai mengidam dan tentunya Kenzo harus siap-siap dengan apa saja yang Melly minta, daripada anaknya ileran karena tidak kesampaian ingin sesuatu.


"Mas lihat kan, mangga tetangga yang depan rumah, Melly pingin makan mangga muda itu tapi mas harus metik sendiri!" Melly tiba-tiba terlihat sedih, membuat Kenzo tidak tega melihat istrinya ini.


"Iya sayang, tapikan ini sudah malam tidak enak jika harus meminta mangga itu, kita tunggu sampai besok pagi ya!" Tutur Kenzo, berharap istrinya mau.


Tapi sayangnya Melly menggelengkan kepalanya, bahkan matanya terlihat berkaca-kaca karena merasa sedih dan tiba-tiba ingin sekali menangis.


"Mas, aku pinginnya sekarang." Jawab Melly, yang lagi-lagi membuat Kenzo tidak tega.


Kenzo mengaruk-garuk kepalanya, sungguh haruskah dia malam-malam pergi ke rumah tetangga? Hanya untuk meminta mangga muda yang baru bertumbuh di depan rumahnya.


"Sayang...."


"Mas, ini yang mau anak kita loh."


"Nanti kalau anak kita ileran bagaimana? Mas mau anak kita nanti ileran?"


Melly memasang wajah memelas, di otaknya terus terbayang-bayang mangga muda itu padahal dari tadi pagi lihat juga Melly tidak pingin, tapi entah kenapa di malam hari tiba-tiba Melly pingin makan mangga muda itu? Tapi tentunya ini semua mau bayi yang ada di perutnya, mungkin juga sih jabang bayi ingin lihat kerja keras papanya jangan hanya enak buatnya saja.


Akhirnya Kenzo mengajak Melly ke rumah tetangganya itu, ya berharap kalau tetangga depan rumahnya itu masih bangun.


Sesampainya di depan gerbang rumah tetangganya itu, Kenzo cukup gemetaran dia tidak yakin untuk menekan bell rumah itu tapi Kenzo memberanikan diri.


"Ting.. tong....Ting....tong...." Kenzo akhirnya menekan bell rumah itu hingga berbunyi.


Pemilik rumah yang kebetulan belum tidur, akhirnya pergi membukakan gerbang rumah miliknya.


Ibu-ibu yang sudah tidak muda lagi mungkin kira-kira umurnya sudah hampir 50 tahun, ibu itu tersenyum pada Melly dan Kenzo.


"Ada apa nak?" tanya Ibu itu.


"Maaf bu, istri saya sedang hamil dia ingin makan mangga muda yang ada di pohon milik ibu, tapi apakah saya boleh memintanya bu?" kata Kenzo dengan nada yang begitu sopan.


Ibu itu tersenyum pada Kenzo dan Melly, karena mengingat masa mudanya dulu waktu dia mulai ngidam juga.


"Partiklah nak!" Jawab ibu itu sambil tersenyum.


Melly tersenyum, Kenzo mengangguk penuh dengan semangat.


"Iya bu, terimakasih banyak ya bu." Kata Kenzo sambil tersenyum begitu bahagia.


Setelah ibu pemilik rumah itu masuk rumah, Melly melihat Kenzo sambil tersenyum lalu memegang tangan Kenzo, lalu Melly mengarah kan tangan Kenzo ke perutnya yang masih rata.


"Lihat nak papa akan memetikkan mangga untuk kita!" Kata Melly, terlihat wajahnya begitu bahagia.


"Tunggu ya nak, papa akan usaha buat kamu!" Kenzo berjalan menuju ke pohon, sedangkan Melly duduk di kursi yang ada di bawah pohon mangga.


Kenzo naik ke pohon itu, dia memetik beberapa mangga lalu menjatuhkan mangga yang Kenzo petik ke bawah.


Dengan senang hati Melly memungguti mangga-mangga yang di jatuhnya oleh Kenzo.


"Mas ini sudah cukup, kamu turunlah!" Kata Melly, sambil menaruh mangga-mangga itu di atas kursi.


Kenzo turun dari pohon, dan mereka langsung membawa mangga-mangga itu pulang, mereka langsung pulang karena pemilik pohon mangga itu sudah beristirahat.


Kini Melly dan Kenzo sudah berada di dapur rumahnya, Kenzo sudah mengupas mangga yang dia petik sedangkan Melly sedang membuat sambal rujak.


Setelah semuanya siap mereka membawa mangga dan sambel itu ke meja makan.


Kenzo tidak yakin melihat mangga muda itu, dia kawatir istrinya akan sakit perut jika makan mangga muda itu.


"Sayang, besok saja ya makan mangga mudanya! Nanti kamu sakit perut," tutur Kenzo tapi Melly geleng-geleng kepala.


"Mas aku sudah pingin banget makan mangga muda itu," kata Melly dan dengan lahap mulai memakan mangga muda itu.


Melly sama sekali tidak merasakan rasa asam bahkan Melly begitu lahap, Kenzo akhirnya ikut mencoba mangga muda itu ternyata rasanya begitu asem, membuat Kenzo tidak mau memakan mangga muda itu lagi.


"Sayang, apa tidak asem?" tanya Kenzo yang melihat Melly makan dengan lahap.


"Tidak mas ini enak," jawab Melly dengan begitu bahagia.


Kenzo hanya tersenyum, beruntung istrinya hanya ngidam mangga muda tetangga bukan hal aneh-aneh yang lainnya.


Setelah selesai makan rujak mangga muda, Melly dan Kenzo kembali ke kamar untuk segera istirahat.


BERSAMBUNG 🤗


Terimakasih para pembaca setia 🙏