Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Oleh-oleh dari Kinan


Satu minggu telah berlalu Kinan dan Aftar juga akhirnya pulang dari liburan mereka.


Seperti pagi biasanya, Kinan dan Aftar sudah duduk di meja makan menunggu kedua putra tampan mereka dan istri-istrinya.


Melly dan Kimmy yang melihat kedua mertuanya sudah pulang, mereka sangat bahagia.


"Mama, Melly kangen."


"Kimmy juga kangen sama mama."


Kimmy dan Melly sudah seperti putri Kinan sendiri, bahkan mereka lebih manja dari Kenzo dan Kalandra.


"Anak-anak mama, apa kalian juga tidak merindukan mama?" tanya Kinan, dia melihat kedua putranya yang hanya duduk saja.


Aftar hanya tersenyum, terserah istrinya dan anak-anaknya sajalah yang paling penting mereka semua bahagia.


"Aku kangen mama..." Kalandra langsung memeluk Kinan dengan manja.


"Dasar manja, Ken kangen sama papa." Kenzo malah memeluk Aftar.


Kini setelah saling melepas kangen satu sama lain, mereka sarapan pagi bersama.


"Oh iya, mama punya oleh-oleh buat kalian semua, tapi kalian makan dulu ya!" Kata Kinan sambil tersenyum.


Semuanya mengangguk kompak, membuat Kinan dan Aftar sama-sama tersenyum pada anak-anak mereka.


Kini setelah selesai sarapan mereka langsung menuju ke ruang keluarga, semua oleh-oleh sudah di siapkan oleh Kinan disana.


"Melly, ini buat kamu nak." Kinan memberikan satu bingkisan untuk Melly.


"Terimakasih mama," jawab Melly sambil menerima bingkisan itu dari Kinan.


"Sama-sama nak, Kimmy ini untuk kamu sayang." Kinan memberikan satu bingkisan untuk Kimmy.


"Terimakasih mama," Kimmy terlihat bahagia sambil menerima bingkisan itu dari Kinan.


Kimmy dan Melly sibuk membuka bingkisan dari Kinan.


Kinan juga memberikan bingkisan pada Kenzo dan Kalandra. Kini Kenzo dan Kalandra juga sama-sama membuka bingkisan dari Kinan.


"Wahh baju tidur cauple." Kata Melly, aduh pikiran Melly langsung traveling bahkan Kenzo langsung senyam-senyum dengan tatapan m*s"m.


"Mama, ini lipstik baru, tapi aku juga dapat baju cauple," kata Kimmy dengan begitu senang, Kalandra juga senyam-senyum dengan otak yang sudah di penuhi kem*s*man.


Kinan sengaja memberikan lipstik pada Kimmy karena waktu itu Kimmy bilang kalau lipstik barunya di buang oleh Kalandra, tapi tetap untuk urusan oleh-oleh Kinan memberikan yang sama pada kedua menantunya ya itu baju tidur cauple.


Sedangkan untuk Kalandra dan Kenzo, Kinan memberikan jam tangan cauple.


*****


Jam menunjukkan pukul 10 pagi, karena hari ini Kenzo libur kerja, Kalandra juga masih libur juga karena cafe nya masih di tutup.


Kini Kalandra memilih pergi berkunjung ke rumah kedua mertuanya, Kimmy juga sudah sangat merindukan kedua orang tuanya.


Sedangkan Kenzo sibuk menemani Aftar bermain ular tangga, dimana-mana main catur ini main ular tangga.


Kinan dan Melly sibuk di dapur membuat kue-kue kering untuk cemilan bersama.


"Melly, rencananya mau punya anak berapa?" tanya Kinan yang sedang sibuk membuat kue kering.


"Entahlah ma, kalau Melly pinginnya dua, tapi Mas Kenzo mungkin minta lebih ma," jawab Melly yang sedang sibuk memasukkan kue yang sudah jadi ke dalam toples.


Kini mereka membuat kue sambil asik mengobrol.


Aftar terlihat kesal karena dari tadi dia kalah bermain ular tangga bersama Kenzo.


"Biasa aku selalu menang jika bermain dengan Vino," celoteh Aftar yang tidak menerima kalau dirinya sudah beberapa kali kalah dari Kenzo.


"Papa, Kenzo itu hebat!" Kenzo tertawa dengan penuh kemenangan.


Aftar terlihat kesal, bahkan dia begitu semangat dalam bermain ular tangga tapi lagi-lagi Aftar kalah melawan Kenzo.


"Sudahlah Ken, kamu curang, masa papa kalah terus," protes Aftar membuat Kenzo tertawa.


"Dasar, kamu ini otaknya m*s*m sekali, sama seperti papa." Sahut Aftar yang membuat Ken juga ikut tertawa.


Ternyata Kenzo dan Aftar sama-sama boboroknya di atas ranjang tempat tidur. Untung saja istri-istri mereka selalu menurut pada mereka.


"Papa ini, kalau mama dengar pasti dia akan mengoceh seperti burung beo," kata Kenzo dengan suara pelan.


"Jangan sampai dengar, nanti mama kamu marah 7 hari 7 malam nak!" sahut Aftar dengan suara pelan juga.


Kini Aftar dan Kenzo sama-sama tertawa, lalu mereka melanjutkan permainan ular tangga mereka.


Setelah selesai membuat kue Kinan dan Melly membawa dua toples kue dan teh hangat untuk Kenzo dan Aftar.


Kini Kenzo dan Aftar tidak berani berkutik ataupun membahas hal-hal nyeleneh, karena jika istri-istri mereka mendengar pasti akan menjadi masalah besar untuk mereka.


*****


Kalandra dan Kimmy terlihat bahagia, mereka hari ini menghabiskan waktu mereka bersama kedua orang tuanya Kimmy.


Vira juga sudah menyiapkan makanan kesukaan Kimmy, karena tahu Kimmy akan datang kerumahnya.


"Ken, kamu menjaga Kimmy dengan baikkan?" tanya Vira, dia kawatir putri satu-satunya ini kenapa-kenapa.


"Tentu saja ma, aku menjaga istriku dengan baik." Jawab Kalandra dengan tegas.


"Baguslah, jangan sampai kamu menyakitinya atau papa akan mengambil Kimmy dari kamu!" Ancam Arga, membuat Kalandra takut dan langsung menggegam tangan Kimmy dengan erat.


"Tidak akan aku lakukan pa, aku akan selalu menyayanginya pa," tega Kalandra membuat Vira dan Arga sama-sama tersenyum senang.


Vira sangat bersyukur akhirnya Kimmy menemukan laki-laki yang tepat, berharap Kimmy tidak akan merasakan rasa sakit yang Vira alami dulu saat awal-awal bersama Arga.


"Baguslah, Kalan papa hanya punya satu putri cantik, bahagiakan dia untuk selamanya ya!" Pinta Arga dan Kalandra mengangguk penuh semangat.


Hari ini Kimmy terlihat bahagia menghabiskan waktu bersama keluarganya, apalagi setelah beberapa lama tinggal di rumah mertuanya.


Aftar, Kinan, Kenzo dan Melly, mereka bergantian bermain ular tangga dan kini Aftar dan Kenzo menjadi pendukung istri-istri mereka.


"Mama, papa, besok berkunjung ke rumah nenek ya!" Ajak Kenzo dengan begitu semangat.


"Boleh, sekalian mama mau antar oleh-oleh buat nenek kalian," jawab Kinan dengan begitu bahagia.


"Kita bareng-bareng ke rumah mama sayang, ajak Kalandra dan Kimmy juga!" Sambung Aftar.


"Iya pa, sekalian nengok mama, aku kan terakhir kesana sebelum kita berangkat liburan," sahut Kinan, tiba-tiba ponsel milik Kinan berdering dan itu ternyata telpon dari Imah yang tidak lain adalah suster yang mengurus Herlin.


Kinan mengambil ponselnya yang ada di atas meja, lalu mengangkat telpon dari Imah.


"Hallo Imah...." sapa Kinan.


"Nyonya Kinan, Nyonya besar masuk ke dalam rumah sakit!" Kata Imah, terdengar Imah sedang menangis.


"Rumah sakit! Rumah sakit mama Imah?" tanya Kinan dengan nada kaget.


"Rumah sakit xx," jawab Imah.


Kinan langsung mematikan saluran teleponnya, lalu dia langsung mengajak semuanya ke rumah sakit. Mereka langsung naik ke dalam mobil, lalu Kenzo langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit.


"Mama, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada mama." Kinan terus berdoa sepanjang jalan.


Sesampainya di rumah sakit, Kinan dan yang lainnya langsung menemui Imah dan Imah hanya menangis.


"Imah, apa yang terjadi pada mama?" tanya Kinan, sungguh dia sangat kawatir pada sang mama.


"Jantung Nyonya besar kumat, Nyonya besar sedang di periksa oleh Dokter," jawab Imah sambil menangis, dia takut Herlin kenapa-kenapa.


Kini semuanya menunggu dokter yang memeriksa Herlin keluar dari dalam ruangan nya.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia