Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Diam-diam suka Kalandra


"Dia adalah istriku!" Jawab Kalandra dengan tegas.


Seketika Erika terkejut, dia juga tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Kalandra?


"Apaa?!" seru Erika.


Erika memang tidak tahu kalau Kalandra sudah menikah, lagian Kalandra juga tidak menyebar banyak undangan waktu menikah.


"Istri, kapan kamu menikah?" Sambung Fano, dia juga tidak kalah terkejut dari Erika.


Kimmy sangat kesal, bahkan Kalandra yang hendak memegang tangannya saja langsung di tepis dengan kasar oleh Kimmy.


"Hey, kalian aku sudah menikah minggu lalu. Dan Kimmy ini adalah istriku." Jelas Kalandra dengan tegas.


"Aku adalah teman minummu, tapi kamu tidak mengundang aku ke acara pernikahan kamu, apa-apaan kamu ini Kal?" Fano protes pada Kalandra, tapai Kalandra hanya tertawa kecil.


"Sudahlah, yang penting kalian sudah tahu Kalau aku sudah menikah, lagian aku juga tidak mengundang banyak teman," kata Kalandra.


Erika menatap Kalandra dengan tatapan sengit, sungguh tidak menyangka sekali Kalandra yang selama ini diam-diam Erika menyukainya dan ternyata Kalandra sudah menikah dengan gadis lain.


"Dasar laki-laki tidak punya perasaan," celetuk Erika dengan tatapan sengit.


"Maksudnya? Siapa yang tidak punya perasaan?" timpal Kimmy, sorot matanya terlihat tidak suka dengan Erika.


"Siapa lagi, tentu saja suamimu itu." Jawab Erika dengan malas.


Kalandra menatap Erika dengan tatapan penuh tanda tanya? Tidak punya perasaan bagaimana maksudnya? Jelas-jelas selama ini Kalandra hanya menganggap Erika sebagai teman saja.


Fano mendengus kesal, lalu dia menatap Erika dari kepala sampai ujung kaki.


..."Erika, Kalandra tidak mungkin menyukai kamu. Lagian kamu itu bukan tipe Kalandra," cibir Fano dengan tatapan serius pada Erika....


..."Erika, kamu itu tidak cocok dengan Kalandra ya biarpun Kalandra hobbynya minum. Tapi dia itu pasti akan memilih wanita yang baik untuk menjadi istrinya dan calon ibu untuk anak-anaknya nanti, bukan wanita seperti kamu," batin Fano dalam hatinya....


"Apa sih Fan, aku dan dia suka minum bersama, Kalandra juga sering mengantarkan aku pulang sampai rumah," sahut Erika dengan tidak tahu malunya.


Kimmy tertawa sambil menatap Erika dengan tatapan sinis.


"Hanya minum bersama, tapi kamu tidak di jadikan istri kan sama Mas Kalan, aku yang tidak pernah minum bersama, malah sudah sah menjadi istrinya." Kata Kimmy, senyumnya begitu manis pada Erika.


"Hanya istri, aku bisa merebut Kalandra dari kamu dasar gadis sombong," Erika tidak terima hatinya menggebu-gebu.


"Rebut saja kalau bisa, aku tahu suamiku tidak akan tertarik dengan wanita modelan seperti kamu, sudah baju yang kamu gunakan kurang bahan lagi." Kimmy geleng-geleng kepala, membuat Erika menatapnya kesal.


Dalam hati Kimmy, ternyata Mas Kalan itu banyak wanitanya. Sabar Kimmy, ayo kita berantas satu-persatu!


Kimmy melihat ke arah Kalan, Kalandra hanya diam karena dia takut salah bicara.


"Kamu mau pulang atau tetap disini mas?" tanya Kimmy dengan nada ketus.


"Erika, kamu carilah laki-laki lain yang baik! Karena aku sudah menikah," kata Kalandra dan dia langsung mengandeng tangan Kimmy.


Mereka langsung keluar dari club malam itu, Kalandra dan Kimmy saling diam di dalam mobil, Kimmy juga memilih memejamkan matanya karena merasa sangat kesal.


Sesampainya di rumah Kimmy juga langsung masuk ke dalam kamar, Kalandra mengekor di belakang Kimmy. "Pasti Kimmy marah lagi, Erika kamu membuatku dalam masalah besar," batin Kalandra dalam hatinya.


******


Pagi menunjukkan pukul 7 pagi, hari ini Kenzo dan Melly sudah sama-sama masuk ke kantor.


Iya Melly masih bekerja sebagai sekretaris Kenzo, karena Kenzo yang memintanya tapi tenang saja peraturan yang Kenzo buat sudah Kenzo rubah, karena Kenzo yang melanggar peraturan yang dia buat sendiri.


Kenzo dan Melly berjalan bergandengan mesra dan terus tersenyum pada pegawai yang juga tersenyum pada mereka.


"Lihat, mereka cocok sekali."


"Ternyata ini alasan bos, merubah peraturan yang dia buat sendiri."


"Diam-diam sih bos, pacaran dengan sekertarisnya sendiri dan kini mereka sudah menikah."


"Sungguh, Bos Kenzo sungguh keren."


Sekarang semua pegawai kantornya tahu, kalau Kenzo merubah peraturan yang dia buat, karena ternyata Kenzo berpacaran dengan Melly.


Kini Kenzo dan Melly sama-sama sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Sayang, kamu tidak apa-apakan tetap kerja dengan mas?" tanya Kenzo, dia takut Melly kecapean jika terus bekerja di kantornya.


Tapi Kenzo juga ingin terus berduaan dengan Melly, wanita yang sudah sah menjadi istrinya ini.


"Tidak apa-apa mas, nanti kalau Melly sudah hamil baru Melly berhenti kerja," Jawab Melly.


Kenzo tersenyum, dia sangat tertarik dengan obrolannya Melly saat ini. Kenzo beranjak dari tempat duduknya, lalu menghampiri Melly yang sedang duduk di sofa.


"Sayang, kamu bilang kalau kamu hamil kamu berhenti kerja." Tanya Kenzo dengan antusias dan di anggukin oleh Melly.


Senyum Kenzo semakin lebar, membuat Melly menatapnya bingung.


"Kenapa sih mas, senyum-senyum terus? Nanti gigi kamu kering loh," cibir Melly sambil geleng-geleng kepala. Melly rasa suaminya ini sudah mulai sedeng.


"Mau buat kamu cepat hamil, sayang mari bekerja sama! Mas jadi penggilingnya, lalu kamu jadi pabriknya, terus kita produksi Dede bayi yang banyak," tawar Kenzo dengan tatapan mesum.


Sungguh Melly menyesal sudah mengatakan hal seperti tadi, lihat suaminya malah semakin sedeng.


"Mas, ini di kantor, kita bicarakan hal itu nanti di rumah saja!" Kata Melly, agar otak suaminya yang suka mesum ini tidak traveling kemana-mana.


"Kalau di rumah mah tidak usah di bicarakan sayang, langsung produksi saja!" Sahut Kenzo, dan Melly hanya bisa mendengus kesal.


Terserah Kenzo sajalah, mau giling, mau produksi, yang penting nikmat luar dalam.


"Sudahlah mas, lanjutkan pekerjaan mas!" Omel Melly, tapi lagi-lagi Kenzo malah tersenyum mesum.


"Sayang, kita nanti langsung ke Apartemen saja ya! Biar mas leluasa ngawinin kamunya," kata Kenzo yang otaknya sudah di racunin dengan pikiran kotornya.


Melly hanya mengangguk agar cepat selesai, daripada Kenzo terus bewel pada dirinya.


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🤗