
Pagi yang cerah telah datang, Melly yang sudah terbangun dari tadi dia baru sadar kalau sang suami tidur dengan masih memakai pakaian kerjanya.
"Mas Ken, apa kerjaan kamu begitu banyak di kantor, kamu tidur tanpa ganti baju dulu." Melly membelai-belai pipi Kenzo dengan lembut.
Melly baru sadar kalau suaminya tidur dengan memakai pakaian kerjanya, apalagi semalam Melly begitu mengantuk mungkin karena sang jabang bayi juga, biasanya nungguin suaminya pulang kerja semalam malah tidur duluan.
Merasakan belaian lembut perlahan-lahan Kenzo membuka pintu, tangannya meraih tangan Melly yang ada di pipinya, kini tangan Kenzo memegang tangan Melly dengan erat.
"Sayang, kamu sudah bangun?" tanya Kenzo dengan tatapan begitu hangat.
"Sudah, mas bangunlah! Kamu mandi dulu, aku siapkan air hangat untuk kamu dulu," Melly tersenyum dan dia beranjak dari tempat tidur dia berjalan meninggalkan Kenzo yang masih meringkuk di kasur.
Kenzo membayangkan wajah cantik istrinya, rasanya ingin sekali setiap saat memeluknya dan berada di sampingnya, tapi sayangnya Kenzo harus berangkat kerja dan tentunya tidak bisa menemani Melly setiap hari.
"Mas mandilah!"
Melly mengambil handuk lalu memberikan handuk itu pada suaminya, Kenzo mengangguk sambil menerima handuk dari tangan Melly.
Kenzo berlalu pergi menuju ke kamar mandi, Melly terdiam sejenak, dia melihat kali ini Kenzo begitu aneh bahkan Kenzo seperti sedang menyembunyikan sesuatu, tapi apa? Melly saja tidak tahu.
Melly menyiapkan baju kerja Kenzo, lalu dia menunggu Kenzo yang sedang mandi. Setelah beberapa lama, akhirnya Kenzo keluar dari dalam kamar mandi.
Kini Kenzo berganti pakaian, pagi ini Kenzo tidak banyak bicara membuat Melly semakin tidak nyaman.
Setelah selesai berganti pakaian, Kenzo menghampiri Melly lalu dia berjongkok di hadapan Melly.
"Ayo sarapan, sayang!" ajak Kenzo, tapi Melly malah menatap Kenzo begitu dalam.
"Kenapa menatapku seperti itu, sayang? Apa ini mau calon bayi kita?" tanya Kenzo, dan Melly hanya menggelengkan kepalanya.
"Lalu kenapa?" Kenzo bertanya dengan nada lembut, tatapan matanya begitu penuh cinta.
"Apa terjadi sesuatu di kantor mas?" tanya Melly, dengan mimik wajah begitu kawatir.
"Semuanya baik-baik saja, istriku." Kenzo berusaha menyakinkan Melly.
Melly mengangguk dia berusaha mempercayai suaminya.
Kini mereka sama-sama keluar dari dalam kamar sambil bergandengan tangan.
"Mas, jangan pernah sembunyikan sesuatu dariku ya!" pinta Melly sambil tersenyum.
Seketika Kenzo mengangguk, tapi dia mengingat Monita yang saat ini menjadi sekretaris dia, haruskah dia memberitahu hal ini pada Melly? Tapi Kenzo juga takut Melly akan marah, hati Kenzo tampak bingung, tapi Kenzo juga akan selalu berusaha menjaga hatinya hanya untuk Melly.
"Iya sayang, sudah ayo kita sarapan dulu! Ini cacing di perut mas sudah pada demo," kata Kenzo sambil tersenyum.
Sesampainya di meja makan, disana sudah ada Aftar, Kinan, Kalandra dan Kimmy.
Kenzo dan Melly duduk, kini mereka semua menikmati sarapan pagi mereka dengan tenang dan begitu hangat.
Kini setelah suami-suaminya berangkat ke kantor Kimmy dan Melly sama-sama duduk sambil menonton televisi, mereka tidak tahu mau melakukan apa?
Karena selain suami-suami mereka melarang mereka untuk melakukan pekerjaan yang membuat mereka capek, Kinan dan Aftar juga tidak kalah bawel, mereka bahkan hanya menyuruh kedua menantunya duduk saja.
"Ma, pa, bagaimana kalau kita pergi jalan-jalan saja? Aku jenuh sekali dirumah," kata Kimmy dengan nada lembut, apalagi beberapa hari ini Kimmy hanya menghabiskan waktunya hanya di kamar saja.
"Kimmy, kamu harus banyak istirahat. Mama tidak mau kalau sampai kamu dan calon cucu mama kenapa-kenapa," jawab Kinan sambil mengelus rambut panjang Kimmy.
Kimmy melihat ke arah Melly, Melly juga hanya tersenyum karena dia juga tidak mau ambil resiko.
"Kimmy, jangan kecapean dulu ya. Bagaimana kalau kita nonton film drama saja? Di kamar aku," tawar Melly dan Kimmy mengangguk dengan semangat.
"Iya kalian nonton film drama saja, apa mau papa siapkan satu ruangan untuk kalian menonton film drama? Ya anggap saja menonton bioskop dirumah," tawar Aftar demi kedua menantunya ini bahagia.
"Tidak usah pa." Jawab Melly dan Kimmy dengan kompak.
"Mama, papa, kita ke kamar dulu ya." Pamit Kimmy dan Melly pada kedua mertua mereka.
Kinan dan Aftar sama-sama mengangguk, lalu mereka saling melempar senyum.
Kini Kimmy dan Melly menghabiskan waktu hari dengan menonton film drama bersama, ya setidaknya untuk menghilangkan rasa jenuh mereka dirumah.
*****
Kenzo dan Monita baru saja selesai meeting. Kini Monita berusaha mencari kesempatan untuk bisa mendekati Kenzo.
"Sampai kapan kamu akan mengabaikan ku terus Kenzo Sanjaya?" tanya Monita dengan begitu berani, sungguh tidak sopan sama sekali padahal Kenzo adalah bosnya.
"Ingat ya, kamu hanya sekertarisku! Jadi aku harap kamu jaga etika dan tatah karma yang benar!" tegas Kenzo, bahkan tidak sedikitpun Kenzo melihat Monita.
Betapa kesalnya Monita, harus berapa lama lagi dia berusaha mendapatkan Kenzo?
"Ini semua gara-gara Melly, kalau Melly itu tidak ada pasti aku bisa mendapatkan Kenzo untuk selamanya," batin Monita dalam hatinya.
Sungguh Monita itu tidak punya otak jelas-jelas Kenzo yang tidak mau dengan dirinya tapi dia terus saja menyalahkan Melly dalam hal ini. Padahal selama ini Melly tidak pernah mengusik hidup Monita, tapi ya Monita saja tidak punya akhlak.
"Saat ini hanya sekertaris, tapi suatu saat aku bisa menjadi Nyonya Kenzo." Monita tertawa dalam hatinya.
Dia begitu yakin bisa mendapatkan Kenzo dan dia tidak sadar kalau Melly bukanlah seorang wanita yang mudah di tindas.
"Keluarlah dari ruanganku!" Kenzo mengusir Monita dengan tegas.
Monita keluar dari ruangan Kenzo, dia berpikir bagaimana cara mendapatkan Kenzo?
BERSAMBUNG 😊
Terimakasih para pembaca setia 🙏