
#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
"Pacar apanya?" tanya Haz.
"Oh ternyata tidak dianggap," jawab Zenneth. Dia menggelengkan kepalanya dan mencemooh, "Kamu itu sungguh tidak romantis."
"A ... halo! Aku Whisky Woods," kata Whisk memberikan sapaan kepada Zenneth.
Zenneth menatap Whisk dan berujar, "Ya, aku tahu. Pacarmu sering menceritakan betapa terkagum-kagumnya dia denganmu, tapi itu dulu. Sekarang sepertinya tidak."
"Zenneth, kamu menyebalkan. Sepedaku rusak!" seru Haz dengan nada manja.
"Apa? Aku baru saja membelinya setengah tahun yang lalu. Belum saja setahun sudah kamu buat rusak?" Zenneth kaget dengan keluhan Haz terhadapnya.
"Maafkan aku, tapi beginilah kenyataan. Aku bandel sih. Kamu seperti tidak tahu aku saja. Sudah berapa lama kita kenal?" tanya Haz.
"Aku pun tahu kamu itu orang yang sangat sembarangan dan ceroboh, tapi kalau sampai begini ceritanya, aku kesal!" seru Zenneth.
"Maafkan aku, Zen ... kumohon ya, sekali ini saja," pinta Haz dengan manja.
"Untung saja kamu itu kesayanganku," kata Zenneth sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan kesal, gemas dengan Haz yang sembrono dan ceroboh.
Haz hanya bisa terkekeh kecil ketika Zenneth mengatakan bahwa wanita itu adalah kesayangannya. Memang dirinya adalah kesayangan Zenneth. Dia sendiri pun mengakui dan bangga akan hal itu.
"Aku akan mencarikannya untukmu," kata Zenneth pada akhirnya.
Zenneth menatap Haz dan Whisk bergantian. "Sana kalian nge-date. Jangan ganggu jomblo yang ingin bucin dengan diri sendiri ini," katanya dengan nada mengusir.
"Hei! Kami tidak pacara-"
"Terima kasih, Nona Zenneth. Aku aku membawanya pergi kalau begitu," sela Whisk. Pria berambut kemerahan itu langsung menarik Haz keluar dari rumah Zenneth.
Dasar Hazelia Lify! Masih saja tidak jujur dengan perasaannya. Padahal dia senang Whisky Woods memperlakukan dirinya dengan spesial, batin Zenneth sambil tersenyum melihat kepergian Whisk dan Haz.
"Eh, tunggu sebentar," kata Whisk. Dia melepaskan genggaman tangannya dengan tangan Haz, langsung berbalik masuk ke dalam rumah Zenneth lagi.
Ada apa dengan Whisky Woods? Apakah ada yang ingin dimintanya dari Zenneth? tanya Haz dalam hati sambil menunggu Whisk keluar dari sana. Dia tidak kepo dan mengikuti Whisk masuk ke dalam lagi. Paling Whisk hanya meminta Zenneth untuk menggali informasi.
Di dalam sana ....
"Maaf aku kembali lagi, Miss Zen," kata Whisk. Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia bingung harus meminta bantuan pada Zenneth.
"Kamu ingin aku menggali informasi apa untukmu?" tanya Zenneth tepat sasaran.
"Kenapa kamu bisa tahu aku ingin memintamu menggali informasi?" tanya Whisk berbasa-basi.
"Jangan berbasa-basi, Tuan Woods. Langsung saja," kata Zenneth tanpa melihat ke arah Whisk.
"Aku ingin menggali informasi sebuah kasus yang pernah terjadi di Australia tiga tahun yang lalu," ujar Whisk.
Zenneth langsung menatap ke arah Whisk. Matanya kemudian membulat dan dia pun tersenyum.
"Seribu dolar Amerika Serikat, bagaimana? tanya Whisk.
"Tidak." Zenneth langsung menolak tawaran Whisk. "Pergilah dan tanyakan kepada Hazelia Lify apa yang aku inginkan. Aku akan memberimu waktu hingga tengah malam nanti. Jika kau bisa menebaknya, maka aku akan membantumu meretas data itu—meskipun kamu bisa meretasnya sendiri, tapi kamu terlalu malas melakukannya. Jika tidak, silahkan menggunakan kemampuanmu sendiri. Aku tidak akan membantumu sama sekali."
Perkataan Zenneth sangat frontal.
Karena bergaul dengan Hazelia Lify, orang-orang yang berada di dekatnya malah mengikuti sifatnya. Memusingkan, pikir Whisk.
"Baiklah. Terima kasih," kata Whisk. Dia segera pergi dari sana dan kembali ke Haz.
"Aku yakin kamu pasti baru ditolak oleh Zenneth," kata Haz ketika melihat Whisk datang dari arah berlawanan.
"Ya, kamu benar," ujar Whisk sambil memijit keningnya. "Aku tidak mengerti kenapa kalian, para wanita, suka sekali menggunakan kode-kode yang sangat sulit. Apa salahnya langsung mengatakan apa yang diinginkan?"
"Kami itu senang menguji pria. Tidak hanya pria, bahkan mungkin semua orang(?) Zenneth itu suka menguji client-nya. Kamu bukanlah orang yang pertama kali merasakan teka-teki yang merupakan keinginannya. Aku pernah merasakan yang lebih parah dari ini," kekeh Haz, menceritakan bahwa dirinya pernah mendapatkan teka-teki yang lebih parah dari Zenneth.
"Dia memberiku waktu sebulan untuk berpikir. Selama sebulan itu aku terus berpikir apa yang diinginkannya. Ternyata jawabannya mudah sekali!" seru Haz. Dia mulai bercerita dengan nada kesal.
"Tidak selamanya Zenneth ingin client-nya membayarnya dengan uang. Ada hal yang lebih berguna dari uang. Misalkan saja: tempat, cemilan penghilang stress, ataupun waktu," lanjut Haz.
Whisk mendengarkan dengan seksama. Dia pun mengangguk mengerti.
"Jika dia memberiku waktu sampai tengah malam hari ini saja, berarti seharusnya jawabannya sangat mudah ditebak kan?" tanya Whisk.
"Tentu saja sangat mudah. Tapi, terkadang orang tidak bisa menebak apa yang diinginkan oleh Zenneth dan berakhir ditolak untuk membantu. Semoga peruntunganmu bagus, Whisky Woods," jawab Haz.
Bodoh, batin Haz merutuki Whisk. Padahal aku sudah terang-terangan memberimu jawaban.
Yang Haz maksud adalah Zenneth membutuhkan tempat yang sesuai dan perlengkapan yang memadai untuk melakukan peretasan. Dia juga sudah pernah menjawab pertanyaan tersebut. Jadi, dia sangat tahu apa yang diinginkan oleh Zenneth jika disuruh melakukan peretasan.
"Aku akan memikirkannya sambil makan malam nanti. Lalu, kemana kamu akan pergi sekarang?" tanya Whisk.
"Aku? Apartemenku sudah hancur berantakan. Aku ingin ke butik dan membeli beberapa baju baru, lalu aku akan kembali ke sini," jawab Haz.
"Baiklah, aku akan menemanimu," kata Whisk.
***
"Terima kasih atas waktunya. Sampai jumpa satu jam ke depan. Alkaf dan Jel sekarang juga pasti sedang bersenang-senang. Mereka sudah tidak bertemu beberapa bulan," kata Haz.
"Kita juga akan bersenang-senang jika semua ini berakhir. Kita kan punya satu janji yang belum dipenuhi," ujar Whisk sambil tersenyum lembut kepada Haz.
"Pulang sana!" seru Haz. Dia langsung masuk ke dalam rumah Zenneth tanpa berbalik melihat Whisk.
Whisk hanya bisa menggelengkan kepalanya. Apakah aku mengatakan hal yang salah? pikirnya. Wanita memang sulit sekali dimengerti.
Whisk pun menyetir mobil hingga menghilang dari depan rumah Zenneth. Sedangkan Haz mengintip dari celah pintu rumah.
Tidak peka. Pantas saja ada sebuah buku berjudul HAL YANG DIKETAHUI TENTANG PEREMPUAN OLEH LAKI-LAKI dan buku itu kosong isinya. Memang benar kepekaan laki-laki terhadap apa yang diinginkan oleh perempuan adalah seribu persen nol.