Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
141 : Rencana Penyamaran


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


"Di sini." Haz berhenti di sebuah titik dimana tempat itu memiliki tembok yang menjulang tinggi. Tembok itu juga dipersiapkan untuk Haz yang suka kabur dengan cara tidak lazim.


"Hazelia Lify ... aku tidak masalah dengan hal seperti ini karena aku pernah dilatih langsung dalam Kemiliteran Prancis. Tapi, aku merasa bahwa Nona Jelkesya tidak akan bisa melakukannya," bisik Whisk.


"Kamu berani meremehkan diriku, Whisky Woods. Kamu belum tahu saja se-'barbar' apa seorang Liulaika Jelkesya!" seru Jel berbisik. Dia bisa mendengar ketidakyakinan Whisk.


Jel adalah orang yang pertama turun. Whisk hanya bisa melongo bodoh menatapnya.


Jel berjalan perlahan, lalu melompat dari tembok yang menjulang tinggi ke tembok yang lebih rendah, kemudian berhenti di tembok paling rendah. Dia pun turun dari tembok itu ketika memastikan bahwa situasinya aman.


"Jel itu sangat suka pendakian. Jangan heran ketika dia bisa melakukan hal itu. Aku juga tidak sembarangan mengajak kalian untuk kabur dari tempat seperti ini," kata Haz.


Whisk menaikkan sebelah alisnya dan membuat Haz salah tingkah. "Baiklah, aku mengerti, Nona Hazelia," ujar pria bersurai kemerahan.


"Dasar pria menyebalkan!" gumam Haz pada dirinya sendiri. Dia menaikkan sudut bibirnya, melengkung ke atas dan membentuk sebuah senyuman. Lalu, dia melakukan hal yang dilakukan oleh Jel.


Hanya tersisa Whisk yang masih di atas sana.


Saat itu juga, pintu ruangan Pak Putra diketuk dengan tak sabar. Whisk langsung melongo ke arah pintu.


Bukannya Bapak yang satu itu sudah keluar dari ruangan ini sedari tadi? Apa yang ingin mereka cari? batin Whisk bertanya.


Whisk segera mengikuti Haz dan Jel, turun dari tembok itu. Dia melirik ke belakang beberapa saat setelahnya. Setelah dia sampai ke tembok terakhir yang paling rendah. Jendela ruangan itu sudah tertutup rapat. Entah apa yang Pak Putra lakukan setelahnya.


Haz, Jel, dan Whisk harus fokus. Mereka tidak boleh tertangkap Alkaf sama sekali. Terkecuali, Jel. Tentu saja, karena Jel adalah tunangannya. Alkaf tidak akan berani macam-macam terhadap Jel. Jika saja pria berkacamata bermacam-macam, Jel bisa mengatakan kepada Mamanya untuk membatalkan pertunangannya dengan Alkaf.


"Tenang saja, Alkaf tidak akan menyadari kalau kita sudah tidak ada di dalam kafe. Ada enam buah mobil bermerk sama di sini," kata Haz sambil menunjuk ke arah lima mobil lainnya.


"Dia juga bukan orang yang sangat teliti. Jadi, dia tidak akan menyadari plat mobilmu." Haz menambahkan.


"Plat itu sebenarnya palsu," kata Whisk.


"Apa?" Haz sedikit terkejut mendengarnya. "Jadi, kamu menggunakan plat palsu untuk berkendara di ibukota negara? Besar sekali nyalimu, Whisky Woods!"


"Bukan, bukan seperti itu, Haz. Plat palsu itu adalah kiriman Pemerintah pusat untukku. Di situasi genting, aku bisa merobeknya dan memperlihatkan plat lain, plat asli," balas Whisk.


"Untuk apa Pemerintah memberikan itu kepadamu?" tanya Haz.


"Maaf memotong pembicaraan kalian, Pasangan Baru. Tapi, kurasa kalian harus cepat masuk ke dalam mobil." Jel menyela, memperingatkan Haz dan Whisk kalau Alkaf dan beberapa orang yang dibawanya masih berkeliaran.


"Aku tidak yakin kalau Alkaf tidak menghapal plat mobil ini." Whisk merobek sesuatu yang berbentuk seperti plastik elastis yang dibuat sedemikian rupa dan menyerupai persis seperti plat asli.


"Dia pasti juga sudah menghitung jumlah mobil di sini. Untung saja kaca mobil yang diberikan kepadaku itu sangat gelap jika dilihat dari luar," gerutu Whisk.


Haz masuk ke dalam mobil, disusul oleh Whisk.


"Jel, bisa lemparkan tas itu?" tanya Haz sambil menunjuk ke arah sebuah tas besar yang berada tepat di bawah jok tempat duduk Jel.


Tanpa banyak bertanya, Jel memberikan Haz tas yang dimaksud.


Haz terlihat seperti Nona Muda dari kalangan bangsawan dengan wajah arogan dan tompel di atas bibirnya. Jel dan Whisk tidak tahan untuk tidak tertawa. Mereka tertawa sekeras mungkin. Toh dari dalam mobil tidak akan terdengar sampai keluar.


"Apa? Kalian meragukan ide cemerlangku?" Haz bahkan mengubah suaranya menjadi cempreng dan terdengar sangat sombong. Itu menarik.


"Aku butuh seorang pasangan dan seorang pelayan!" seru Haz, berlagak seperti Nona Muda. Dia memberikan Whisk sebuah wig pria bermodel ala Count di zaman-zaman 1800-an berwarna pirang, serta memberikan wig model rambut pendek pirang serta make-up kepada Jel.


"Aduh bukan begini. Lebih baik aku saja yang menjadi pelayan," kata Haz.


Haz mengisyaratkan Jel untuk menggeser tempat duduk dan dia melangkah ke belakang dari celah yang berada di antara jok supir dan jok penumpang.


"Ini untuk apa?" tanya Jel. Dia merasa tidak nyaman karena make up tebal di wajahnya.


"Alkaf tidak akan pergi dari tempat ini. Dia percaya kita masih ada di sini, sehingga mau tak mau kita harus mengelabuinya," jawab Haz.


"Bagaimana dengan pakaian?" tanya Whisk.


"Oh begini saja. Kalian berpura-pura menjadi pasangan serasi, aku akan menjadi Kakak Tiri mu," kata Haz kepada Jel. Entah plot cerita apa yang sudah tersusun di dalam kepalanya.


"Apa yang ingin kamu perbuat?" Dari nada bicaranya, Whisk terdengar sedikit tidak setuju dengan rencana Haz. Atas dasar apa dia harus berpasangan dengan Jel, yang terlebih lagi adalah tunangan Alkaf?


"Sudah, lakukan saja apa yang ku suruh. Jok belakangmu ini bisa dilipat agar mobilnya luas kan? Kamu keluar dulu. Bisa kami para gadis ganti baju," perintah Haz.


Mau tak mau, Whisk mengikuti perkataan Haz. Tentu saja dengan berat hati.


Apa rencana yang ada di dalam kepala Hazelia Lify? batin Whisk.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" Jel bertanya.


"Kita harus masuk sebagai pengunjung lain, Jel. Kalau langsung pergi begitu saja, kita akan diikuti oleh Alkaf," jawab Haz.


Sebelum sempat berganti pakaian, ponsel Haz berdering keras. Pesan dari Whisk.


Whisk : Lebih baik batalkan rencana menyamar, Hazelia. Ini lebih penting.


Whisk : [Pesan suara]


Whisk : Waikit telah selesai.


Whisk : [Foto]


Benar. Ini lebih penting dibandingkan mengelabui Alkaf. Tapi, ... Jel tidak boleh sampai tertangkap. Apa yang harus kulakukan? tanya Haz dalam hati, bimbang.


Whisk : Aku tahu kamu bimbang. Ajak Jel bersama dengan kita. Dia tahu apa yang harus dilakukannya. Menghilang dua hari tak akan menjadi masalah besar.


Tak akan menjadi masalah besar ya ...? Haz paling tahu sifat Alkaf, Jel juga. Akan sangat merepotkan jika berurusan dengan pria kepala batu itu. Juga, wanita berambut panjang gelombang tahu bahwa Alkaf dan Jel sama-sama kepala batu. Jika yang satu memanasi, yang lain akan ikut-ikutan. Hubungan mereka yang sudah terjalin bisa langsung kandas.


"Jel, jangan dipakai dulu. Mari kita bicara tentang sesuatu."