Menikah Kontrak 100 Hari

Menikah Kontrak 100 Hari
Gara-gara resep


Malam menujukan pukul 11 malam, Aftar dan Kinan masih terjaga. Sedangkan Kenzo sudah tidur dan dia di taruh di box bayi dekat Kinan tidur.


"Sayang, kamu tidak tidur?" Tanya Aftar, melihat Kinan hanya diam saja sambil melihat Kenzo yang sudah lelap tertidur.


Setiap kali melihat Kenzo, Kinan merasa sangat bahagia. Bagi Kinan, Kenzo adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan pada dirinya, kehadiran Kenzo menjadi pelengkap keluarga kecilnya.


Kinan membenarkan posisinya, lalu matanya menatap Aftar dengan lekat, Aftar menatap balik mata Kinan dengan tatapan bingung.


"Apa hari ini aku berbuat salah?" Tanya Aftar dalam hatinya.


"Kamu kenapa? Jangan menatap mas seperti itu?" Tanya Aftar, karena menurut Aftar saat ini tatapan Kinan begitu menakutkan.


"Mas, aku tadi melihat kamu memasukkan sesuatu ke kantong celana sekertaris Vino. Apa yang mas masukkan?" Kinan meminta jawaban, matanya terus menatap tajam mata Aftar.


Aftar terkekeh, kenapa kejailannya bisa di lihat oleh istrinya?


"Haruskah aku mengatakannya pada Kinan?" Aftar kembali bertanya pada hatinya.


"Mas, katakan kamu memasukkan apa?" Tanya Kinan, awas saja jika Mas Aftar sampai macam-macam jangan harap malam ini dia tidur di atas ranjang! Kinan sudah ngedumel dalam hati.


"Sayang, itu hanya resep agar Vino bisa tahan lama biara adonan mereka cepat jadi," jawab Aftar dan akhirnya Kinan tertawa. "Dasar kamu mas, jail sekali!" Omel Kinan sambil tertawa.


"Jangankan aku, itu mantan kamu juga jail sekali." Sambung Aftar, mengingat Arga juga memberikan resep pada Vino.


"Maksud mas, sih Arga?" Kinan memperjelas kata-kata suaminya, dasar Aftar gengsi sekali tidak pernah mau menyebutkan nama Arga.


"Jangan sebut namanya!" Omel Aftar, terlihat cemburu yang begitu besar di benak matanya, Kinan hanya tersenyum kecil.


"Dasar suamiku, sudah sama-sama punya ekor saja masih saja cemburuan," batin Kinan dalam hatinya.


Kinan dan Aftar sama-sama tertawa, mereka juga sama-sama membayangkan apa yang akan terjadi pada kedua pengantin baru itu? Saat menggunankan resep dari Aftar atau Arga nanti.


******


Di sebuah kota yang begitu indah, Vino dan Caca sedang berbulan madu.


Malam ini mereka sudah sampai di hotel tempat mereka menginap.


Vino dan Caca baru saja selesai mandi, kini mereka sama-sama duduk di atas ranjang tempat tidur.


Caca masih terlihat canggung, dia bingung apa yang harus dia lakukan? Sedangkan dari tadi Vino juga hanya diam saja.


"Sayang, sebentar ya aku ke kamar mandi dulu." Vino beranjak dari tempat tidurnya, lalu dia masuk ke dalam kamar mandi.


Caca menghela nafasnya dalam-dalam, agar tidak terlalu canggung.


"Entah apa yang akan terjadi? Aish, malam pertama aku harus bagaimana?" Tanya Caca pada hatinya.


Di dalam kamar mandi, Vino merogoh kantong celananya yang tadi di pakai saat acara pernikahannya. Vino mengambil sesuatu dari dalam saku celananya, lalu dia membacanya.


"Dasar para sahabat koplak, bayangkan saja jika aku minum di salah satu di antara resep ini. Akankah Caca kuat?" Vino tertawa dalam hatinya.


Vino senyam-senyum, dia ingin meminumnya tapi ragu dan takut Caca akan kuwalahan dan kecapean. Tapi jika tidak meminumnya Vino juga sangat penasaran dengan khasiatnya, akhirnya Vino mengambil salah satu di antara mereka dan memutuskan untuk meminumnya malam ini.


Vino keluar dari dalam kamar mandi, dia berjalan menuju ke dekat nakas tempat tidur lalu mengambil air putih, kini Vino meminum salah satu resep yang diberikan oleh Aftar dan Arga.


Caca yang sudah berbaring dengan posisi miring, dia membalikkan badannya tatapan mata Caca terlihat kesal pada Vino.


"Perasaan di kamar mandi, lama sekali." Kata Caca dengan raut wajah kesal.


"Bisnis apa di dalam kamar mandi? Bisnis sama sabun? Dasar sudah punya istri juga," gerutu Caca dalam hatinya.


"Sana bisnis lagi saja!" Caca merajuk manja, karena sampai mengantuk menunggu sang suami keluar dari dalam kamar mandi.


Vino cengar-cengir, lalu tiba-tiba menindih tubuh mungil Caca. "Sekarang, bisnisnya sama kamu di atas kasur," bisik Vino dengan suara agak mendesah.


Caca tersenyum. "Aku mengantuk," kata Caca yang masih kesal.


"Aku tidak perduli, malam ini aku akan membuatmu tidak tidur sepanjang malam," Vino menatap Caca begitu dalam, dengan lembut Vino mendaratkan bibirnya ke bibir Caca.


Kini Vino mulai mencium bibir Caca, Caca yang awalnya agak meronta tapi sedikit demi sedikit Caca membuka mulutnya. Hingga terjadilah di antara mereka ciuman yang begitu panas.


Desahan manja, erangan penuh nikmat menjadi saksi bisu cinta mereka. Tangan Vino mulai membuka kancing baju Caca. Caca juga membantu Vino melepaskan bajunya, Ciuman mereka semakin bergairah, Vino juga sangat ganas mungkin karena efek resep yang dia minum.


Satu-persatu mereka mulai membuang baju-baju mereka ke sembarang tempat. Hingga kini keduanya sudah sama-sama sepolos toples, Vino kembali memulai aksinya, dia menikmati setiap inchi tubuh wanita yang sudah sah menjadi istrinya ini, bekas merah menjadi saksi bisu cinta mereka.


"Emmhh achh....." Desah Caca, menikmati g*s*k demi g*s*kan di bagian m*l*knya.


Dengan kuat Vino terus mengg*s*kan miliknya di milik Caca. Caca mencakar kuat bagian punggung Vino.


Vino mengarahkan mulutnya ke p*t*ng Caca, lalu dengan lembut meng*l*mnya. Membuat Caca merasakan kenikmatan yang begitu nikmat.


"Aku masukkan ya, ini akan sakit tapi aku akan melakukannya dengan lembut!" Vino melebarkan sl*k*ng*n Caca, lalu mengarah kan miliknya ke dalam milik Caca.


"Ah... sayang pelan-pelan!" Desah Caca, yang mulai merasakan tusuk-tusukkan untuk membobol gawangnya.


"Iya sayang, kamu tahan ya!"


Vino terus melanjutkan aksinya, mungkin agak sulit karena milik Caca masih sangat sempit.


Setelah beberapa lama berusaha, akhirnya benda tumpul miliknya berhasil membobol gawang Caca.


Vino terus melanjutkan aksinya, hingga keduanya sama-sama mencapai puncaknya.


Setelah puas, Vino menjatuhkan dirinya di samping Caca. "Lega sekali sayang," kata Vino sambil mendesah manja.


Caca hanya memejamkan matanya, kini rasanya entah bagaimana yang jelas malam ini dirinya sudah sepenuhnya menjadi milik Vino.


Vino dan Caca membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi, mereka mandi bersama dan di dalam kamar mandi Vino kembali beraksi mungkin itu efek resep yang dia minum tadi.


Malam ini Caca sungguh di buat panas dingin oleh Vino, Vino juga sangat capek karena malam ini mereka melakukan dua kali, Vino masih meminta lagi tapi Caca sudah tidak kuat.


Akhirnya setelah membersihkan tubuhnya, Caca tidur duluan, Vino yang masih sangat ingin melakukannya akhirnya dia melanjutkan sendirian di dalam kamar mandi.


Entah apa yang Vino lakukan di dalam kamar mandi? Hanya Vino yang tahu.


BERSAMBUNG 😁


Terimakasih para pembaca setia 🤗


Insyaallah Author mau buat karya baru, kira-kira mau pada baca gak ya 🙏🤗


Di buat covernya dulu ya, insyaallah segera di rilis. Di tunggu ya kakak-kakak semuanya 🤗