Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
118 : Apakah Whisky Woods ...?


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


"Ada seseorang di trotoar tadi," kata Haz. "Dia menatap mobil kita dengan intens sebelum akhirnya ban mobilmu meletus. Sepertinya dia sengaja 'menghadiahkan' hal ini kepada kita."


"Orang-orang semakin hari semakin aneh saja," ujar Whisk. "Aku akan mengganti salah satu ban dulu. Apakah di sini dekat dengan doorsmeer. atau bengkel, atau semacamnya?"


"Untungnya Whisk, tak jauh dari sini ada satu bengkel kecil. Tak lebih baik jika kita langsung ke bengkel saja?" Haz bertanya balik.


"Satu lebih baik daripada dua untuk kasus ini, Hazelia Lify," jawab Whisk.


"Benar." Haz langsung turun dari mobil dan menepi ke trotoar. Dia memperhatikan Whisk yang mengganti ban mobil.


"Apakah kamu pernah mengganti ban mobil, Whisky Woods?" tanya Haz. Dia tidak bermaksud apa-apa, tapi seolah ingin menyindir Whisk yang dikiranya tak bisa mengganti ban mobil―karena tidak semua orang bisa melakukannya.


"Pernah, beberapa kali. Aku mengalami bully dari senior-senior di kantor polisi. Mereka mengerjai diriku dengan cara menaruh paku-paku kecil di belakang mobil yang ku parkir di parkiran kantor polisi. Dan, untuk pertama kalinya di dalam hidupku, aku mengganti ban mobil sendiri. Untungnya aku mempelajari cara-cara sederhana dari video-video internet." Whisk bercerita.


"Tentang kamu adalah anak dari ...." Haz langsung menghentikan perkataannya. Dia merasakan hal itu akan menyinggung Whisk.


Ya, Whisk memang tersinggung ketika ditanyai hal itu. Namun ada satu hal yang tidak dia mengerti, ketika Haz yang bertanya, dia tidak keberatan sama sekali.


"Tidak, tidak ada apa-apa." Haz mengelak. Dia tidak ingin menyinggung perasaan seseorang, walau orang tersebut tidak mempermasalahkannya. "Sepi sekali jalanan ini. Padahal sebelum kita mengalami hal sial ini, ada beberapa orang yang berlalu."


"Sadarkah kamu kalau itu hanya ilusi optik seperti mobil di sewer malam itu?" tanya Whisk.


Haz langsung terdiam mendengar perkataan Whisk. Dia menoleh ke sana-sini. Whisky Woods benar. Ini hanya ilusi optik. Saat pria misterius itu menghilang, semua orang juga ikut menghilang, batinnya.


"Terima kasih sudah mengingatkan, Whisky Woods." Haz memperhatikan setiap gerak-gerik Whisk. Ada kalanya dia sangat terpesona dengan pria bersurai kemerahan, tapi tidak ditunjukkannya. Dia hanya merasa ... tidak pantas.


"Jangan memperhatikanku seperti itu, Hazelia Lify. Aku malu jika ditatap terus olehmu seperti itu." Whisk bahkan tidak melirik ke arah Haz. Namun dia bisa mengatakan hal itu. Pria menyebalkan ....


Whisk menyukai Haz setulus hati, Haz tahu itu. Wanita berambut panjang gelombang hanya takut jika Whisk bermain-main dengan perasaannya, seperti yang dilakukan oleh Richard Vinzeliuka. Maka dari itu, dia selalu menghindar ketika pria bersurai kemerahan menyatakan perasaannya. Dia merasa tidak nyaman dan tidak aman.


"Satu hal lagi Hazelia Lify, aku bukan Richard Vinzeliuka yang akan menyakitimu. Aku adalah Whisky Woods. Jika ku putuskan aku mencintaimu, maka aku akan melakukannya sepenuh hati. Itu bukan omong kosong."


Aku pun tahu bahwa setiap orang itu berbeda. Tapi, aku terlalu takut untuk memulai sebuah hubungan yang serius. Apa yang harus kulakukan?


"Kamu harus percaya, Hazelia Lify," kata Whisk.