
#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
"Apa yang Anda inginkan?" tanya Polisi.
Cyan menatap Polisi tajam dan berkata, "Apakah kamu tidak mendengar keinginanku tadi? Pergilah dan katakan kepada atasanmu bahwa aku mengusir mu dikarenakan para penjagaku sudah ada di sini untuk menjaga kami berdua."
Tentu saja apa yang disampaikan oleh Cyan adalah sebuah kebohongan. Dia memang bermaksud untuk menempatkan bodyguard-nya. Hanya saja, Haz pasti tidak akan senang hal itu. Maksudnya, Haz lebih memilih polisi dikarenakan suatu masalah bisa langsung ditindaklanjuti. Pemikiran pria itu dan wanita berambut panjang gelombang terbalik, dia tidak percaya pada yang namanya polisi.
"Baiklah. Saya akan lakukan apa yang Anda suruh. Dan, saya tidak sudi menerima uang ini, saya tahu siapa Anda. Permisi."
Polisi berlalu tanpa mengambil sepeser uang yang disodorkan oleh Cyan untuk menutup mulutnya. Bahkan dia lebih berharga ketimbang pemilik gedung kasino yang satu itu.
Percayalah, Zenneth ... apa yang kulakukan adalah untukmu. Aku tidak akan membiarkan Hazelia Lify berkeliaran di sekitarmu dan menyakitimu lagi, batin Cyan.
Cyan beranjak pergi, untuk mengatur kamar palsu dan membawa Zenneth keluar dari rumah sakit secara sembunyi-sembunyi. Dia akan pergi ke luar negeri untuk memastikan bahwa perawatan yang diberikan untuk Zenneth benar-benar bagus. Hal itu dilakukannya juga untuk memisahkan Zenneth dari Haz.
Setelah beberapa saat kemudian ....
Cyan datang dan membawa Zenneth ke kamar yang sudah dipesannya. Itu hanya alibi saja. Ketika dua perawat dan dokter yang lengah, pria itu buru-buru masuk ke dalam tangga darurat.
Setidaknya aku sudah membayar masa tinggalnya, pikir Cyan.
Cyan sampai di parkiran rumah sakit. Dia menengok ke kanan-kiri setelah memasukkan Zenneth ke dalam mobil yang dikemudikannya untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mengintainya.
Cyan masuk ke dalam mobil dan mobil pun melesat dari parkiran.
Di sela-sela mengemudinya, Cyan menelepon bawahannya.
"...."
"Ya! Secepat mungkin. Aku akan terbang ke Zurich, malam ini juga!"
Sepertinya akal sehat Cyan sudah tidak ada. Hanya karena melihat Zenneth terbaring dalam kondisi tak berdaya seperti itu, pikirannya jadi kacau dan semua hal terasa salah.
Aku melakukan ini demi kebaikanmu Zenneth. Tapi .... Cyan mengatup mulutnya rapat-rapat. Ketika Zenneth sadar nanti, akankah wanita itu membencinya karena sudah memisahkannya dari Haz? Salah satu hal yang paling ditakutinya adalah Zenneth yang membencinya.
Aku berharap Sayangku hilang ingatan saja! Tetap saja Cyan menyumpahi Haz agar tidak bisa mendekati Zenneth lagi. Lantas demikian, apa bedanya dia dengan Alkaf? Hanya karena melihat pacar mereka disakiti satu kali saja, mereka jadi menutup diri. Padahal mereka tahu siapa itu Haz dan tak mungkin Haz akan membiarkan hal itu terjadi. Hal itu berada di luar prediksi wanita berambut panjang gelombang!
Ada yang aneh, Cyan bisa merasakannya. Dia lalu melihat kaca depan mobil yang mengarah ke belakang sana. Yang benar saja, saat dia melihat, mulutnya langsung dibekap oleh seseorang.
Orang itu menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh Cyan melalui jarum suntik yang tertancap di leher pria itu.
Pandangan Cyan kabur. Dia pun menyesal. Menyesal dengan keputusannya untuk membawa Zenneth keluar. Seandainya dia tahu itu akan lebih membahayakan nyawa Zenneth.
Harusnya aku mempercayai ... Ha ... zelia ... Lify ....
***
Tuh kan bandel sih .... Mamam! (ketawa jahad).
#FeliModeIblisOn