
Kalandra melihat pesan itu, matanya langsung membulat sempurna."Erika, kenapa kamu mengirim pesan seperti itu, aish Erika kamu membuat aku dalam masalah besar," batin Kalandra dalam hatinya.
"Sayang, itu Erika, dia teman aku ke club malam tidak lebih." Jelas Kalandra, sambil menatap Kimmy dengan tatapan lembut.
Kimmy malah membuang muka dengan malas, dia memungut baju tidurnya, lalu memakainya dengan kasar.
"Oh teman, bisa ya teman mengirim mesra seperti itu pada laki-laki yang sudah beristri," cetus Kimmy dan dia langsung masuk ke dalam kamar mandi.
Kimmy mandi, setelah selesai mandi, Kimmy langsung berganti baju. Lalu dia pergi keluar dari dalam kamarnya begitu saja, bahkan dia juga tidak berbicara pada suaminya.
Kalandra buru-buru beranjak dari tempat tidurnya, dia buru-buru mandi dengan cepat, setelah selesai, Kalandra berganti baju, lalu buru-buru menyusul Kimmy keluar dari dalam kamarnya.
Kimmy sedang duduk di kursi meja makan sambil menikmati segelas susu putih yang dia buat sendiri.
"Baru beberapa hari lalu menikah, tapi sudah ada pesan mesra dari gadis lain. Ternyata benar yang di bilang oleh Kakak ipar, kalau Kalandra itu suka bermain wanita."
"Mana aku sudah di tiduri lagi, bagaimana kalau aku tiba-tiba hamil? Mudah-mudahan tidak hamil, apalagi suamiku masih nakal dengan gadis lain."
"Pokoknya kamu tidak boleh hamil Kimmy."
Kimmy marah-marah sendirian, bahkan dia juga sangat kesal pada suaminya. Kalandra yang baru saja datang, dia duduk di hadapan Kimmy. Tapi Kimmy lagi-lagi membuang muka, bahkan Kimmy berpindah ke tempat duduk yang lain, karena tidak mau dekat-dekat dengan suaminya.
"Sayang, kamu ini kenapa?" Tanya Kalandra, raut wajahnya memelas, berharap Kimmy tidak marah lagi pada dirinya.
"Masih tanya kenapa? Pikirkan saja sendiri, dasar suami tidak peka!" Jawab Kimmy, dia masih enggan melihat wajah tampan sang suami.
Kenzo dan Melly keluar dari dalam kamar mereka, mereka bergandengan mesra dan berjalan menuju ke ruang tengah, tapi tiba-tiba Kenzo menghentikan langkah kakinya membuat Melly juga menghentikan langkah kakinya.
"Mas kenapa?"
"Lihat, kenapa mereka berdua duduklah saling berjauhan seperti itu?"
"Mungkin mereka sedang jaga jarak kali mas, tapi ayo duduk aku rasanya nyeri sekali jika berdiri terlalu lama."
Kenzo dan Melly sama-sama melihat Kalandra dan Kimmy yang sedang duduk di kursi meja makan, mereka juga akhirnya pergi ke meja makan.
Kenzo melihat di meja makan itu tidak apa-apa?
"Mana sarapan kalian?" Tanya Melly, Kenzo menarik kan kursi untuk Melly, lalu Melly duduk di kursi itu.
Kenzo juga menarik kursi di dekat Melly, dia duduk di sebelah Melly.
"Kimmy hanya membuat sarapan untuk dirinya sendiri, kak." Kalandra mengadu pada Kenzo.
Melly tersenyum melihat Kimmy, dia tahu pasti kedua adik iparnya ini tidak sedang baik-baik saja.
Melly beranjak dari tempat duduknya, padahal bagian miliknya masih terasa nyeri untuk buat jalan, tapi Melly tahu Kimmy sedang marah dengan Kalandra, terlihat dari sorot matanya.
"Ada apa? Apa kalian ada masalah?" Tanya Melly dengan tutur kata yang begitu lembut.
"Kakak ipar bayangkan saja, dia sudah mengambil mahkota yang paling berharga dari hidupku, tapi apa kak? Pagi-pagi ada seorang gadis mengirim pesan mesra pada dia," jawab Kimmy yang tidak mau menyebutkan nama Kalandra karena sedang marah.
Kenzo langsung menatap tajam adiknya, membuat Kalandra agak takut.
"Kak, istriku hanya salah paham. Erika yang mengirimkan pesan padaku," jelas Kalandra sebelum Kenzo benar-benar marah.
"Entah itu Erika atau yang lainnya, Kalandra kamu bukan seorang bujang lagi, kamu sudah menikah. Berhentilah menganggu gadis-gadis cantik, pikirkan perasaan istrimu!" Kata Kenzo dengan begitu tegas, biarpun Kalandra adalah adiknya tapi Kenzo tidak mau membelanya. Apalagi Kenzo tahu kesalahan adiknya dan dia sangat paham adiknya seperti apa?
Kalandra mengangguk, dia juga tidak tahu kalau Erika akan mengirim pesan sepagi itu, lagian sudah lama juga dia tidak mengirim pesan pada Erika.
"Kimmy, aku tahu perasaan kamu. Jika Kenzo yang berbuat seperti itu, mungkin aku juga akan marah sama seperti kamu," tutur Melly yang di anggukin oleh Kimmy.
"Aku tidak akan berbuat seperti itu sayang, aku bukan Kalandra yang suka bermain dengan gadis-gadis cantik," Kenzo membela dirinya sendiri, tapi secara tidak langsung Kenzo juga membuat Kalandra semakin dalam masalah besar.
"Apa sih kak, kenapa jadi Kalan yang semakin dibawa-bawa?" Elak Kalandra, karena takut Kimmy akan semakin marah.
Kimmy langsung menatap Kalandra dengan tatapan tajam, tapi untuk merubah suasana Melly punya ide.
"Kalian ini masih pengantin baru, berusaha sama-sama menahan amarahnya kalian, ini belum seberapa? Nanti kedepannya ujian dalam pernikahan pasti ada-ada saja," tutur Melly untuk semuanya.
Kali ini Melly begitu bijak, bahkan Melly juga sangat dewasa dalam menyikapi masalah yang ada saat ini.
Kimmy dan Kalandra masih sama-sama diam-diam, Kenzo juga akhirnya ikut diam.
"Sudahlah, ayo lupakan masalah kalian! Ini adalah bulan madu kita, ayo kita pergi untuk bersenang-senang!"Ajak Melly dengan begitu antusias.
Akhirnya biarpun Kalandra dan Kimmy masih perang dingin, mereka menurut dan mereka langsung pergi menuju ke laut untuk pergi jalan-jalan.
BERSAMBUNG 🤣
Terimakasih para pembaca setia 😊
Mampir yuk ke karya Author yang baru, "Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir"