Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Dasar dedemit penganggu


Jam menunjukkan pukul 12 siang, Kalandra terlihat murung sambil duduk sendirian di cafe miliknya.


Mengingat istrinya masih kesal padanya gara-gara di club semalam, sebagai pengantin yang terbilang masih baru, tentu saja Kalandra merana apalagi aturan enak-enak, ini malah seperti kulkas sama yang begitu dingin.


"Erika, kamu adalah biang masalah untuk keluarga kecilku."


"Gara-gara kamu, Kimmy semakin kesal padaku. Entah, sampai kapan Kimmy akan bersikap dingin padaku?"


"Padahal aturan enak-enak, ini malah main perang dingin seperti kulkas dengan istri yang baru aku nikahi beberapa hari yang lalu."


Kalandra yang semakin merasa kesal, dia beranjak dari tempat duduknya, dia buru-buru pergi ke kantor Kenzo, karena pasti Melly bisa membantu menyelesaikan masalahnya ini.


Kalandra langsung menaiki mobilnya lalu dengan cepat melajukan mobilnya menuju ke kantor Kenzo.


Sesampainya di kantor Kenzo, Kalandra langsung masuk. Tidak sulit untuk Kalandra masuk ke dalam kantor sang kakak, karena semua pegawai di kantor kakaknya itu kenal dengan Kalandra kalau Kalandra ada putra kedua dari keluarga Sanjaya.


Kalandra mengetuk pintu ruangan Kenzo dengan begitu semangat. "Tok..tok..tok...."


Kalandra berdecak kesal, baru saja mau berciuman dengan istrinya suara ketukan pintu terdengar nyaring di telinganya.


"Aish, dedemit mana yang saat jam makan siang mengetuk pintu ruangan bos, dasar menganggu orang mau produksi anak saja." Kenzo berdecak kesal sambil menggerutu tidak jelas.


Melly hanya tertawa kecil, lagian sudah di suruh nanti saja enak-enakanya di rumah, Kenzo tidak percaya dan seperti biasanya tidak sabaran.


"lagian mas, tidak sabaran. Sudah tahu ini di kantor, tapi tidak sabaran itu tongkat kecilnya juga bandel sekali." Melly malah mengomeli suaminya.


Kenzo berjalan kearah pintu ruangannya untuk membukakan pintu ruangannya yang tadi dia kunci agar tidak ada orang masuk dengan sembarangan.


Kalandra semakin gusar, karena kakaknya lama sekali membukakan pintu ruangannya. "Aish, kenapa lama sekali kakak membukakan pintu ruangannya?" batin Kalandra dengan otak yang sudah traveling kemana-mana dan berpikiran mesum.


Dasar adik dan kakak sama saja, iya sama-sama mesumnya.


"Ceklek..." Kenzo membukakan pintu ruangannya dengan kesal.


Melihat Kalandra yang datang, raut wajahnya semakin kesal.


"Dasar dedemit pengganggu, ada apa datang kesini?" tanya Kenzo dengan tatapan penuh rasa kesal.


"Kak tahan saja dulu! Kamu tahu, aku sudah beberapa hari ini aku di cuekin sama Kimmy, dia sedang menjadi es batu." Kata Kalandra, dia main masuk saja ke ruangan kakaknya padahal Kenzo belum menyuruhnya masuk.


"Hey, lalu apa urusannya denganku? Kamu sendiri yang membuat masalah, gadis cantik dimana-mana," celoteh Kenzo pada adiknya.


Melly menatap suaminya dan adik iparnya itu dengan tatapan bingung, ada apa dengan mereka berdua? Kenapa terlihat seperti sedang berantem.


"Kalian kenapa?" tanya Melly dengan tegas.


Kalandra langsung duduk di sebelah Melly, bahkan dia enggan mengurusi celotehan sang kakak.


"Kakak ipar, Kimmy terus merajuk padaku. Bujuk lah dia! katakan padanya kalau aku tidak suka bermain wanita," pinta Kalandra pada Melly.


Kalandra yakin dalam masalah ini Melly pasti bisa membantunya apalagi, mereka sesama wanita pasti saling mengerti.


Lagian Melly juga tahu gadis mana saja yang pernah berkencan dengan Kalandra, yang pernah diajak shopping Kalandra, bahkan yang pernah morotin Kalandra dan buat Kalandra sakit hati Melly juga tahu semuanya.


"Hey kamu kan sudah berumah tangga belajar lah menyelesaikan masalah sendiri," timpal Kenzo yang masih kesal pada Kalandra karena sudah menjadi dedemit pengganggu di saat Kenzo dan Melly mau ehem-ehem.


"Kak Ken, kali ini dalam keadaan gawat. Cuma Kak Melly yang bisa membantuku," jawab Kalandra.


Kenzo menatap adiknya dengan tatapan tidak suka, tapi Melly malah tersenyum dengan begitu manis.


"Mas Ken, biarkan aku membantu Kalian untuk menjelaskan pada istrinya," kata Melly dengan nada lembut.


Kalandra tersenyum senang, Kenzo juga mengangguk terpaksa. Ya biar bagaimanapun adiknya ini sedang kewulahan jadi Kenzo juga tidak boleh egois.


"Baiklah, nanti setelah pulang dari kantor. Kita ke rumah kamu ya aku bertemu Kimmy," kata Melly sambil tersenyum.


Kalandra mengangguk penuh semangat, akhirnya setelah pekerjaan selesai Melly, Kenzo dan Kalandra langsung pergi menuju ke rumah Kalandra untuk bertemu dengan Kimmy.


BERSAMBUNG 😊


Terimakasih para pembaca setia 🙏