
#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
"Apakah itu ... mungkin?" tanya Qerza.
Bersamaan dengan Haz dan teman imajiner-nya yang memikirkan berbagai kemungkinan ....
Whisk mendapatkan sebuah pencerahan dengan mengandalkan asumsi dan pemikirannya.
"Kau harus bersyukur karena sampai sekarang tidak ada yang tahu kalau aku adalah Nyonya Hassan dari Hassan's Group yang sebenarnya, Anakku."
"Kita harus berhati-hati dalam bertindak, Ibu."
"Kau yang harus berhati-hati! Jangan sampai identitas aslimu terkuak! Riyan Hassan, kau adalah satu-satunya anakku yang paling berharga."
Whisk memang hanya mengira-ngira kalau yang didengar oleh Ric adalah seperti itu. Intuisinya mengatakan bahwa hal itu sudah benar.
Whisk menatap ke arah Haz yang juga sedang menatap balik padanya.
"Apa yang kamu temukan?" tanya Haz dan Whisk secara bersamaan.
"Ladies first," kata Whisk dengan cepat sebelum Haz sempat mengatakan sesuatu. (Wanita terlebih dulu.)
"Bagaimana kalau kita mengatakannya bersama-sama?" Haz mengusulkan.
Whisk menaikkan sebelah alisnya. "Baiklah." Dia menyetujui usulan Haz.
"Satu."
"Dua."
"Tiga."
"Iris Hassan adalah Nyonya Hassan." Haz dan Whisk mengucapkan kalimat yang sama persis. Mereka sedikit kaget karena ternyata mereka menemukan hal yang sama, juga sepemikiran.
"Apakah kamu menemukan sesuatu sehingga bisa menyimpulkan seperti itu?" tanya Whisk.
"Aku menemukan satu kejanggalan. Lihat profil mereka berdua," jawab Haz.
Whisk melihat berkas data profil Iris dan Riyan. Dia mendapati bahwa Iris dan Riyan sama-sama anak pertama dari Keluarga Hassan. Salah satu di antara mereka pasti berbohong atau berkas datanya palsu.
"Berkas data palsu milik Nyonya Hassan adalah Iris Hassan. Sekarang aku sudah mengerti," gumam Whisk.
"Bagaimana dengan dirimu? Kenapa kamu bisa berpikiran bahwa Iris Hassan adalah Nyonya Hassan?" tanya Haz.
"Aku menyelami pikiran Tuan Muda Vinzeliuka. Dia pasti mendengar hal itu. Semua skandal bukan dibuat olehnya. Itu adalah ulah Keluarga Hassan, atau lebih tepatnya Nyonya Hassan, untuk mengadu domba pihak kita," jawab Whisk, menjelaskan.
"Bagaimana dengan Riyan Hassan?" Haz mencoba menguji analisis Whisk. Dia sendiri sudah memiliki asumsi yang bisa dikatakan sebagai jawaban.
"Aku yakin saat Tuan Besar Hassan meninggal dunia Riyan dan Iris adalah pelaku dibaliknya. Riyan Hassan, dia pasti sudah membunuh Kepala Keluarga Hassan sebelum menjadikannya sebuah kecelakaan."
Apa yang dikatakan oleh Whisk merupakan hasil asumsi Haz. Wanita berambut panjang gelombang menganggukkan kepala.
"Pembunuhan Tuan Besar Hassan adalah awal mula segalanya. Tapi, pemicunya adalah dirinya sendiri. Dia pasti tidak akan pernah mengakui Riyan Hassan sebagai anaknya. Dia menganggap bahwa Riyan Hassan adalah anak haram hasil pelecehan seksual yang dilakukan oleh R."
"Itu adalah pelecehan seksual. Atau, jangan-jangan ...?"
Haz menatap Whisk.
"Itu ... bukan pelecehan seksual?"
Pukul 5:45 A.M. subuh hari ....
Setelah perbincangan yang panjang dengan Whisk, Haz memutuskan untuk melakukan beberapa hal.
Haz membuat sebuah grup yang berisikan orang-orang yang terlibat. Terkecuali, Nirvana Kenjiro. Wanita berambut panjang gelombang tak memiliki kontaknya.
Haz juga mengundang Nich ke grup. Dia merasa bahwa Nich akan sangat diperlukan.
Haz : Attention, please!
Haz : Perhatikan penjelasan dari Bapak Whisky Woods baik-baik.
Haz : Kami sudah mendapatkan titik terang dari semua kejadian sialan absurd ini.
Haz : Kami berharap kalian dapat membantu dalam menangkap semua pelakunya.
[Rika Vinzeliulaika menambahkan Nirvana Kenjiro ke dalam grup]
Whisk menarikan jemarinya di atas keyboard laptop. Dia membalas pesan melalui benda elektronik tersebut.
Whisk : Baca berkas ini.
Whisk : Apakah ada kejanggalan?
Whisk : Jika kalian menemukan kejanggalannya, aku baru akan menjelaskan semuanya. Dan, menjelaskan apa yang dilihat oleh Richard Vinzeliuka sehingga kita menjadi target yang ingin dipecah-belah oleh mereka.
Haz membuka tanda informasi di bagian pesan teks yang dikirimnya.
「Pesan telah dibaca oleh:
- Whisky Woods
- Rika Vinzeliulaika -
- Riko Vinzeliulaika -
- Andrian Delwin -
- Nirvana Kenjiro -」
Nich belum membacanya. Dia pasti sangat sibuk hingga tak bisa meluangkan sedikit waktu untuk melihat ponselnya.
Rika : Iris Hassan, Riyan Hassan ... sama-sama adalah anak pertama?
Ternyata lebih cepat dari dugaan. Si Kembar Vinzeliulaika memang berbeda!
Whisk : Itu adalah kejanggalannya. Sekarang, aku akan menjelaskan detail-nya.
Whisk mulai menceritakan detail melalui pesan teks. Sementara itu, Haz masih melihat berkas data dan memecahkan berbagai algoritma yang ada di dalam kepalanya.
Riyan Hassan, dia membunuh Tuan Besar Hassan. Tapi, dalang asli dari semua ini pastilah Nyonya Hassan. Iris Hassan adalah Nyonya Hassan. Jika begitu, selama ini agar dianggap masih normal―selayaknya anak muda, Iris Hassan mengencani banyak pria, terutama Ric. Pria-pria itu ...? Haz mengedipkan matanya.
Jika perkiraan Haz benar, maka Ric bukanlah satu-satunya orang yang dilakukan percobaan pembunuhan oleh Iris dan Riyan.
"Whisk," panggil Haz dengan wajah memucat.
"Haz? Kenapa? Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Whisk, panik ketika melihat wajah pucat Haz yang bagai orang sakit.
"Coba cek sesuatu!" perintah Haz.
"Apa yang ingin kamu ketahui?" tanya Whisk.
"Apakah pria-pria pernah mengontak Iris? Kamu bisa mengecek hal itu bukan?"
Pasti ada alasan kenapa Hazelia ingin mengetahui hal itu. Tapi ... mengecek apakah Iris Hassan pernah mengontak pria-pria? Whisk terlihat berpikir.
Kemudian, Whisk menyadari maksud Haz.
Whisk mengangguk. "Sepertinya bisa. Sebentar, akan aku lacak," kata pria bersurai kemerahan.
"Sebelum Tuan Muda Vinzeliuka, ada beberapa orang yang pernah mengencani Iris Hassan. Burna Theo, Asha Jefri, Rendi Anggora, Kevin Salonga, dan beberapa orang lainnya. Mereka dikabarkan menghilang," kata Whisk, menceritakan hasil yang didapat.
"Mereka bukan menghilang. Tapi, mereka sudah dibunuh." Haz membenarkan cerita Whisk.
"Dibunuh?!" Whisk sedikit kaget.
"Tidak ada orang yang berhasil kembali, bukankah begitu? Bahkan menghilang tanpa jejak seperti itu," kata Haz dengan santai. "Iris Hassan dan Riyan Hassan, kedua manusia itu memiliki bibit psikopat yang meledak karena Tuan Besar Hassan. R yang merupakan Ayah asli dari Riyan juga merupakan penjahat. Menurut seorang Profesor Psikologi Kriminal, kelainan mental itu bisa diturunkan."
"Tunggu. Rendi Anggora, ditemukan dalam keadaan mengenaskan di daerah XXX, Jakarta Selatan?"
Jemari Whisk dengan cepat menari di atas keyboard.
"Wajahnya tidak dapat diidentifikasi. Tapi, orang tua Rendi Anggora yakin bahwa itu adalah anak mereka. Apalagi setelah melihat setelan pakaian yang dikenakannya. Tapi, sampai sekarang pelakunya belum diketahui dan belum tertangkap."
Haz dan Whisk menatap satu sama lain.
Haz dan Whisk menemukan kebuntuan dalam kasus itu. Memang mereka sudah mengantongi bukti bahwa Iris dan Riyan Hassan meracuni Ric, tapi rasanya ada yang kurang. Mereka tidak tahu itu apa. Mereka berusaha untuk memecahkan rasa penasaran mereka.