Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
120 : Transaksi


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


Sesaat sebelumnya, dimana Cyan baru saja sadar ....


Cyan menatap kosong ke arah Zenneth. Tidak ada hal yang dipikirkannya selain keselamatan Zenneth. Jujur saja, dia sedikit kecewa kepada Haz karena tak bisa menjaga Zenneth dengan baik. Menurutnya, Zenneth sudah terlalu baik kepadanya.


Pikiran yang dimiliki oleh Cyan, sama seperti pikiran yang dimiliki oleh Alkaf. Pria berkacamata juga menganggap bahwa Jel bersikap terlalu baik kepada Haz, sehingga seakan-akan Haz hanya memanfaatkan persahabatan mereka saja. Padahal Cyan dan Alkaf sama sekali tidak tahu perjuangan apa yang telah Haz lakukan untuk menyelamatkan, baik Jel maupun Zenneth.


Cyan juga seolah-olah melupakan bahwa Haz lah yang pernah menyelamatkan nyawanya, dengan kepintaran yang wanita berambut panjang gelombang miliki.


Jika seandainya aku ikut ... ini salahku. Kenapa aku tidak ikut dengan mereka saja. Jika aku ikut, mungkin Zenneth tak akan menjadi seperti ini, batin Cyan. Hazelia Lify, dia juga salah. Dia tidak tahu betapa berusaha nya Zenneth melindunginya. Kenapa dia seperti itu?


Cyan makin marah, mengingat bahwa Haz itu kuat, mengingat bahwa Haz itu bisa melakukan apa saja dengan otaknya yang cerdas itu.


Namun Haz juga seorang manusia. Ada beberapa hal yang memang berada di luar prediksinya. Bukan salahnya jika Zenneth diserang secara brutal seperti itu. Hanya karena dia kuat, hanya karena dia bisa memperkirakan segala sesuatu dengan benar—katakan saja kemungkinannya 80%—dia juga belum tentu bisa menyelamatkan semua orang.


Cyan berharap banyak kepada Haz, tentang bahwa wanita itu akan melindungi Zenneth. Tentu saja Haz akan melakukannya, tapi tidak dengan seluruh jiwanya. Dia hanya sahabat Zenneth, bukan pasangan hidupnya! Dan, dia juga masih merupakan wanita normal.


Aku harus melindungi Zenneth. Terlalu berbahaya jika dia dibiarkan berada di dekat Hazelia Lify terus-menerus, batin Cyan.


Jika Zenneth siuman, entah akan mengamuk seperti apa dia. Wanita itu percaya kepada Haz. Karena memang Haz adalah orang yang bisa dipercaya. Wanita berambut panjang gelombang tidak akan membuang seseorang dari hidupnya dan dia tahu itu.


Polisi yang dipindahkan ke sofa pun tersadar dari pingsannya.


"Ugh ...." Polisi memegang kepalanya dan menggeleng pelan. Dia tidak tahu apa yang menimpanya. Yang dia ingat hanya ada seseorang yang memukulnya hingga dia pingsan. Dia menatap was-was ke arah Cyan.


Hal pertama yang terlintas di dalam pikiran Cyan setelah melihat polisi itu tersadar adalah bahwa dia akan membawa Zenneth pergi dari rumah sakit itu.


"Apa yang terjadi?" tanya Polisi.


"Kamu pingsan di depan ruangan," jawab Cyan. Dia tidak mungkin memberitahu yang sebenarnya kepada Polisi, bahkan mereka bertiga sempat diculik entah kemana.


"Tidak perlu berjaga lagi. Ini bayaran yang kamu mau, jangan beritahu atasanmu tentang hal ini dan jika orang bernama Whisky Woods atau Hazelia Lify mencari, katakan saja kamu tidak tahu. Paham?"


"Apa yang ingin Anda lakukan?"


"Tidak perlu tahu, yang jelas rahasiakan transaksi ini."