
"Melly, aku mau berkata jujur padamu. Kalau selama beberapa tahun ini aku mencintaimu," kata Kenzo dengan tatapan mata begitu dalam.
Melly menatap Kenzo, kini tatapannya terlihat bingung.
"Ini terlalu mendadak kak, boleh kasih waktu aku satu minggu untuk berpikir?" Tanya Melly, dia yang biasanya bersuara cempreng kali ini begitu kalem dan terlihat lemah lembut.
Kenzo berpikir sejenak. "Satu minggu terlalu lama," jawab Kenzo dengan yakin.
"Lalu..... bagaimana kalau?"
"Dua hari, aku kasih waktu dua hari untuk kamu memikirkan semuanya!" Tegas Kenzo dengan cepat.
Melly mengangguk pelan. "Baiklah dua hari," jawab Melly masih dengan kebingungan.
Kenzo dan Melly sama-sama melanjutkan pekerjaan mereka, kini Melly terlihat resah hatinya tiba-tiba berdebar-debar.
"Kak Kenzo, menyukaiku selama ini tapi dia tidak bilang." Batin Melly dalam hatinya.
Kenzo tidak bisa fokus dengan pekerjaannya, rasanya ingin cepat-cepat mendengar jawaban dari Melly.
Detik demi detik berlalu, jam demi jam juga terus berlalu. Malam ini Melly memilih pulang naik taksi, sedangkan Kenzo pulang sendirian dengan menaiki mobilnya.
Kenzo terlihat gelisah sambil menyetir mobilnya, akankah menyatakan perasaannya pada Melly itu akan menjadi kesalahan besar?
"Melly, aku berharap kamu tidak menolak cintaku."
"Selama ini, aku menolak banyak gadis hanya untuk kamu."
"Melly, aku mencintaimu."
Sambil menyetir Kenzo terus berbicara sendiri, sungguh dia takut Melly akan menolak cinta dirinya.
*****
Melly yang baru saja sampai di rumah, dia hanya berjalan melalui kedua orang tuanya yang sedang makan malam berdua.
"Mell....." panggil Caca dengan nada lembut.
Melly menghentikan langkah kakinya, lalu dia menoleh ke mamanya yang sedang makan di meja makan.
"Iya ma?"
"Kamu tidak makan dulu?"
"Tidak ma, tadi Melly sudah makan di kantor."
Melly langsung berlalu pergi, sebelum Caca memberikan banyak pertanyaan pada dirinya.
Caca dan Vino saling menatap satu sama lain, mereka melihat kalau anaknya ini tidak seperti biasanya.
"Melly kenapa ya pa?" Caca terlihat kawatir.
"Mungkin sedang lelah kali ma, sudahlah ma jangan terlalu di pikirkan!" Kata Vino, sambil menikmati makanannya.
Kini Caca dan Vino kembali melanjutkan makan mereka.
Melly merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, malam ini hatinya begitu bingung, apa dia juga mencintai Kenzo?
"Kak, haruskah aku mencoba menjalin hubungan lebih denganmu?"
"Aku takut, jika kita putus nanti aku akan menjadi asing untuk dirimu."
"Hanya saja, aku takut kalau hubungan kita akan berakhir, aku takut kita saling jauh dan aku tidak bisa tertawa bareng kamu lagi."
Melly terus memikirkan Kenzo, hingga akhirnya dia tertidur begitu pulas tanpa mandi terlebih dahulu.
*****
Setelah selesai mandi, Kenzo berbaring di atas tempat tidur. Tiba-tiba Kalandra masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu lebih dulu, membuat Kenzo agak kaget.
"Dasar bocah cecungguk, bukannya ketuk pintu dulu!" Kenzo mengomeli Kalandra.
"Tidak sempat kak, lagian pintu kamar tidak di kunci," protes Kalandra tidak mau kalah.
Kalau melawan Kalandra, Kenzo pasti akan mengalah jika tidak maka perdebatan mereka akan menjadi panjang dan ujung-ujungnya Kalandra akan mengadu pada sang mama.
Kalandra tiba-tiba berbaring di sebelahnya Kenzo, membuat Kenzo menatapnya dengan tatapan jijik.
"Katakan ada apa?" Tanya Kenzo.
"Kak, ternyata calon jodohku sudah punya kekasih. Dan aku sedang patah hati," cerita Kalandra dengan raut wajah sedih.
"Baguslah," kata Kenzo dengan nada meledek.
"Kakak bilang apa? Bagus! Baiklah, aku akan mendekati Kak Melly saja kalau gitu," ancam Kalandra dengan tatapan sengit.
Seketika Kenzo menatap Kalandra dengan tatapan lembut, hatinya tidak rela jika Melly di rebut oleh sang adik.
"Jangan pernah menyentuhnya! Atau aku akan menghajarmu." Kenzo mengancam balik sang adik.
"Kakak, bantuin aku dong." Rengek Kalandra dengan manja.
"Bantu apa? Aku saja tidak kenal dengan calon jodohmu, dan kekasihnya itu." Kata Kenzo, dia hendak memejamkan matanya tapi rengekan Kalandra sangat menganggu dirinya.
Kenzo membenarkan posisinya menjadi duduk, lalu matanya menatap tajam mata Kalandra.
"Kalan, kamu sudah besar, kamu sudah dewasa, kamu cukup cari tahu saja tentang laki-laki itu, baik atau tidak? Asal-usulnya darimana?" Kata Kenzo dengan tegas.
Kalandra mengingat-ingat wajah kekasihnya Kimmy.
"Kak, wajah laki-laki itu tidaklah asing. Aku pernah melihatnya tapi dimana?" Kalandra, sedang berpikir.
"Dimana lagi, kamu kan suka main ke club malam. Mungkin, kamu bertemu dengan laki-laki itu disana," kata Kenzo malas tapi adik nya ini membuatnya pusing.
"Benar, aku pernah melihat laki-laki itu club malam. Aku harus mencari tahu, aku akan berusaha mendapatkan calon jodohku," kata Kalandra dengan begitu yakin.
Kalandra beranjak begitu saja dari atas tempat tidur Kenzo, bahkan dia juga keluar begitu saja dari kamarnya Kenzo.
"Dasar cecungguk, aku saja sedang memikirkan cintaku di terima atau tidak. Tapi kamu malah buat aku tambah pusing," batin Kenzo dalam hatinya.
Kenzo memejamkan matanya, sebelum tidur dia juga berdoa agar Melly menerima cinta dari dirinya.
Kalandra berganti pakaian, lalu dia buru-buru pergi ke club malam untuk mencari tahu tentang Dimas, yang tidak lain adalah kekasih Kimmy.
Kalandra langsung turun sendiri, tanpa meminta bantuan pada anak buah bapaknya. Karena dia ingin membuktikan kalau dia adalah laki-laki baik dan pantas untuk Kimmy.
BERSAMBUNG 💪
Terimakasih para pembaca setia 🙏