
"Mama...."
"Kinan, sabar ya sayang!" Aftar langsung menarik Kinan masuk ke dalam pelukannya.
Kinan merasakan kalau sang mama berasa masih ada di sakitar mereka, bayang-bayang sang mama seperti terus muncul di benak mata Kinan.
"Mas, mama....."
"Kenapa mama pergi meninggalkan aku?"
"Mama, Kinan membelikan sesuatu yang mau, Kinan sudah membelinya, tapi belum sempat Kinan berikan."
Isak tangis Kinan kembali pecah, Aftar hanya bisa memberikan pelukan untuk sang istri yang saat ini masih begitu sedih.
Disini Vira dan Caca akhirnya yang mengambil alih semuanya, mereka sibuk menyiapkan untuk acara nanti malam, Imah dan Art yang lainnya sibuk.
Kenzo berusaha kuat, biarpun dia merasakan kesedihan yang begitu dalam, dia berusaha bangkit dan tidak boleh sedih lagi.
Kenzo menghampiri Caca dan Vira yang kini sedang berdiskusi dengan Imah dan Art yang lainnya.
"Imah, kamu pesan kue untuk nanti malam." Kata Vira dengan nada sopan.
"Baik Bu, sama apalagi?" tanya Imah dengan sopan juga.
"Mama, biar Ken yang urus semuanya, untuk acara nanti malam kita pesan di restoran dan toko kue langganan saja, nanti Ken dan Melly yang urus semuanya." Kata Kenzo, membuat Caca dan Vira sama-sama mengangguk.
"Baiklah, kalian kerjakan yang lain saja!" kata Caca, Imah dan Art yang lainnya akhirnya pergi mengerjakan lainnya di ruang tamu yang begitu luas.
Kenzo langsung menelpon ke restoran langganan untuk memesan beberapa banyak nasi bok, Melly juga langsung menelpon ke toko kue langganan untuk memesan bermacam-macam kue untuk acara nanti malam.
Akhirnya detik demi detik, jam demi jam telah berlalu, semuanya juga sudah mandi dan rapi, mereka semua siap untuk acara malam ini.
Tangis Kinan juga akhirnya meredah, hanya saja saat ini mata mereka terlihat bengkak karena menangis begitu lama.
Akhirnya acara malam ini di mulai, Kenzo juga mengundang anak yatim untuk memberikan santunan pada mereka.
Malam ini acaranya adalah mendoakan mendiang Herlin agar tenang di alam sana dan masuk ke surga.
Berbagai doa di panjatkan oleh para tamu yang datang, hingga akhirnya selesai dan Kenzo langsung membagikan santunan untuk para anak yatim yang datang, berharap ini semua bisa mengurangi dosa-dosa Herlin di masa hidupnya.
Setelah rangkaian acara demi acara selesai, akhirnya semuanya pada pulang, tapi Kinan dan Aftar memilih tidur di rumah Herlin.
Kenzo, Melly, Kalandra dan Kimmy, mereka juga ikut tidur dirumah Herlin
Sedangkan Caca, Vino, Arga dan Vira, mereka pulang setelah semua acara selesai.
Kini setelah semuanya pulang, Kinan dan Aftar langsung masuk ke dalam kamar.
Sedangkan Kenzo, Melly, Kalandra dan Kimmy, mereka makan malam lebih dulu, karena dari tadi mereka belum makan apa-apa sama sekali.
"Rasanya aku tidak ***** makan," keluh Kalandra yang terlihat masih sangat sedih.
"Kalan makan! Jangan sampai tidak makan nanti sakit," omel Kenzo yang sebenarnya juga malas makan, tapi Kenzo harus kuat.
Akhirnya mau tidak mau semuanya makan biarpun makan malam ini tidak senikmat malam-malam biasanya.
"Dulu ada nenek, sekarang sudah tidak ada." Kata Kalandra, mengingat setiap makan di rumah neneknya pasti makan bersama sang nenek.
"Kalan, doakan nenek bahagia di surga ya! Jangan sedih terus!" Pinta Melly, dia tahu bukan hanya Kalandra yang merasakan kehilangan nenek sebaik Herlin.
Kimmy hanya bisa terus memberikan semangat pada suaminya, karena memang hanya itu yang Kimmy bisa lakukan, Kimmy juga mengenal nenek Herlin setelah menikah dengan Kalandra, tapi biarpun Kimmy hanya bertemu beberapa kali pada Herlin, Kimmy juga merasakan kehilangan yang begitu dalam, apalagi Herlin juga sangat menyayangi Kimmy.
"Mas, mama sudah makan? Papa juga sudah makan belum?" tanya Melly, mengingat dari tadi mama mertuanya hanya menangis saja.
"Mama belum, tapi papa udah." Jawab Kenzo, tadi Kenzo melihat sang papa makan waktu sedang menemui para tamu.
Melly mengangguk, setelah selesai makan, Melly megambilkan sepiring nasi dan macam-macam lauk, lalu membawanya masuk ke kamar Kinan dan Aftar.
"Aku antar makan buat mama dulu ya, oh Kimmy kamu makan yang banyak, suami kamu juga makan yang banyak ya!" Kata Melly sambil melihat Kimmy dan Kalandra yang dari tadi tidak menghabiskan makanan mereka.
Kimmy dan Kalandra sama-sama mengangguk, lalu Melly langsung pergi menuju ke kamar Kinan dan Aftar.
"Tok..tok....mama, papa....!!" Melly mengetuk pintu Kinan dan Aftar.
"Masuk nak, pintunya tidak di kunci!" Sahut Aftar, yang dari tadi hanya memeluk Kinan.
Melly membuka pintu kamar mereka, lalu Melly masuk ke dalam.
"Ada apa nak?" tanya Aftar dengan nada lembut.
"Papa, mama belum makan. Melly bawakan makan malam untuk mama," Melly menaruh sepiring makanan di atas nakas dekat tempat tidurnya.
Aftar melepaskan Kinan dari pelukan, lalu menatap Kinan dengan tatapan lembut.
"Kinan, kamu makan dulu ya! Nanti kamu sakit," pinta Aftar dengan nada lembut.
"Kinan tidak ingin makan mas," tolak Kinan dengan nada terdengar lemas.
Melly duduk di tepi ranjang, dia mendekati mama mertuanya, lalu memegang kedua tangan Kinan dengan erat.
"Mama, mama harus makan! Kita semua sedih ma kehilangan nenek, tapi jika kita sakit, nanti nenek akan sedih di surga sana," bujuk Melly dengan nada lembut.
"Iya ma, benar apa kata Melly. Makan dulu ya ma, sedikit saja!" bujuk Aftar, berharap Kinan mau makan.
Akhirnya Kinan mengangguk, Kinan mau makan, Aftar mengambil makanan yang ada di atas nakas lalu menyuapi Kinan dengan sabar.
Sekali-kali air mata Kinan masih menetes, apalagi mengingat mamanya selalu menjadi pelindungnya, ingat sekali waktu Rosa menghina dirinya dengan begitu tegas Herlin membela Kinan, bahkan Herlin dengan senang hati memberikan Kinan kehidupan yang layak agar tidak ada yang berani lagi menghina Kinan.
Aftar terus menyuapi Kinan dengan sabar, Kenzo dan yang lainnya datang ke kamar mereka sambil membawa segelas air putih.
"Mama, minum dulu!" Kata Kimmy sambil tersenyum.
Kinan tersenyum senang, di balik kesedihannya dia bahagia mempunyai kedua menantu yang begitu menyayangi dirinya.
Kimmy memberikan segelas air putih itu pada Kinan, kini mereka semua berada di dalam kamar sambil melihat Kinan makan.
"Papa, mama sudah kenyang." Tolak Kinan saat Aftar mau menyuapkan makanan ke dalam mulutnya lagi.
Aftar mengangguk, biarpun hanya beberapa suap yang penting Kinan mau makan.
Kini setelah makan, akhirnya mereka sama-sama tidur di kamar itu, Kinan dan Aftar tidur di atas ranjang sedangkan Kenzo, Kalandra, Melly dan Kimmy tidur di lantai beralaskan kasur.
Malam ini semuanya tidur di kamar milik Herlin, karena mereka ingin dekat dengan Herlin.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia