
Kini Kalandra dan Kimmy sudah sampai di rumah sakit, Kimmy terlihat ragu-ragu akan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit.
"Mas, yakin aku sudah hamil?" tanya Kimmy, membuat Kalandra agak mendengus kesal tapi berusaha sabar
"Sayang, apa salahnya kita mencoba periksa? Jika memang belum hamil ya, kita coba lagi!" tutur Kalandra, senyumnya begitu hangat dan Kimmy juga akhirnya mengangguk setuju.
Kini mereka sama-sama melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit, ya Kimmy terlihat gugup tapi Kalandra terus memegang tangan Kimmy dengan erat.
Sesampainya di depan ruangan Dokter kandungan, Kimmy dan Kalandra langsung masuk, karena memang tidak ada antrian pasien, suster yang ada juga langsung menyuruh mereka untuk masuk.
"Silahkan bapak, ibu duduk! Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter Sinta, sambil tersenyum pada Kalandra dan Kimmy.
"Dokter, istri saya ingin periksa kira-kira dia sudah hamil atau belum?" jawab Kalandra dan di anggukin oleh Kimmy.
Dokter Sinta tersenyum, tanpa berbicara lebih lanjut Dokter Sinta langsung membawa Kimmy untuk melakukan pemeriksaan.
Kalandra menunggu dengan sabar, tapi Kalandra juga tidak henti-hentinya berdoa dalam hatinya, mudah-mudahan istrinya sudah hamil.
Setelah beberapa lama akhirnya Kimmy selesai dengan pemeriksaannya, Kimmy dan Dokter Sinta berjalan menuju ke tempat Kalandra menunggu di meja meja kerja Dokter Sinta.
Kimmy terus tersenyum pada Kalandra, membuat Kalandra semakin tidak sabar dengan hasil pemeriksaan Dokter Sinta.
"Dok bagaimana? Apa istri saya sudah hamil atau belum?" tanya Kalandra, berharap akan ada kabar baik.
"Sudah Pak, kandungan Nyonya Kimmy sudah berjalan hampir 3 minggu, di jaga baik-baik ya pak soalnya kandungan Nyonya lemah, nanti saya kasih obat untuk penguat kandungan, oh Iya jangan capek-capek dulu ya istrinya ada baiknya istirahat dulu," kata Dokter Sinta dengan nada bicara yang begitu santun.
Kalandra tersenyum bahagia, rasanya tidak percaya dan refleks Kalandra langsung memeluk Kimmy dengan erat.
"Sayang, akhirnya aku akan menjadi papa." Kata Kalandra di sela-sela pelukannya, Kalan sungguh tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya saat ini.
"Iya mas," jawab Kimmy dengan suara pelan. "Mas, jangan seperti ini! Malu di lihat sama Dokter Sinta," kata Kimmy dan Sinta dengar itu.
Dokter Sinta hanya tertawa kecil, namanya dua sejoli yang sedang bahagia jadi Sinta juga tidak mau ikut campur.
Kalandra melepaskan Kimmy dari pelukannya, kini Dokter Sinta memberikan resep obat untuk Kalandra tebus di Apotek.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Kalandra dan Kimmy sama-sama mengucapkan terimakasih pada Dokter Sinta.
Di perjalanan menuju pulang ke rumah kedua orang tuanya, Kalandra dan Kimmy tidak lupa mampir ke Apotek untuk menebus obat yang di resepkan oleh Dokter Sinta.
"Sayang, obatnya sudah aku beli. Kamu pingin makan sesuatu?" tanya Kalandra, sambil menaruh plastik yang dia tenteng di sebelah dirinya duduk.
"Tidak mas, Kimmy tidak mau makan sesuatu." Jawab Kimmy, dia malah memilih merebahkan kepalanya lalu memejamkan matanya.
Kalandra melihat Kimmy terlihat begitu kelelahan, tanpa bertanya lagi Kalandra langsung melajukan mobilnya menuju ke rumah kedua orang tuanya.
Kini di rumah Kinan dan Aftar, ada Arga dan Vira, ya Vira dan Arga langsung datang ke rumah besannya itu setelah mendengar telpon dari Kinan, kalau Kalandra dan Kimmy sedang memeriksakan Kimmy ke Dokter kandungan.
Setelah mendengar kabar itu, Vira tidak pikir panjang lagi dia langsung mengajak sang suami kerumah Kinan dan Aftar, ya walaupun awalnya Arga menolak, karena enggan bertemu dengan Aftar tapi Vira memaksa suaminya itu.
"Kinan, kita akan segera punya cucu." Kata Vira, sungguh tidak sabar menunggu Kimmy dan Kalandra pulang.
"Iya Vir, aku akan punya dua cucu sekaligus. Rasanya tidak sabar ingin sekali menimang cucu," jawab Kinan yang hayalannya sudah entah kemana-mana?
Aftar dan Arga terlihat saling diam, mereka hanya melihat istri-istri mereka saja.
"Mas, kok mereka lama ya?" tanya Melly sambil melihat ke pintu depan.
"Sabar sayang, mungkin sedang dalam perjalanan pulang." Jawab Kenzo, sambil melihat papanya dan papanya Kimmy, menurut Kenzo mereka berdua sangat lucu.
Kalandra beranjak dari tempat duduknya, dia berpindah duduk ke sebelah Arga.
"Papa Arga, kenapa hanya diam saja? Ajak papa aku mengobrol dong!" Cibir Kenzo, sambil menatap jail ke Aftar.
Kenzo sudah tahu semua cerita para orang tuanya, ya menurut Kenzo lucu saja jika sang papa dan papanya Kimmy saling diam satu sama lain.
"Ken, papa kamu itu cemburuan sekali. Jelas-jelas dia sudah sepenuhnya mendapatkan mamamu," bisik Arya di telinga Kenzo.
"Sama berati papa Arga, anak-anaknya juga seperti itu mereka sangat cemburuan sekali," Kenzo balik berbisik di telinga Arga.
Aftar menatap Arga dengan tatapan kesal, tapi Kenzo malah tertawa.
"Sudahlah lupakan masa lalu, lihat Kalandra dan Kimmy sudah datang!" Celetuk Kinan dan Vira dengan begitu kompak, mereka sangat paham suami-suami mereka ini seperti apa? Jadi mereka sudah tidak kaget lagi jika mereka berdua selalu seperti es batu saat bertemu.
Kinan dan Vira langsung beranjak dari tempat duduknya, mereka sama-sama berjalan menghampiri Kimmy dan Kalandra.
"Anak mama, bagaimana sayang? Apa sudah ada kabar baik?" tanya Vira dan Kinan dengan begitu antusias.
"Mama....."
Belum sempat Kalandra jawab pertanyaan kedua mamanya, tiba-tiba Kimmy pingsan begitu saja.
"Kimmyyy......" Semuanya berteriak panik.
Kalandra terlihat begitu kawatir, dia langsung membopong Kimmy dan membawa Kimmy masuk ke dalam kamar.
BERSAMBUNG 🤗
Terimakasih para pembaca setia 😊