Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
46. Seorang Polisi : Nicholas Qet Farnaz


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


[Pada episode novel ini mengandung kata-kata tidak pantas. Diharapkan kepada para pembaca untuk menanggapi hal tersebut dengan bijak!]


[Author menulis cerita ini berputar-putar, membuat pusing, dan hal sebagainya. Tidak suka? Silahkan angkat kaki. Suka? Let's be a wise man and be wise in response to this story!]


Pukul 09:00 di parkiran apartemen ....


Haz turun dari mobil Jel dan mengibaskan rambutnya yang berantakan. Dia menatap sekeliling apartemen seolah untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di sana.


"Apa yang kamu lakukan, Haz?" tanya Jel tidak mengerti.


"Tidak ada. Hanya melihat-lihat sekeliling," jawab Haz. "Ayo kita pergi ke atas! Aku ingin lihat-lihat keadaan apartemen kita."


Haz bukanlah melihat-lihat sekeliling, melainkan dia sedang mencari seseorang yang sedang mengawasi gerak-gerik mereka. Dia tahu ada seseorang yang mengikuti mereka ketika mobil Jel melesat dari parkiran rumah sakit.


"POLICE LINE. DO NOT CROSS!—GARIS POLISI. TIDAK BOLEH DITEROBOS!"


Garis polisi, eh? Jangan diterobos? Masa bodohlah .... Haz dengan santai menerobos garis polisi dan masuk ke dalam apartemen. Dia melihat-lihat keadaan apartemennya yang kacau, tidak terurus.


Apa yang diinginkan oleh para polisi di sini? Sudah lewat beberapa hari pun garis polisi masih tetap ada, pikir Haz.


"Haz. Jangan masuk ke dalam!" Jel menyeru berbisik kepada Haz. Namun Haz tidak menghiraukan seruan Jel padanya.


Haz berjongkok ketika melihat sesuatu yang mencurigakan. Rambut? Tekstur rambut ini ... bukan rambutku ataupun Jelkesya! Sepertinya seseorang telah masuk ke dalam sini tanpa izin. Itu sebabnya para polisi masih memasang garis polisi. Dia dipergoki. Penemuan yang lumayan.


Tepat setelah Haz menyimpan rambut tersebut di sebuah kantong plastik bening yang sengaja dibawanya, seorang pria bersuara berat berseru marah kepadanya. "Apa yang kamu lakukan di dalam sana? Tidak bisakah kamu melihat ada garis polisi di sini?"


"Hais! Tidak orang tua, tidak anak muda zaman sekarang tak bisa mendengar perkataan orang lain dan seenaknya saja," keluh pria itu.


Haz membalikkan tubuhnya dan menatap pria berseragam polisi yang berseru kepadanya.


"Siapa ini jika bukan Tuan Nicholas Qet Farnaz?" tanya Haz yang terdengar mencemooh. Dia tentu saja kenal dengan polisi itu—maksudnya bukan benar-benar kenal, tetapi polisi yang bernama Nicholas atau yang akrab disapa Nich itu adalah salah satu fans Resplendent Nephila.


"Tidak banyak orang yang tahu. Terima kasih karena telah mengenal saya. Tapi, saya tidak akan termakan godaan Anda!"


Sungguh orang yang keras kepala. Tapi, tidak baik jika aku memberitahukan kepadanya bahwa aku adalah Resplendent Nephila. Aku harus menjalani pemeriksaan kerena telah menerobos garis polisi, pikir Haz.


"Cepat keluar!"


Haz yang mendapat seruan dari Nich segera melaksanakan perintah itu sebelum terjadi masalah lain yang akan merepotkannya.


"Jadi, apa yang kamu lakukan di dalam sana, Nona?" tanya Nich ketika Haz menuruti perintahnya untuk keluar dari dalam apartemennya sendiri.


"Saya hanya melihat-lihat. Lagipula, ini kan apartemen saya. Saya yang membayar semuanya. Mengapa saya tak boleh melihat-lihat keadaan sesuatu milik saya?" jawab Haz. Dia tidak ingin memberitahu kepada Nich bahwa dia telah melihat beberapa hal penting yang dapat dijadikan barang bukti di dalam sana. Terlebih lagi wanita berambut panjang gelombang itu tahu bahwa Nich merupakan seorang yang baru saja masuk sebagai polisi.


"Kamu tahu menerobos garis polisi bukanlah hal yang baik. Meskipun itu milikmu," kata Nich tidak membenarkan ucapan Hazelia Lify. "Untuk kali ini aku akan memaafkan karena aku yang berjaga. Tapi, tidak untuk lain hari."


Haz tersenyum dan mengangguk kepada Nich. "Tentu saja. Saya tidak akan melakukan hal ini lagi."


"Baguslah."


Haz menghela napas lega. Namun ternyata interogasinya tidak hanya sampai di sana saja.


"Tunggu sebentar. Aku tadi melihat kamu memasukkan sesuatu ke dalam saku celanamu. Apa yang kamu masukkan? Bolehkah aku melihatnya?" tanya Nich. Dia benar-benar membuat seorang Hazelia Lify merasa jengkel dengannya.


Astaga, Hazelia .... Kamu benar-benar membuat masalah besar. Kamu tahu siapa dia, tidak? tanya Jelkesya dalam hati sambil menepuk jidatnya pelan, tidak mengerti mengapa sahabatnya yang satu itu suka sekali membuat masalah—walaupun tak disengaja, itu tetaplah masalah.


Haz langsung mengorek saku celananya. Dia tersenyum sambil memandang ke arah Nich yang mengintimidasi dirinya.


Kosong. Tidak ada apa pun di saku Haz. Wanita berambut panjang gelombang tersenyum manis pada Nich yang melotot tidak percaya.


"Tidak mungkin. Sakumu satu lagi belum kamu perlihatkan," kata Nich tidak puas. Dia jelas-jelas melihat Haz memasukkan sesuatu ke dalam saku celananya.


Hasilnya tetap sama. Tidak ada apa pun di dalam saku celana Hazelia Lify.


"Anda masih belum percaya? Apa Anda akan menyuruh saya membuka baju dan celana saya agar Anda percaya bahwa saya tidak menyimpan apa pun? Lalu, besoknya Anda dan saya akan mendapatkan skandal aneh." Haz tersenyum mencemooh.


"Tidak! Tidak, terima kasih!" seru Nich.


"Oh. Bukankah Anda ingin mengetahui apakah aku menyembunyikan sesuatu atau tidak? Mengapa sekarang berkata tidak?" tanya Haz.


"Pergilah sekarang!" bentak Nich. Dia mendorong Haz pelan dan membalikkan tubuhnya. "Maaf telah mencurigaimu."


Jel pun langsung menarik pergelangan tangan Haz. Dia menatap tajam ke arah Haz yang tersenyum manis. Dia pun berbisik tanya pada Haz, "Ingin mencari masalah yang lebih besar lagi tidak?"


Haz menyengir lebar. "Tidak lagi, Mom."


"Kamu!" seru Nich. "Siapa namamu?"


Haz membalikkan kepalanya. Dia menatap Nich bingung, lalu berbalik bertanya, "Anda bertanya kepada siapa? Saya atau sahabat saya?"


"Kamu. Siapa namamu?"


Seumur-umur, Nich tidak pernah menampakkan ketertarikan yang demikian kepada lawan jenis. Ini adalah pertama kalinya untuknya bersikap seperti itu.


Entah dari mana asalnya, Whisky Woods sudah berada di sana dan menjawab pertanyaan tersebut. "Dia adalah Hazelia Lify. Wanita paling hebat dan misterius. Dia adalah wanita yang paling berkesan dalam hidupku."


Haz mengalihkan pandangannya ke arah Whisk yang entah dari mana bisa muncul. Bersikap seenaknya saja, padahal kamu tidak bisa mengingat apa pun. Sialan kamu, Whisky Woods! pikirnya. Wanita berambut panjang gelombang merasa sedikit jengkel juga lega mendengar perkataan Whisk.


"Whisky Woods?" Nich terpaku menatap sosok pria bersurai kemerahan di hadapannya. Dia seolah seperti seseorang yang memiliki masalah penglihatan saja.


"Bolehkah saya masuk ke dalam untuk melihat-lihat?" tanya Whisk kepada Nich sambil menunjuk ke arah apartemen Hazelia dan Jelkesya yang dibuat garis polisi.


Nich tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa berdecak kagum dan tanpa sadar mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Whisk. Mengizinkan pria bersurai kemerahan itu masuk ke dalam.


Aku tidak percaya bahwa aku bertemu Whisky Woods!