Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
87 : Whisk dan Perasaan


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


"Apakah tidak bisa kamu menyantaikan dirimu sendiri untuk satu hari saja? Kamu tidak perlu memikirkan kasus ini sampai ... ya, kamu tahu maksudku. Kamu tidak perlu memaksakan dirimu sendiri," sahut Whisk.


"Aku sudah biasa seperti ini. Aku terbiasa memikirkan dan menyelesaikan apa yang menurutku pantas diselesaikan. Kasus ini adalah sebuah tugas, juga beban yang harus ku selesaikan," kata Haz.


"Menurutku, karena kamu terlalu terikat padanya, kamu menjadi tidak bisa terbuka pada orang lain," ucap Whisk. Dia mengimbangi jalannya dengan Haz yang mempercepat langkahnya.


Haz sendiri kira-kira tahu dengan apa yang akan dikatakan oleh Whisk selanjutnya jika dia membalas perkataan pria itu lagi. Pada akhirnya, diam pun akan membawa masalah itu. Dia memutuskan untuk membalas ucapan Whisk saja.


"Terbuka atau tidak, aku hanya berusaha menyesuaikan diriku dengan orang lain. Tidak lebih dari itu."


"Aku pun tahu pada akhirnya kamu akan berkata seperti itu. Apakah benar-benar tidak bisa? Apakah kamu benar-benar tidak bisa?"


"Apa maksudmu dengan tidak bisa dan benar-benar tidak bisa?"


Haz sebenarnya tidak perlu bertanya. Tentu saja maksud Whisk adalah perasaannya, rasa suka yang dipendamnya kepada wanita berambut panjang gelombang.


Takut? Mungkin ya, mungkin bukan itu jawabannya. Lebih tepatnya ... dia senang dengan keadaan sekarang. Zona nyaman yang melingkupi dirinya. Dia belum siap untuk melangkah keluar dari zona nyaman itu, meskipun dia terlihat 'memberi harapan' ke orang lain.


"Perasaan." Whisk menjawab singkat, padat, dan sangat jelas. Dia menggigit bibir bawahnya. Sebenarnya, pria bersurai kemerahan belum menyiapkan diri untuk mendengar kemungkinan terburuk yang akan disampaikan oleh Haz kepadanya. Dia rasa itu akan sangat ... menyakitkan .... Apakah lebih sakit daripada ketika bersama dengan Senior Milla? Dia tidak tahu. Instingnya mengatakan akan lebih parah dari itu.


Whisk bisa melihat Haz menatap kosong ke arahnya, lalu wanita berambut panjang gelombang menghela napas pendek. Dia tahu, dia akan mendapatkan rasa ... tidak, sebuah patah hati yang hebat. Dengan cara yang sangat halus. Haz, dia sedang merangkai kata-kata halus, berusaha tidak menyakiti hati—walaupun akhirnya dia tidak akan bisa melakukannya.


Haz yang semula membuka mulutnya, siap untuk berbicara, mendadak mengatup kembali mulutnya rapat-rapat. Di dalam kepalanya, berkeliaran kata-kata ini, 'Apakah aku pantas mengatakannya?' atau 'Apakah aku pantas menyakiti hati orang lain?' atau dan atau 'Aku tidak ingin memberi harapan. Jika aku tidak mengatakan yang sebenarnya, itu sama saja dengan aku memberi harapan kepada Whisky Woods. Tentang perasaannya.' Mereka terus berputar di dalam kepala Haz, menciptakan rasa pusing dan sakit kepala yang hebat. Pada akhirnya, wanita itu tidak memiliki pilihan lain selain mengatakannya.


"Jujur, aku tahu perasaanmu. Aku tahu apa yang kamu pikirkan, maksudku, bahwa kamu menginginkan sesuatu yang lebih dari ini. Tapi, maaf sekali ...."


Whisk meneguk saliva kasar. Dia tahu dia tidak akan menyukai hal yang akan dikatakan oleh Haz selanjutnya, sehingga dia langsung berbelok ketika Haz ingin melanjutkan perkataannya.


"Maaf, maaf jika aku dan hal yang kumiliki ini membuatmu tidak nyaman."