Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Usaha Kalandra


Jam menunjukkan pukul 8 malam, Kenzo dan Melly kini sedang menonton televisi bersama Kinan dan Aftar.


Mereka juga baru saja selesai makan malam bersama.


"Melly, katakan pada mama, bagaimana rasanya hamil anak pertama?" tanya Kinan dengan begitu antusias.


Kenzo dan Aftar hanya sama-sama fokus melihat televisi. Dan membiarkan Kinan dan Melly asik mengobrol.


"Masih biasa sih ma, mungkin karena kehamilan Melly baru beberapa minggu ma." Jawab Melly, membuat Kinan mengangguk.


"Apa kamu belum mengalami masa ngidam? Apa kamu tidak pingin makan yang asam-asam seperti mangga muda?" tanya Kinan.


"Tidak ma, akhir-akhir ini Melly hanya merasakan mual ya lebih sering muntah-muntah ma tapi untuk saat ini tidak ada ngidam atau pingin makan sesuatu yang aneh-aneh gitu ma," jelas Melly membuat Kinan tersenyum senang.


Kinan membayangkan dirinya dulu waktu masa mengidam, ya mudah-mudahan Melly ngidamnya tidak aneh-aneh kasian Kenzo.


Malam semakin larut, Melly mulai menguap karena rasanya sangat mengantuk.


"Ken, istrimu sudah mengantuk tuh, sana bawah istirahat kasian cucu papa, jangan biarkan Melly terlalu kelelahan!" Kata Aftar, sambil menatap putranya itu dengan tatapan jail.


"Papa, memangnya Ken mau menyuruh apa malam-malam seperti ini? Dasar papa ini." Cibir Kenzo, sambil geleng-geleng kepala.


"Takutnya kamu mau mengajak menantu papa kerja bakti malam-malam, kan rasanya tidak..." Bisik Aftar, tapi dia tidak melanjutkan kata-katanya.


Kenzo hanya geleng-geleng kepala, dia sangat paham sekali kalau papanya itu memang begitu jail.


"Aish papa, sudahlah Ken mau tidur." Kenzo balik berbisik di telinga Aftar.


Kenzo dan Melly langsung masuk ke dalam kamar mereka, lalu Kinan dan Aftar sama-sama tersenyum.


"Papa rasanya pingin kembali mudah lagi."


"Mama juga sekarang masih muda, masih cantik sama seperti dulu."


Aftar dan Kinan sama-sama tersenyum, lalu mereka masuk ke dalam kamar mereka.


*****


Malam yang semakin larut, kini Kalandra dan Kimmy masih terus berusaha membuat adonan mereka.


"Sayang, mas puas sekali." Kata Kimmy membuat Kalandra tersenyum mesum.


"Baiklah kalau kamu sudah puas, ayo kita mandi bersama!" Ajak Kalandra, tapi Kimmy langsung geleng-geleng kepala.


Menurut Kimmy mandi bersama Kalandra itu bukan pilihan yang tepat, karena bisa-bisa jadinya tidak mandi melainkan kembali memadu kasih di dalam kamarnya sana.


"Mas tidak mau tahu, ayo kita mandi bersama! Mas pingin melanjutkannya di kamar mandi sana," kata Kalandra sambil terus membujuk Kimmy.


Tanpa meminta persetujuan dari Kimmy, karena Kimmy terus-menerus menolak, akhirnya Kalan langsung mengangkat tubuh Kimmy masuk ke dalam kamar mandi.


Mereka kembali melanjutkan permainannya di dalam kamar mandi.


*****


Pagi telah datang, Kenzo masih sibuk di dalam kamarnya. Sedangkan Melly hanya duduk di sofa karena merasa pusing


"Mas, hari ini aku tidak masuk kantor ya! Apalagi calon anak kamu ini, dari tadi tidak mau diam, pinginnya muntah terus." Kata Melly sambil mengelus-elus perutnya yang masih rata.


Kenzo terlihat langsung kawatir, dia duduk di hadapan istrinya sambil memegangi kedua pipi Melly.


"Apa ini yang maksud dengan mengidam, seperti yang papa bicarakan." Batin Kenzo dalam hatinya.


"Tidak apa-apa jika kamu ingin sesuatu saat sedang ngidam, kamu katakan pada mas saja ya!" pinta Kenzo dan Naya


Melly mengangguk penuh dengan semangat, haruskah dia meminta ini dan itu? Sepeti ini


"Mas aku pingin....."


"Pingin apa katakan saja sayangku"


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia 🙏🙏


Maaf baru sempat update ya kakak-kakak semuanya 🙏🙏