
Jam menunjukkan pukul 9 malam, Kinan dan Caca begitu heboh di depan rumah mereka, Vira dan Arga juga berada di rumah Kinan.
Kini mereka sedang asik minum teh sambil mengobrol bersama.
"Kin, anak-anak mana?" tanya Vira yang tidak melihat Kimmy dari tadi.
"Tadi mereka pada tidur Vir, tidak tahu mereka darimana? Orang pulang-pulang langsung pada masuk kamar," jawab Kinan.
"Jalan-jalan pasti mereka, apalagi hari ini Kenzo dan Melly juga libur," kata Kinan, membuat Caca menatap Kinan dengan tatapan serius.
"Libur?!" celetuk Caca.
"Iya kak, mereka libur kerja hari ini." Jawab Kinan, Caca berpikir apakah Melly kerja lagi? Bukankah dia sedang hamil?
"Kin, tapikan Melly sedang hamil, apa dia kerja lagi?" tanya Caca memastikan.
"Hanya untuk sementara kak, Kenzo saat ini sedang mencari sekretaris jadi sampai Kenzo menemukan sekretaris baru, Melly menjadi sekretaris Kenzo tapi percayalah kak Kenzo tidak akan membuat istrinya kelelahan," Kinan menyakinkan Caca, Kinan tahu sebagai orang tua pasti Caca kawatir pada Melly.
Caca mengangguk, dia percaya kalau Kenzo akan menjaga Melly dan calon anaknya dengan baik.
Kenzo yang dari tadi ternyata berdiri di ambang pintu, dia mendengar obrolan mamanya dan mama mertuanya, Kenzo mendekati mereka yang sedang asik mengobrol bersama.
"Mama, kapan datang?" sapa Kenzo, tidak lupa Kenzo mengalami tangan Caca lalu mencium punggung tangan Caca dengan sopan.
"Dari tadi nak, mana istrimu?" tanya Caca, kerena melihat Kenzo hanya keluar sendirian.
Kenzo juga menyalami tangan Vira dengan sopan, kini Kenzo duduk di tengah-tengah para ibu-ibu cantik itu.
"Melly sedang mandi ma, oh iya ma, mama pasti kawatir ya Melly kerja lagi di saat perut Melly sudah mulai membesar, maaf ya ma, tapi Kenzo janji Kenzo akan menjaga anak dan istri Kenzo dengan baik, di kantor juga Kenzo tidak menyuruh Melly berkerja terlalu keras ma, Ken malah menyuruh Melly berbaring saja yang penting aku di temenin kerja," jelas Kenzo, dia tidak mau kalau mama mertuanya sampai kawatir berlebihan.
Caca tersenyum, dia memang tidak salah memilih menantu, sungguh Kenzo ini laki-laki yang sangat bertanggung jawab.
"Iya nak, mending seperti itu, kamu kerja di temani sama istri kamu saja! Oh iya, jangan sampai cari sekretaris baru wanita ya!" Caca memperingatkan Kenzo.
Kenzo mengangguk, padahal beberapa waktu lalu sudah sempat salah pilih sekertaris baru tapi Kenzo tidak berani menceritakan masalah itu pada mamanya dan mama mertuanya.
Setelah selesai mandi, Melly keluar dari dalam kamarnya, Kimmy dan Kalandra juga keluar dari dalam kamar mereka.
"Kak, mana Kak Ken?" tanya Kimmy, karena Melly hanya keluar kamar sendirian.
"Entahlah, aku tadi keluar dari dalam kamar mandi tapi Mas Ken sudah tidak ada di kamar," jawab Melly dengan nada lembut.
"Mungkin dia sedang mencari yang bening-bening kak," timpal Kalandra dengan jail.
"Apa? Air maksud kamu?" Melly kembali menimpalinya.
Kimmy mencubit pinggang Kalandra, sungguh Kalandra ini jail sekali. "Mas, aku suruh tidur di luar nanti kamu," ancam Kimmy membuat Kalandra seketika langsung berbisik di telinga Kimmy. "Maafin mas sayang!"
Kimmy mengangguk, kini mereka keluar ke halaman depan, mereka sama-sama tersenyum senang karena melihat para orang tua mereka sedang menikmati teh bersama, Kenzo juga berada di tengah-tengah mereka.
Senyum Kimmy begitu lebar, sungguh betapa bahagianya melihat mama dan papanya berada di rumah mama mertuanya.
"Mama, papa," sapa Kimmy dan Kimmy langsung memeluk kedua orang tuanya secara bergantian.
"Kimmy, kamu sudah siapkan nama belum untuk anak kamu?" tanya Vira, dengan begitu antusias.
"Belum ma, masih bingung mau kasih nama apa yang bagus?" jawab Kimmy, yang belum memikirkan nama untuk anaknya.
"Asal jangan di kasih nama kecebong kecil saja!" celetuk Kenzo yang diiringi tawa.
"Aish Kakak ini, aku bukan Raka Duda Kaya Tajir Melintir yang asal-asalan memberikan nama pada anakku kak," sahut Kalandra, aish kalau Raka dengar pasti Kalandra tidak akan selamat.
"Ehh tunggu, istri Raka itu begitu polos ya." Sambung Kimmy, dia mulai mengajak ghibah.
"Iya sepolos toples, tapi lucu sih, cerita mereka sangat seru juga," timpal Melly dengan begitu antusias.
Sambil minum teh dan menikmati cemilan mereka asik menghibah, tapi bukan orang lain yang mereka gibahhin melainkan karya-karya Author yang lainnya.
Salah satunya karya Author yang "Suamiku Duda Kaya Tajir Melintir" Duda vs Gadis polos.
"Vira, Kak Caca, kalian baca novel Author yang terbaru tidak?" tanya Kinan.
"Ada dua yang terbaru Kin, yang Cinta Para CEO Tampan dan Alina Wanita Hebat," sahut Vira.
"Aku baca itu Kin, yang Alina Wanita Hebat, ceritanya bikin gregetan sekali, lihat saja sih Vino suaminya Alina, dia sungguh tidak ada akhlak padahal sudah punya anak," sahut Caca dengan begitu geram.
"Vino juga selingkuh sama sekretarisnya ya?" sambung Caca, sangat geram jika mengingat cerita Alina dan Vino di novel "Alina Wanita Hebat"
Caca sangat menghayati cerita "Alina Wanita Hebat" apalagi ini menceritakan sebuah rumah tangga dengan konflik yang tidak terlalu berat tapi sering kali terjadi di dunia nyata, ini membuat Caca geram sendiri membacanya.
"Aku baca yang Cinta Para CEO Tampan, sungguh aku kesal sekali dengan Laras, dia itu tidak peka sekali pada Alvian," cerita Vira yang ternyata sangat suka membaca novel juga.
"Iya Larasnya terlalu egois, pokoknya buat anak-anak mama dan kakak-kakak semua, baca ya novel-novel karya Author yang lainnya, cerita tidak kalah seru," kata Kinan sambil tersenyum.
Aftar, Vino dan Arga, mereka enggan ikut menghibah dan mereka memilih bermain dengan burung-burung mereka yang mereka beli beberapa hari yang lalu.
Iya karena semakin tua dan mereka tidak ada kerjaan lain, akhirnya Aftar, Vino dan Arga dengan kompak mempelihara burung dan tentunya burung-burung itu harganya jutaan, kadang istri-istri mereka juga kesal, apalagi kalau suami-suaminya sudah sibuk dengan burung-burung mereka, pasti mereka cuekin istri-istri mereka.
"Ma, lihat papa." Kata Kenzo, yang melihat Aftar asik bercanda dengan burung yang ada di dalam sangkarnya itu.
"Biarin lah nak, kamu jangan seperti papamu! Mending kamu main burung bersama istrimu saja," celetuk Kinan asal bicara.
Seketika pipi Melly menjadi merah, mendengar celetukan mama mertuanya bicara.
"Kinan, jika itu mah lain lagi ceritanya." Sahut Vira yang diiringi tawa dan pikiran kotornya.
"Kinan, itu bisa diajak main setiap malam yang penting kita mau," sambung Caca yang otaknya semakin m*s*m.
Aish entahlah hari ini semua orang sedang tidak jelas, mereka hanya menghibah karena tidak ada pekerjaan yang harus mereka lakukan.
BERSAMBUNG
Terimakasih para pembaca setia