Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Sudah 6 minggu


Setelah dua hari berlalu, akhirnya Kalandra dan Kimmy berpamitan pulang. Mereka juga tidak enak jika terus-terusan menumpang di rumah kakak dan kakaknya ipar terus.


Mungkin Melly tidak apa-apa, tapi Kenzo pasti akan mengusir adiknya secara halus. Karena Kenzo itu tinggal di Apartemen miliknya hanya ingin banyak menghabiskan waktu berdua dengan istri tersayangnya.


Pagi yang cerah cahaya matahari mulai menyusup masuk ke jendela kamar Kenzo dan Melly.


Kenzo sudah bangun dari tadi, dia juga sudah rapi dengan setelan jas warna hitamnya. Melly yang baru saja selesai mandi, dia tiba-tiba menutup hidungnya dan menjauhkan tubuhnya yang masih terbalut handuk dari Kenzo yang sudah berdiri dengan setelan jas rapi.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Kenzo, dia mencoba mendekati Melly tapi Melly malah geleng-geleng kepala seolah-olah tidak mau kalau Kenzo dekat dengan dirinya.


Kenzo berpikir, sekarang dirinya salah apalagi? Lalu kenapa Melly menutup hidungnya? Kenzo mencium bajunya, bahkan bagian keteknya dan baunya wangi.


"Mas kamu itu pakai parfum apa? Sungguh kepala aku pusing sekali. Rasanya pingin muntah," tanya Melly sambil mengoceh pada suaminya.


"Ada yang salah dengan parfum mas? Bukannya ini parfum yang kamu pilihkan untuk mas?" Kenzo malah balik bertanya, kali ini dia harus memutar otaknya.


Melly berlari ke kamar mandi, dia langsung muntah-muntah di dalam kamar mandi, karena rasanya sangat mual sekali.


Kenzo berlari dia menyusul istrinya, tapi begitu Kenzo mendekat pada Melly, lagi-lagi Melly merasa mual dan dia kembali muntah-muntah.


"Mas jangan dekat-dekat! Sungguh parfum kamu membuat aku mual." Melly terus muntah-muntah, hingga akhirnya dia bersandar di tembok kamar mandi dengan keadaan begitu lemas.


Kenzo yang merasa panik, dia langsung melepaskan jas dan kemejanya, kini dada bidang Kenzo jelas terlihat.


Kenzo menaruh pakaiannya di keranjang pakaian kotor, lalu dengan tubuh yang polos karena tidak memakai baju. Kenzo buru-buru mengangkat tubuh Melly yang terlihat begitu lemah.


Kenzo membaringkan Melly di atas kasur, melihat Melly terlihat lemas dan wajahnya terlihat pucat, Kenzo begitu kawatir karena takut Melly kenapa-kenapa.


"Sayang kamu kenapa?"


"Mas kepala aku pusing sekali."


"Huek....huek...." Melly menutup mulutnya, kini rasanya kembali mual lagi.


"Sayang, kamu masuk angin?" tanya Kenzo dengan begitu polosnya, tapi tatapan matanya terlihat begitu kawatir.


Tanpa menunggu lama, Kenzo langsung memakai pakaian, Kenzo langsung mengambil pakaian yang baru dari dalam lemari, Kenzo juga tidak menggunakan parfum karena takut sang istri akan muntah-muntah lagi.


Kenzo langsung mengangkat tubuh Melly ke mobil, lalu Kenzo buru-buru membawa Melly pergi ke rumah sakit.


"Mas, aku hanya butuh istirahat. Mungkin aku kecapean." Kata Melly, yang hanya bersandar lembah di jok depan dekat Kenzo.


Kenzo hanya diam, dia terus melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit terdekat dari Apartemennya.


Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Kenzo juga langsung membawa Melly ke ruang pemeriksaan.


Kini Nelly sedang di periksa oleh Dokter dan Kenzo sedang menunggu dengan gelisah.


"Bagaimana, jika terjadi sesuatu dengan Melly? Sayang, kamu itu kenapa?" hati Kenzo sangat tidak tenang.


Jika Melly kenapa-kenapa, pasti Kenzo akan terkena omel oleh mamanya dan tentunya oleh Caca yang tidak lain adalah mama mertuanya Kenzo.


Kenzo yang sangat gelisah, dia masih menunggu Melly yang sedang melakukan pemeriksaan.


Setelah beberapa lama akhirnya Dokter dan Melly sama-sama keluar dari ruangan khusus pemeriksaan.


Melly yang terlihat lemas, Kenzo dengan cepat beranjak dari tempat duduknya lalu memapah Melly agar duduk.


Kini Kenzo juga sudah duduk di sebelah Melly.


"Dok, istri saya sakit apa?" tanya Kenzo matanya terlihat lebih kawatir daripada tadi.


Melly hanya diam, dia ingin bicara tapi lagi-lagi rasanya sangat mual dan ingin muntah. Tapi Melly berusaha menahannya karena tidak mau membuat Kenzo panik.


"Istri bapak tidak sakit." Jawab Dokter Fani, yang tidak lain adalah dokter yang memeriksa Melly tadi.


"Lalu, kenapa istriku mual-mual Dok? Bahkan dia muntah-muntah, lihat wajahnya sangat pucat, Dokter bilang istri saya tidak sakit. Aku yakin Dokter sudah salah memeriksa istri saya," celoteh Kenzo, membuat Melly geleng-geleng kepala dengan tatapan kesal.


"Aish, Mas Ken, kamu terlalu bawel." Batin Melly dalam hatinya.


Dokter Fani malah tersenyum, membuat Kenzo menatapnya dengan tatapan bingung.


"Suamiku memang seperti itu Dok." Celetuk Melly, membuat Kenzo menatapnya dengan kesal.


"Tidak apa-apa Nona, oh iya pak, istri anda memang tidak sakit tapi dia sedang hamil dan kandungan istri bapak sudah 6 minggu," jelas Dokter Fani sambil tersenyum senang.


Kenzo langsung melihat ke arah Melly, seolah-olah meminta jawaban dari Melly dan Melly langsung mengangguk pelan.


Tanpa melihat situasi dan kondisi, Kenzo langsung memeluk Melly dan menghujani Melly dengan banyak ciumannya di wajah cantiknya.


Sungguh Melly merasa tidak enak dengan Dokter Fani, tapi inilah suaminya dasar tidak tahu tempat.


"Mas, jangan seperti ini malu ada Dokter!" Pinta Melly, pipinya terlihat merah merona.


Seketika Kenzo tersenyum pada Dokter Fani, iya Dokter Fani juga membalas senyum Kenzo.


"Selamat ya pak," tutur Dokter Melly.


"Terimakasih Dok," jawab Kenzo dengan begitu semangat.


Setelah pemeriksaan selesai, Kenzo tiba-tiba menghentikan mobilnya di sebuah supermarket membuat Melly bingung.


"Mau apa mas, kita kesini?" tanya Melly.


BERSAMBUNG 🙏


terimakasih para pembaca setia 🤗