Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
102 : Teman Imajinasi Untuk Investigasi


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


Hazelia Lify dan Whisky Woods di taman rumah sakit ....


Haz merasakan ada getaran di ponselnya. Dia pun segera mengeceknya. Ternyata dari Cyan. Dia menatap ke arah Whisk dan mengangkat telepon. Dia mengaktifkan mode speaker agar pria bersurai kemerahan bisa mendengarnya.


"Cepat kembali ke sini. Aku ingin mengatakan sesuatu. Sepertinya Zenneth benar-benar dalam bahaya," kata orang di seberang telepon. Dia terdengar sangat gelisah. Sepertinya terjadi sesuatu.


Haz menatap ke arah Whisk, seakan berkata, "Aku harus jawab apa?"


Whisk hanya menganggukkan kepalanya dan Haz tahu maksudnya.


"Aku mengerti." Haz menjawab.


Setelah telepon putus sambungan, Haz segera berdiri dari duduknya. Begitu juga dengan Whisk.


"Keadaan darurat?" tanya Whisk.


"Sepertinya begitu. Aku tidak tahu kenapa Cyan begitu gelisah. Tapi, kita harus segera kembali ke kamar Zenneth. Aku merasakan firasat buruk," kata Haz.


"Baiklah, ayo kembali ke Cyan dan Zenneth."


Haz dan Whisk berjalan berdampingan menuju kamar pasien. Sampai di depan ruangan, mereka tidak menemukan seorang pun berjaga. Padahal Nich berkata Zenneth akan dijaga 24 jam penuh, tanpa terlewatkan. Sepertinya tidak boleh terlalu percaya kepada si polisi.


"Aku tidak tahu kenapa. Tapi, yang ingin Cyan katakan pastilah berhubungan dengan teman Nicholas Qet Farnaz yang berjaga di depan tadinya," kata Whisk. Dia tidak menaruh curiga kepada Nich sama sekali, melainkan membantu pria itu memberikan sebuah alasan yang membantunya kepada Haz. Sepertinya pria bersurai kemerahan tidak sepenuhnya tidak menyukai Nich.


"Masuk dulu," titah Haz.


Haz dan Whisk pun masuk ke dalam ruangan. Di dalam sana, mereka bisa melihat wajah Cyan yang tegang mulai menghangat. Mereka juga bisa mendengar Cyan menghembuskan napas lega.


"Aku tidak tahu. Tapi, aku mendengar suara benda jatuh di depan tadi. Perasaanku tidak bagus. Makanya aku menyuruh kalian kembali," jawab Cyan.


"Aku akan mengecek sebentar. Apakah kamu sempat melihat seseorang? Bagaimana caranya kamu mengecek keadaan di luar?" tanya Haz bertubi-tubi.


Whisk menyadari bahwa itu bukanlah Haz, melainkan kepribadian lainnya, Qerza. Pria itu penasaran, apakah Qerza muncul hanya karena keingintahuannya pada kepentingan yang disebut kasus saja? Tapi, dia tidak bertanya pada Qerza.


"Aku tidak melihat adanya orang. Aku mengecek melalui jendela. Aku pergi mengecek tepat setelah mendengar suara jatuh."


Kepribadian Qerza, yang memakai tubuh Haz, mengangguk paham. Dia mulai melakukan apa yang dilakukan oleh Cyan awalnya.


"Dia pasti duduk membelakangi pintu dan melamun," kata Qerza dalam kepala Haz.


"Dan, dia juga melamun." Haz menambahkan.


"Benar. Temanmu itu sedang melamun. Mungkin memikirkan perubahan yang terjadi jika dia ikut, mengingat dia menyukai Zenneth sebegitunya."


Begitulah cara Haz, Ziesya, Qerza, dan Fabella berkomunikasi satu sama lain. Mereka ada di dalam kepala Haz. Merekalah teman pertama Haz ketika dia berada di panti asuhan dulunya. Gelombang otak Haz yang tidak stabil membentuk kepribadian lain di dalam dirinya. Atau, lebih tepatnya, teman imajinasi. Dalam diri, bukan dalam bentuk astral.


"Haz, ambil alih. Kita akan berkomunikasi saja," kata Qerza, menukar kembali Haz ke tubuhnya.


"Kenapa tidak kamu saja?" protes Haz bertanya.


"Aku akan muncul jika kamu ada dalam bahaya. Itu perjanjian kita, bukan?" Qerza begitu datar dan santai membalas protesan Haz.


"Baiklah, mulai investigasi!"