
Setelah beberapa hari pergi berbulan madu, akhirnya Kenzo, Melly, Kalandra dan Kimmy pulang.
Tapi mereka pulang ke rumah istri-istri mereka, karena istri-istri mereka meminta untuk menginap di rumah orang tua mereka, Kalandra dan Kenzo juga tidak masalah yang penting istri-istri mereka bahagia.
Karena merasa lelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, Kenzo merebahkan tubuh kekarnya di kamar Melly.
"Mas, kamu tidak mandi dulu?" tanya Melly sambil menyisir rambutnya di depan cermin meja riasnya, iya Melly baru saja selesai mandi dan kini dia sudah terlihat cantik dengan dress warna putihnya.
Kenzo hanya bergulat, rasanya sangat lelah sekali, apalagi Kalandra di perjalanan pulang dia tidak mau menyetir sama sekali gara-gara masih berperang dingin dengan istrinya.
"Nanti saja, mas mau istirahat sebentar." Jawab Kenzo, dia malah memejamkan matanya dan tertidur pulas.
Melly tersenyum, dia tahu pasti suaminya ini sangat lelah. Karena suaminya tidur, Melly juga tidak mau menganggunnya akhirnya Melly keluar dari dalam kamarnya.
Caca dan Vino sama-sama tersenyum melihat putri cantiknya keluar dari dalam kamarnya.
"Kenapa keluar? Lalu suamimu?" tanya Vino, sambil menatap jahil putri kesayangannya itu.
"Masih siang pa, mau ngapain juga di kamar?" balas Melly yang tidak kalah jail pada papa kesayangannya itu.
Vino dan Caca sama-sama terkekeh, baru beberapa hari menikah tapi anaknya sudah paham dalam candaan begituan, Vino yakin pasti Kenzo mengajarinya dengan sangat cepat.
"Anak mama sudah tidak polos lagi pa," timpal Caca membuat wajah Melly menjadi merah merona.
Kini Melly duduk ditengah-tengah kedua orang tuanya.
"Kepolosan Melly sudah direnggut oleh suami Melly ma," jawab Melly yang membuat Caca dan Vino sama-sama geleng-geleng kepala.
"Dasar anak nakal." Omel Vino, tapi Melly langsung memeluk mamanya meminta pertolongan.
Mereka asik bercanda, bahkan Caca dan Vino tidak henti-hentinya meledek Melly.
*****
Di rumah Kimmy, Kalandra dan Kimmy masih saling berperang dingin.
Kimmy juga terus bersikap cuek dengan suaminya, biarpun mereka satu kamar mereka juga tidak saling bicara.
Kalandra yang sedang duduk di tepi ranjang, dia melihat Kimmy melangkahkan kakinya keluar dari dalam kamarnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Kalandra, sambil menatap Kimmy dengan tatapan lembut.
"Ke dapur," jawab Kimmy singkat dan dia berlalu pergi begitu saja.
Kimmy langsung pergi menuju ke dapur, setelah beberapa lama Kalandra juga merasa jenuh di kamar Kimmy.
"Kalan, kamu sudah bangun nak? Pasti sangat capek sudah menempuh perjalanan jauh," kata Arga dan Kalandra duduk di sebelah Arga.
Padahal Kalandra tidak tidur dari tadi, bagaimana bisa tidur? Istrinya saja mengajak perang dingin tidak sudah-sudah.
"Pa, ajarkan bagaimana cara membujuk seorang istri yang sedang mengajak perang dingin pada suaminya?" celetuk Kalandra, raut wajahnya terlihat begitu frustasi.
Bayangkan saja di masa bulan madunya, Kalandra malah harus menikmati dinginnya lantai di Villa.
Arga tersenyum, dia mengingat dulu saat dirinya berperang dingin dengan Vira, Arga juga sangat merasa frustasi, mungkin seperti saat ini yang sedang di rasakan oleh Kalandra.
"Apa kamu membuat kesalahan?" tanya Arga, dia begitu bijak dalam bertutur kata. Ya biarpun merasa kesal kalau mengingat cemburuan sih Aftar, Arga takut kalau Kalandra akan mempunyai sifat seperti papanya yaitu cemburunya tingkat nasional.
"Hanya salah paham pa, tapi Kimmy malah bersikap dingin padaku." Jelas Kalandra dan Arga mengangguk paham.
"Mengalah lah, meminta maaf lah, karena laki-laki adalah tempatnya salah, jika kamu tidak mengalah, entah sampai kapan seorang wanita itu akan mengajak kita perang dingin," tutur Arga dengan lembut.
Kalandra mencerna kata-kata papa mertuanya ini, Kenzo juga menyarankan hal yang sama.
"Baiklah pa, terimakasih pa." Jawab Kalandra dengan sopan.
Vira tahu kalau Kimmy tidak sedang baik-baik saja, terlihat dari raut wajahnya yang tidak senang.
"Nak, namanya pernikahan itu pasti ada saja cobaannya, jika adalah masalah kamu bicara kan baik-baik pada suamimu. Sudah jangan mengiris bawang lagi, nanti bukannya bawang yang kamu iris malah jarimu yang kamu potong," tutur Vira, dia langsung mengambil alih pisau yang ada di tangannya Kimmy.
Kimmy tersenyum melihat mamanya, karena mamanya ini adalah wanita yang paling mengerti akan dirinya.
"Iya ma, terimakasih ya ma. Kimmy ke kamar dulu," pamit Kimmy dia pergi masuk ke dalam kamarnya.
Arga melihat Kimmy masuk ke dalam kamar, lalu dia menyikut lengan tangan menantunya dengan cepat.
"Susulah istrimu, minta maaflah padanya!" Kata Arga dan dengan cepat Kalandra langsung beranjak dari tempat duduknya.
Kini Kalandra dan Kimmy sama-sama duduk di tepi ranjang, Kalandra menatap Kimmy dengan tatapan merasa bersalah.
"Sayang, nanti malam kamu ikutlah denganku! Aku tidak mau kamu terus-terusan salah paham seperti ini, aku tidak mau kamu berpikiran macam-macam tentang Erika," kata Kalandra dengan nada lembut.
Kimmy hanya mengangguk, tapi dia tidak menjawab apa-apa.
BERSAMBUNG 💪
Terimakasih para pembaca setia 🙏