Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Melanggar peraturan


"Apakah aku....."


"Aku apa kak?"


Mereka sama-sama tersenyum, terlihat mata mereka berbinar-binar.


"Aku.....aku....."


"Tidak apa-apa, kamu lanjutkan kerjaan kamu, oh iya nanti mau makan siang apa? Biar aku belikan," kata Kenzo yang berusaha tidak gugup di hadapan Melly.


"Entahlah kak, tapi sepertinya nasi ayam pakai sambel ijo enak kak," saran Melly dengan suara pelan.


"Haruskah makan pedas? Nanti perut kamu sakit, oh iya panggilnya jangan kakak lagi dong kan kita sekarang sudah pacaran," kata Kenzo membuat Melly diam-diam tersenyum kecil.


"Dasar Kak Ken, memangnya apa bedanya?" batin Melly dalam hatinya.


"Tidak kak, lalu aku panggil kakak apa?" tanya Melly dengan tatapan penuh tanda tanya?


"Bagaimana kalau Hany, sayang, baby, atau...." Kenzo menghentikan kata-katanya, dia terlihat sedang berpikir panggilan apa yang cocok?


Melly geleng-geleng kepala, ternyata Kenzo bisa seketika menjadi seperti seorang remaja yang sedang jatuh cinta.


"Atau apa kak? Panggil sayang saja, itu juga kalau sedang berdua, bagaimana?" usul Melly sambil tersenyum.


"Memangnya kenapa, kalau di depan banyak orang atau orang tua kita?" protes Kenzo pada Melly.


"Tidak apa-apa, hanya saja untuk saat ini hubungan kita cukup kita yang tahu saja ya kak!" Pinta Melly, membuat Kenzo terlihat kesal.


Di hati Kenzo banyak sekali pertanyaan demi pertanyaan muncul, kenapa hubungannya harus di rahasiakan dari semua orang? Apa Melly punya laki-laki lain atau Melly sedang dekat dengan laki-laki lain?


"Haruskah?" Jawab Kenzo malas dan di anggukin oleh Melly.


Akhirnya Kenzo setuju, biarkan hubungannya berjalan apa adanya? Mengalir seperti air dan berakhir semestinya.


Mereka kembali sibuk dengan pekerjaan mereka, tapi sambil bekerja diam-diam Kenzo curi-curi pandang pada Melly tanpa sepengetahuan Melly.


*****


Di cafe, Kalandra hanya duduk di kursi kerjanya sambil memainkan pulpen yang ada di tangannya.


Kalandra terlihat bingung, dia memikirkan bagaimana cara membongkar kebusukkan laki-laki yang bernama Dimas, yang tidak lain adalah pacarnya Kimmy.


Kalandra sudah tahu semuanya, namun dia hanya butuh waktu yang tepat untuk membongkar semuanya.


"Gadis yang sedang jatuh cinta, dia tidak mungkin percaya denganku begitu saja. Pasti dia akan percaya dengan laki-laki yang dia cintai."


"Jika aku tiba-tiba memberitahu Kimmy tentang Dimas, apa Kimmy akan percaya?"


"Aku takut Kimmy akan marah dan dia menganggap aku ikut campur masalah dia."


"Semenjak kejadian hari itu, Kimmy saja tidak datang ke cafe aku. Pasti dia marah padaku, sebagai orang lain tapi berani ikut campur masalahnya."


Kalandra terus berbicara sendiri, bahkan Kalandra terus memikirkan Kimmy yang beberapa hari ini tidak pernah datang ke cafe dia.


Kalandra kawatir takut Kimmy kenapa-kenapa, Kalandra juga merindukan Kimmy, tapi dia tidak berbuat apa-apa, karena Kalandra hanya orang lain dalam hidup Kimmy.


"Dia tidak datang, apa dia sakit? Atau dia kenapa-kenapa?" Kalandra terlihat kawatir, lalu dia duduk di sebuah kursi berharap Kimmy datang ke cafenya hari ini.


Siang menunjukkan pukul 12, jam makan siang telah tiba. Bahkan Kenzo sudah membeli makan siang yang di inginkan oleh Melly.


"Sayang, makan dulu!" Kata Kenzo, membuat Melly tersenyum senang.


Kini Kenzo dan Melly sama-sama duduk di sofa, mereka makan siang berdua tanpa bicara apapun.


Setelah selesai makan, Melly membereskan semuanya. Setelah selesai Melly kembali duduk di sofa.


"Apa, kamu tidak nyaman berpacaran denganku?" tanya Kenzo pada Melly.


"Hanya butuh waktu, kita yang biasanya pecicilan tapi entahlah hari ini begitu berbeda," jawab Melly yang masih malu-malu.


Kenzo paham, pasti tidak akan mudah saat mereka menjalin hubungan apalagi biasanya mereka sering berdebat, bar-bar, bahkan juga kadang bersikap dingin tidak jelas. Kali ini mereka masih canggung mau bersikap seperti apa?


Tiba-tiba Kenzo menarik tangan Melly, membuat Melly jatuh tepat di pangkuan Kenzo, Jantung Melly berdetak kencang, rasanya begitu gugup dan deg-deggan.


Kini mata mereka saling menatap satu sama lain, membuat Melly semakin panas dingin.


"Sayang, tetaplah jadi dirimu sendiri. Karena, aku suka dengan Melly yang apa adanya dan jangan di buat-buat!" Bisik Kenzo dengan begitu mesra.


Seketika Melly tersenyum dengan hangat, tentunya terpikir ide-ide jail untuk mengerjai Kenzo laki-laki yang saat ini sudah berpacaran dengan dirinya.


"Kamu yakin, kak?" Tanya Melly dengan tatapan jail.


"Panggil aku sayang!" Kenzo merajuk manja, sungguh kali ini Kenzo begitu manja.


"Baik-baiklah, kamu yakin sayang?" Melly mengulang kata-katanya.


"Tentu saja yakin, karena aku mencintaimu apa adanya." Jawab Kenzo dengan yakin.


Melly tiba-tiba membenarkan posisinya, lalu dia berdiri dari pangkuan Kenzo.


"Tidak baik mesra-mesraan di kantor, bukannya kakak melarang pegawai kakak pacaran, lalu kakak sendiri menjalin hubungan dengan seorang gadis di kantor kakak sendiri," kata Melly dia mengingatkan peraturan yang Kenzo pernah buat di kantornya.


Iya waktu Kenzo masih jomblo dan memilih untuk tidak berpacaran, Kenzo memang membuat peraturan seperti itu di kantornya dan sekarang dirinya sendiri yang malah melanggar peraturan yang dia buat.


Hati Kenzo bagi tersentak runcing bambu, kali ini benar-benar menjadi senjata makan tuan.


"Mulai besok, aku akan merubah peraturan yang aku buat!" Jawab Kenzo dengan tegas.


Dalam hati Melly, pasti kabar ini akan membuat semua pegawai senang, karena banyak diam-diam menjalin hubungan tanpa sepengetahuan kantor.


BERSAMBUNG 😘


Terimakasih para pembaca setia


Yang punya Aplikasi h*tbuku boleh ya mampir ke karya Author yang ada di sana 🙏🙏