Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Menjadi sekretaris suami


Setelah urusannya dengan Monita selesai, Kenzo dan Melly sama-sama masuk ke dalam ruangan kerja Kenzo.


Hari ini Melly akhirnya membantu suaminya bekerja lagi, dia kembali menjadi sekretaris untuk suaminya. Sampai Kenzo mendapatkan sekretaris baru, tapi kali ini Melly meminta sekretaris untuk suaminya seorang laki-laki dan tidak mau wanita lagi.


Tapi Kenzo hanya menyuruh Melly duduk dan tidak boleh bekerja, akhirnya Kenzo mengejar kan semuanya sendiri tapi untung saja ada Pak Heru yang siap membantu Kenzo.


"Mas Kennnn......"


"Iya sayangku?"


"Kenapa, Mas Ken tidak bisa tegas menjadi laki-laki?"


"Karena mas tahu, kalau istri mas akan bisa jauh lebih tegas jika masalah ulet bulu, lagian sayang selagi aku tidak masuk ke dalam perangkat seorang wanita, maka aku akan bersikap tenang dan tidak mau ambil sikap, tapi jika wanita itu memulai aksinya, maka mas juga tidak akan diam saja, Mas hanya berusaha mengikuti permainan Monita, tapi kamu sudah lebih dulu bertindak."


Bukan Kenzo tidak tegas, tapi Kenzo percaya kalau istrinya ini bisa menyingkirkan Monita secara langsung, lagian Melly dan Monita juga mereka saling kenal, terus Melly juga tahu kalau dari dulu Monita yang begitu gatal dengan Kenzo, jadi Melly juga lebih memilih untuk ambil sikap lebih dulu sebelum terjadi sesuatu.


Melly mengangguk pelan rasanya enggan sekali untuk berdebat dengan suaminya, Kenzo beranjak dari kursi kerjanya lalu dia mendekati Melly yang sedang duduk di sofa.


Kenzo tahu pasti saat ini Melly sedang kesal, Kenzo duduk di sebelah Melly lalu dia menarik Melly masuk ke dalam pelukannya.


"Sayang, maafkan mas jika menurut kamu mas tidak tegas, mas akan perbaiki kesalahan mas," kata Kenzo disela-sela pelukannya.


"Jika ada seorang wanita yang mendekati mas jangan tunggu Melly yang bertindak mas, tapi mas segeralah ambil sikap! Bersikap tegas lah seperti Papa Aftar!" Pinta Melly dengan nada lembut.


"Mas tahu, tidak setiap hari istri mas ini selalu mendampingi mas, ada saatnya Melly juga sibuk dengan kehidupan Melly, apalagi jika Melly sudah punya baby, pasti Melly juga tidak akan punya waktu banyak untuk mengurus hal seperti ini," tutur Melly tapi nadanya terdengar sedikit mengomel.


"Iya sayang, untuk masalah Monita mas sungguh minta maaf, mas sudah tahu dia seperti apa? Tapi mas biarkan saja," Kenzo mengakui kesalahannya.


Kenzo mencium kening Melly dengan lembut, biarpun Melly terhitung wanita bar-bar tapi kalau sudah sakit hati jangan di tanya mungkin Kenzo juga bisa Melly tinggalkan begitu saja.


"Lanjutkan kerjaan mas, aku ngantuk pingin tidur," kata Melly sambil mendorong Kenzo agar Kenzo melepaskan dirinya dari pelukannya.


"Kalau kamu disini, mas tidak bisa fokus kerja, mas pingin ehem-ehem saja," tutur Ken sambil menatap Melly dengan tatapan m*s*m.


Buru-buru Melly menjauhkan tubuhnya dari tubuh suaminya, sungguh jika Melly meladeni pembicaraan suaminya ini, bisa-bisa Melly di garap di dalam ruangannya ini.


Melly memilih membaringkan tubuhnya di sofa, lalu dia memejamkan matanya. Kenzo hanya bisa mendengus kesal, bisa-bisanya adik kecil miliknya ini meronta-ronta di saat masih di kantor. "Aish, ini semua salah kamu sayang, kenapa kamu harus ikut ke kantor?" batin Kenzo dalam hatinya.


Karena Melly tidur, akhirnya Kenzo juga menyerah dan dia kembali melanjutkan pekerjaannya.


*****


Setelah makan es krim, Kalandra mengajak Kimmy ke sebuah taman yang tidak jauh dari kedai es krim itu.


Mereka bergandengan tangan dengan mesra, layaknya pengantin baru padahal sudah lama.


"Mas, aku kangen sekali pergi shopping." Kata Kimmy sambil melihat wajah tampan Kalan.


"Kamu mau pergi shopping?" tanya Kalandra memastikan, jarang kan mereka pergi berdua apalagi Kalandra lebih sering sibuk di cafe.


"Iya mas, aku pingin beli beberapa baju hamil, kita belikan juga untuk kakak ipar," pinta Kimmy dan di anggukin oleh Kalandra.


Kini mereka hendak berjalan menuju ke mobil mereka tapi tiba-tiba Kalandra menghentikan langkah kakinya, membuat Kimmy juga ikut menghentikan langkah kakinya.


"Ada apa mas?" tanya Kimmy, sambil mengikuti arah pandangan suaminya.


"Lihat sayang, anak kecil sudah disuruh minta-minta," kata Kalandra dengan tatapan mata begitu sedih.


Kalandra melihat kedua anak kecil yang kira-kira usianya sekitar 7 tahun dan 5 tahun, mereka sedang mengamen, pakaian mereka juga terlihat begitu jelek bahkan sobek-sobek dan sangat kotor.


"Mas, kita berdoa ya mudah-mudahan anak kita tidak mengalami semua itu," Kimmy mengelus perutnya sambil berdoa dalam hatinya.


"Sayang, bagaimana kalau kita ajak mereka shopping juga, aku yakin pasti mereka akan sangat bahagia?" tawar Kalandra, berharap Kimmy akan setuju.


"Boleh mas, apa salahnya memberikan sedikit kebahagiaan untuk anak-anak itu," kata Kimmy dengan begitu semangat.


Kalandra tidak menyangka, Kalan kira Kimmy akan menolak dan dia memilih untuk pergi shopping dengan tujuan sendiri, tapi ternyata tidak Kimmy setuju dengan ide Kalandra.


Kimmy dan Kalan sama-sama menghampiri kedua anak kecil itu.


"Anak-anak, kalian sudah makan?" tanya Kimmy dengan nada lembut.


"Nama kalian siapa?" tanya Kimmy lagi dengan nada lembut.


"Cika dan Viko kak," jawab keduanya dengan begitu kompak.


"Ayo makan dulu, sama kakak!" Ajak Kimmy dengan nada lembut, Kalandra tersenyum pada kedua anak itu. "Ayo dek, jangan takut! Kita bukan orang hajat kok." Kalandra menyakinkan kedua anak itu.


Biarpun mereka sedikit takut karena takut di culik, tapi mereka juga sangat lapar akhirnya mereka mau ikut dengan Kimmy dan Kalandra.


Kini mereka makan lebih dulu, setelah selesai makan Kimmy dan Kalandra mengajak mereka ke pusat perbelanjaan yang cukup besar.


"Maaf kak, jika kita masuk ke dalam sana, pasti orang-orang akan mengusir kita dengan baju kita yang seperti ini," tutur salah satu dari anak itu.


Terakhir Cika dan Viko masuk ke dalam sebuah restoran dan itu hanya di depannya saja, mereka hanya ingin mengambil makanan yang ada di tong sampah tapi belum sempat ambil mereka sudah di usir oleh satpam restoran itu.


Kimmy tersenyum pada Kalandra. "Mas, kamu beli pakaian mereka dulu ya!" Kata Kimmy dan Kalandra mengangguk.


Akhirnya Kalandra masuk ke dalam untuk membeli pakaian untuk kedua anak itu, setelah beberapa lama Kalandra keluar dan Kimmy langsung mengantikan pakaian mereka di dalam mobil.


Dengan penuh kasih sayang Kimmy membersihkan wajah kotor mereka dengan tissu basah yang ada di dalam mobil, Kimmy menyisir rambut mereka dan kini mereka sudah rapi.


Tiba-tiba Viko yang tidak lain adalah kakaknya Cika, dia meneteskan air matanya, betapa bahagianya karena ada seorang yang begitu tulus seperti Kimmy.


"Terimakasih kak," kata Viko dan Cika secara bersamaan.


"Sama-sama, sekarang kalian sudah cantik dan tampan, ayo saatnya kita pergi belanja!" Kata Kimmy dengan penuh semangat.


Kini mereka berempat masuk ke dalam pusat perbelanjaan itu.


Cika dan Viko terlihat kebingungan, mereka baru pertama kalinya masuk ke dalam pusat perbelanjaan terbesar seperti ini. Sungguh rasanya masih tidak percaya.


"Kalian mau beli apa?" tanya Kalandra dengan nada lembut, disini jiwa ke bapakan Kalandra benar-benar terlihat, Kalan terlihat sedang berbicara pada kedua anaknya sendiri.


"Tidak usah kak, kita sudah makan dan baju ini saja sudah cukup kak," jawab Viko dan di anggukin oleh Cika.


Akhirnya Kimmy yang begitu antusias membeli berbagai macam pakaian dan lain-lainnya untuk kedua anak itu.


Cika dan Viko juga hanya mengikuti Kimmy, apa yang menurutnya Kimmy bagus Cika dan Viko hanya diam tanpa melakukan protes.


Akhirnya setelah beberapa lama mereka selesai belanja, kini mereka sudah membeli banyak pakaian, sandal dan keperluan sekolah.


"Kak, kita tidak sekolah, kita juga sudah tidak punya siapa-siapa, setiap hari kita tidur dimana saja kadang di emperan toko, kadang juga di bawa pohon yang penting kita kehujanan," kata Viko terlihat matanya berkaca-kaca ingin menangis tapi Viko berusaha menahannya.


Viko dan Cika bahagia mendapatkan semuanya, hanya saja mereka berpikir mau di taruh dimana semua itu?


Kimmy meneteskan air matanya, sungguh hati kecilnya begitu sakit melihat kedua anak yang begitu malang ini.


"Mas, apakah mereka bisa masuk ke yayasan Kak Ken?" tanya Kimmy, dengan harapan Viko dan Cika bisa mendapatkan masa depan yang bagus.


"Bisa sayang, nanti aku telpon Kak Ken," jawab Kalandra dengan tatapan begitu yakin.


Kalandra menghubungi Kenzo, Kenzo yang sedang sibuk dengan pekerjaannya dia berhenti lebih dulu lalu mengangkat telepon dari sang adik.


"Hallo Kalan, ada apa?"


"Kak, aku butuh bantuan kamu. Ada dua anak kecil yang hidupnya terlantar, bolehkah aku membawa mereka ke yayasan kakak?"


Hati Kenzo begitu sedih mendengar semua itu, dia membayangkan bagaimana jika nasib yang malang itu terjadi pada anaknya?


"Boleh Kal, kamu langsung bawa saja kesana ya! Nanti langsung bertemu saja dengan Bu Heni!"


"Siap kak, terimakasih ya kak."


Kalandra mematikan saluran teleponnya, lalu dia buru-buru kembali kepada Kimmy, Viko dan Caca.


"Kalian tidak usah kawatir, nanti kakak akan bawa kalian ke tempat yang nyaman ya." Kata Kalandra sambil tersenyum.


Viko dan Cika sama-sama tersenyum, mereka terlihat sangat bahagia sekali.


"Tapi kita mau di bawa kemana kak?" tanya Viko dan Cika secara bersamaan.


"Kalian......"


BERSAMBUNG 🙏


Terimakasih para pembaca setia 🤗