
Dua hari telah berlalu, Kenzo pagi ini berdandan sangat tampan dengan setelan jas warna hitam dan rambut yang di tata dengan rapi, tidak lupa Kenzo menyemprot minyak wangi yang di belikan oleh Melly beberapa minggu yang lalu.
Kenzo keluar dari dalam kamarnya, Kinan dan Aftar sama-sama menatap Kenzo dengan teliti, Kalandra tersenyum pada sang kakak.
"Nak, sepertinya wangi parfum kamu beda pagi ini," kata Kinan yang sangat kenal dengan parfum yang Kenzo gunakan setiap hari.
Kenzo tersenyum, lalu dia menarik kursi meja makan dan duduk dengan pelan.
"Mama, Ken hanya mengganti parfum Ken saja. Pingin coba rasa lain ma," jawab Kenzo sambil menikmati roti yang di siapkan oleh Kinan.
"Rasa lain, asal jangan gantikan Kak Melly di hati kakak." Celetuk Kalandra, membuat Kinan menatapnya penasaran.
"Melly, apa kamu sudah jadian dengan Melly?" tanya Kinan penasaran.
"Melly itu gadis yang baik, dia begitu polos. Jangan sakiti hatinya jika kamu memang benar bersamanya," sambung Aftar dengan tegas.
Gara-gara Kalandra pagi-pagi seperti ini Kenzo harus mendengarkan mama dan papanya yang saat ini sedang bawel padanya.
"Mama, masih rahasia." Jawab Kenzo pelan.
"Cinta saja tidak tahu hari ini di terima atau tidak kok ma," batin Kenzo dalam hatinya.
"Papa, iya pak." jawab Kenzo dengan tegas.
"Kalan, bagaimana dengan calon jodohmu?" Tanya Kenzo, dengan tatapan jail.
Kinan dan Aftar saling menatap, mereka sama-sama tersenyum dengan bahagia.
"Apa kedua anak mama, mau membawakan calon mantu untuk mama?" Tanya Kinan dengan antusias.
"Kalan, gadis seperti apa yang kamu sukai? Bawa ke rumah kenalkan pada kita!" Sambung Aftar dan di anggukin oleh Kenzo.
"Gadis cantik, seperti mama pa." Jawab Kalandra sambil cengar-cengir.
"Baik-baiklah, segera bawa pacar-pacar kalian ke rumah! Mama mau bertemu dengan calon-calon mantu mama," kata Kinan tidak sabaran.
Kinan tidak tahu, kalau anaknya ini masih sama-sama berjuang untuk mendapatkan gadis-gadis yang mereka sukai. Mereka akan berhasil atau tidak saja, Kenzo dan Kalandra tidak tahu.
Setelah selesai sarapan Kalandra dan Kenzo berpamitan untuk berangkat kerja. Setelah anak-anaknya berangkat Kinan dan Aftar hanya duduk sambil menonton televisi saja.
*****
Melly sudah berangkat lebih dulu, dia sengaja berangkat duluan karena tidak mau berangkat bareng dengan Kenzo atau Kalandra.
Setalah dua hari Melly uring-uringan dengan Kenzo, tapi akhirnya Melly sudah menemukan jawabannya.
Melly terlihat gelisah, hatinya kali ini berdebar kencang. Bahkan, dia juga terkenal gugup dan entahlah expressi Melly tidak seperti biasanya.
Melly menyibukkan dirinya dengan pekerjaannya sambil menunggu Kenzo yang belum sampai di kantor.
"Tumben, Kak Ken belum datang?" Melly bertanya pada dirinya sendiri.
"Apa dia terkena macet? Atau dia......"
Kenzo yang ternyata sudah berdiri di ambang pintu, melihat Melly dengan tatapan penuh arti.
"Atau apa? Apa kamu sudah terlalu merindukanku?" Kenzo masuk ke dalam ruangannya, dia mengunci pintu ruangannya.
Melly semakin gelisah, kali ini tubuhnya gemetaran tidak jelas.
"Apasih kak, kak kenapa pintunya di kunci?" Melly berusaha menghilangkan rasa gugupnya.
"Tidak apa-apa, bukankah ini rahasia jadi harus di kunci!" Jawab Kenzo, membuat Melly diam.
"Rahasia, tunggu rahasia apa?" Gumam Melly dalam hatinya.
Kenzo mendekat ke sofa tempat Melly duduk, kini Kenzo sudah di sebelah Melly.
"Apa, kamu gugup? Tidak usah gugup, aku tidak akan memakanmu!" Kata Kenzo, membuat Melly semakin deg-deggan tidak jelas.
Melly menarik nafasnya dengan pelan, biasanya dia tidak seperti ini di hadapan Kenzo, biasanya Melly begitu pecicilan dan bar-bar tidak ada sedikit rasa canggung atau apapun itu, tapi hari semuanya berbeda dari biasanya.
Kenzo mendekatkan tangannya ke wajah Melly, lalu dengan lembut menarik dagu Melly agar menghadap pada dirinya.
Kini mereka saling bertatapan, manik mata Kenzo terlihat lembut menatap mata Melly.
"Kakak....."
"Melly, ini sudah dua hari. Aku meminta jawaban darimu." Kenzo memotong kata-kata Melly.
Melly mengangguk pertanda mengerti dan Kenzo menatap Melly semakin dalam.
"Melly, aku mencintaimu apa kamu mau menerima cintaku?" Tanya Kenzo, dengan tatapan penuh cinta.
"Kak Ken, iya aku terima cinta kakak." Jawab Melly, raut wajahnya langsung merah merona.
Kenzo ternganga tidak percaya, sungguh apa sungguh Melly menerima cintanya?
"Melly, katakan sekali lagi!" Pinta Kenzo, yang masih belum yakin dengan jawaban Melly.
"Kenzo Sanjaya, Melly yang cempreng ini menerima cintamu!!!" Kata Melly sambil tersenyum.
Kenzo tersenyum senang, kini keduanya saling menatap satu sama lain.
"Apa artinya, kamu sudah resmi jadi pacar aku??" tanya Kenzo memastikan.
"Iya kak," jawab Melly pelan.
Entahlah Kenzo tidak tahu harus berkata apalagi? Akhirnya cintanya yang selama ini dia pendam, di terima oleh Melly.
"Apakah aku....."
"Aku apa kak?"
Mereka sama-sama tersenyum, terlihat mata mereka berbinar-binar.
"Aku.....aku....."
BERSAMBUNG 🙏
Terimakasih para pembaca setia 🤗
Assalamualaikum semuanya, Author punya cerita baru di aplikasi H*tbuku, ayo kakak-kakak yang punya aplikasi H*tbuku boleh ya mampir ke cerita aku 🙏🙏
Judulnya : CINTA SEGITIGA