Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
105 : Orang Misterius yang Sepadan dengan Qerza


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


Fabella—Fabel—yang menukar posisi dengan Haz, menunjukkan sebuah pintu yang dicat persis seperti dinding rumah sakit.


Whisk menahan napasnya. Bagaimana dia bisa tahu ada pintu di sana? Apakah sedari awal dia sudah tahu? tanya Whisk dalam hati.


Fabel tersenyum dan berkata, "Apa yang kamu lihat, Whisk?" Dia berlagak seperti Haz dengan memanggil 'Whisk' pada pria bersurai kemerahan.


Whisk menggelengkan kepalanya dan berkata, "Nada—tidak ada."


"Bahasa Spanyol," gumam Fabel. Meskipun tidak begitu paham, dia masih bisa mendengar beberapa kata dalam bahasa asing.


"Kamu ...?" Whisk melirik ke arah Fabel.


"Tidak ada waktu untuk menebak. Ingin masuk ke dalam atau tinggal di sini?" tanya Fabel. Nadanya sangat lembut dan Whisk tahu siapa dia.


"Baiklah, Nona. Sesuai perkataan mu, kita tidak memiliki waktu untuk bertanya atau apa pun itu. Aku akan ikut," jawab Whisk sembari mengangguk pelan.


Fabel mengangkat sebelah alis dan berkata, "After you, Mr. Woods—Setelah Anda, Tuan Woods."


"Lady first—Perempuan terlebih dulu," balas Whisk.


Tanpa menunggu Whisk, Fabel segera masuk ke dalam. Yang benar saja, dia menemukan Cyan, Zenneth, dan seorang polisi, teman Nich, yang tadi dilihat oleh mereka berjaga di luar.


Ini tidak benar, ada sesuatu yang salah, batin Fabel.


"Apa yang salah? Ingin bertukar tempat denganku?" tanya Qerza.


Tepat setelah Qerza bertanya, ada seseorang yang menyerang Haz. Untungnya Whisk segera menahannya.


"Hati-hati!" seru Whisk. Dia langsung menahan tendangan yang diarahkan pada Haz dengan lengannya.


"Whisk!" Fabel panik saat melihat wajah Whisk menahan sakit di lengannya.


Orang ini kuat! seru Whisk dalam hati.


"Aku tidak apa-apa, Nona." Whisk menyembunyikan tubuh Haz di belakangnya.


Ketiga orang tersebut saling bertatap-tatapan.


"Sekali lagi kau berulah, aku bersumpah akan mematahkan lehermu," ancam Whisk.


Sepertinya ancaman tidak membuat lawan Haz dan Whisk takut. Dia bergeming, tidak beranjak dari tempatnya. Sepertinya dia sedang menunggu momen yang tepat untuk menyerang dua orang di hadapannya.


"Hazelia Lify dan Whisky Woods, kalian menarik," kata orang misterius pada akhirnya. Suaranya seperti dipakaikan sebuah alat yang bisa merubah suara. Wajahnya juga dipakaikan sebuah topeng badut.


Haz tidak menanggapi perkataannya, begitu juga dengan Whisk. Kewaspadaan mereka tidak berkurang sedikit pun, sama seperti lawan.


"Fabel, apakah aku boleh coba menyerangnya?" tanya Qerza. Dia terdengar tidak sabaran.


"Tentu saja. Tapi, berhati-hatilah. Sepertinya ada sesuatu di tubuh orang itu," jawab Fabel memperingatkan.


"Aku akan sangat berhati-hati. Terima kasih sudah mengingatkan."


"Juga, pakai gaya yang monoton saja. Entah kenapa aku merasa jika dia bukan robot, dia adalah orang yang memakai pendeteksi gerakan super canggih."


"Dengarkan ucapan Fabel, Qer. Atau, kamu tidak akan ku izinkan untuk menggunakan tubuh ini dalam situasi apa pun itu." Kali ini Haz yang memberi peringatan untuk Qerza. Bisa dibilang mengancamnya.


"Aman, Nona."


Setelah berkata seperti itu, Qerza langsung melesat ke depan sesuai dengan teknik ninja yang dipelajarinya.


Whisk kaget karena tidak menemukan Haz di belakangnya. Dia menepuk jidatnya pelan. Astaga, Tuhan ... barbar sekali wanita itu, batinnya, frustasi.


Saat Qerza menerjang ke depan, dia bisa melihat orang misterius merogoh kantong hoodie nya dengan cepat. Sebuah jarum suntik tertampang jelas di depan matanya. Dia langsung mundur beberapa langkah ke belakang.


Benar kata Fabel, dia menyembunyikan sesuatu di tubuhnya. Ck! Untung saja diperingatkan. Akan sangat merepotkan jika aku lalai. Nyawa Hazelia Lify bisa menjadi taruhan, batin Qerza.


"Oh? Ternyata kamu curang juga ya, Tuan," kata Qerza sambil menyeringai sinis.


Whisk tahu itu Qerza. Dia tidak seharusnya membaca kepribadian Haz di saat-saat genting seperti itu.


Orang misterius itu berdecak kesal. Qerza bisa mendengarnya walau suaranya sangat pelan.


Qerza kembali melesat maju ke depan. Kali ini lebih cepat.


Namun, orang misterius itu malah melempar jarum yang entah berisi apa ke arah Whisk. Hal itu tentu saja langsung membuat Qerza mengurungkan niatnya untuk menyerang orang misterius dan melangkah mundur untuk mengambil jarum suntik itu.


Qerza berhasil mengambilnya saat jarum tersebut berada tepat di depan leher Whisk. Dia mengembuskan napas lega. Setidaknya tidak sampai di leher pria bersurai kemerahan. Jika tidak, Haz akan langsung histeris.


Qerza melempar balik jarum suntik itu.


Hal yang sangat mengejutkan terjadi, orang itu seperti memiliki kemampuan yang sama seperti Qerza. Dia menghilang dan sudah kabur melalui pintu yang terhubung dengan ruang sebelah. Dan, jarum suntik menancap di dinding setelah mengenai udara kosong.


Orang itu ....