Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
63 : Cyan Vilmasyah


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


Whisk dengan perasaan khawatir menatap ke depan sana karena mendengarkan sebuah ledakan dan lampu jalanan tiba-tiba saja padam. Meskipun dia sudah memperingatkan Haz, tetap saja wanita itu bersikeras tidak ingin keluar dari sewer sebelum benar-benar memastikan apa yang ada di dalam sana.


Whisk mengarahkan pandangannya ke segala arah dan menemukan bahwa di sana ada cctv yang biasa digunakan untuk merekam kegiatan di jalan, alias itu adalah cctv kepolisian yang sengaja dipasang karena daerah tersebut sangat rawan. Sepertinya dia sudah mengambil spot yang salah untuk memarkirkan mobil. Dia dan Haz bisa saja dipanggil ke kantor polisi karena mereka adalah orang yang berada di sana dan yang paling mencurigakan.


"Tidak perlu takut dengan sebuah cctv tua, cctv tersebut sudah lama mati dan tidak diperbaiki setelahnya. Yang harus kamu takutkan adalah polisi yang akan segera datang ke tempat ini," kata Haz, yang muncul entah dari mana seperti hantu. Dia segera masuk ke dalam mobil tanpa berbasa-basi. Dia baru saja melihat sebuah mobil habis terpanggang api di depan matanya sendiri. Seperti kebanyakan orang, Haz ingin segera pergi dari sana sebelum polisi datang terlebih dulu ke tempat tersebut.


Whisk juga ikut masuk ke dalam mobil. Meskipun tadinya dia sempat marah terhadap Haz, akan tetapi sepertinya dia tidak bisa benar-benar marah terhadap wanita itu. Kadar kemarahannya sangat rendah.


"Kan sudah kubilang, sinyal itu bukan sinyal radio ataupun satelit," kata Whisk, mulai menceramahi Haz karena kekhawatiran yang berlebihan.


"Ya, aku mengerti." Haz memutar bola matanya dengan malas. Dia tidak sedang ingin mendengarkan ceramah. Mood-nya sedang sangat buruk karena dimarahi oleh pria yang sedang duduk bersamanya di dalam mobil dan Zenneth, serta melihat sebuah mobil terpanggang. Dan, wanita itu memiliki satu pertanyaan yang ingin diajukannya kepada Whisk.


"Aku ingin bertanya satu hal," kata Haz dengan wajah serius. Dia tidak menatap ke arah Whisk, tapi Whisk tahu bahwa dirinya sedang resah dengan satu hal.


"Ya? Apa yang ingin kamu tanyakan? Barangkali aku bisa menjawabnya," ujar Whisk, mengiyakan apa yang Haz mau. Dia juga ingin mengembalikan mood seorang Hazelia Lify yang sedang hancur.


Mungkin karena dia melihat hal yang tidak diinginkannya, sehingga mood-nya tiba-tiba menurun sangat drastis seperti ini. Aku penasaran, apa yang sudah dilihatnya selama ledakan tadi, batin Whisk.


"Apakah ada sebuah mobil berwarna hitam yang berpapasan denganmu tadi?" tanya Haz. Dia ingin memastikan sesuatu, sehingga dia bertanya tentang mobil hitam yang dilihatnya terkena ledakan dan terpanggang habis oleh api.


"Apa maksudmu dengan mobil hitam?" tanya Whisk bingung. Selama dia ada di sana, dia belum pernah berpapasan dengan mobil hitam yang disebutkan oleh Haz. "Hazelia Lify, apakah kamu yakin bahwa kamu melihat sebuah mobil hitam di sana tadi? Di sini adalah jalan dua arah dan selama aku ada di sini, aku tidak melihat adanya mobil hitam yang melewati mobilku apalagi diriku."


Haz dan Whisk mendadak terdiam bersama. Mereka menatap satu sama lain dengan tatapan sama-sama tidak percaya. Baik Haz maupun Whisk tidak sedang berbohong.


"Karena ini jalan dua arah, bisa saja dia datang dari arah berlawanan. Namun untuk apa dia kembali saat aku keluar dari sewer? Apakah mobil itu hanya rekayasa proyeksi? Atau mobil itu adalah sebuah ketidaksengajaan?" tanya Haz. Dia bergumam pada dirinya sendiri.


"Kantor polisi ada di depan sana," kata Haz. Dia menatap ke arah Whisk yang juga menatap ke arahnya. "Lebih baik kita memutar sedikit lebih jauh jika ingin menghindari polisi dan sampai di gedung kasino dengan aman sentosa."


Whisk melajukan mobilnya sesuai dengan arahan Haz dan selama perjalanan mereka benar-benar tidak bertemu dengan mobil polisi sama sekali. Beruntung sekali karena Haz sudah familiar dengan semua hal yang ada di ibukota negara.


Di dalam lobi, seseorang yang berpakaian rapi mendekati mereka dan bertanya, "Code name?"


"Resplendent Nephila." Haz menjawab menggunakan nama penanya. Dia tersenyum tipis kepada orang berpakaian rapi tersebut. "Kami diundang oleh Code Name: Fairy Tales. Mohon bantuannya, Tuan."


"Status?" tanya orang berpakaian rapi.


"Queen." Haz menjawab singkat. Matanya mendelik tidak sabaran ke arah orang berpakaian rapi. Dia ingin segera diantar untuk menemui Zenneth dan ingin segera mecemplungkan dirinya sendiri ke dalam bak mandi. Juga, dia ingin memastikan sesuatu dari Zenneth.


"Mohon tunggu sebentar, saya akan memastikannya dari pihak Code Name: Fairy Tales." Orang berpakaian rapi berjalan menuju resepsionis yang tidak jauh dari mereka.


Haz bisa memaklumi bahwa orang tersebut merupakan orang yang baru saja bekerja di gedung kasino itu. Dia tidak pernah melihat wajahnya. Namun yang paling membuatnya jengkel adalah dia tidak tahu apa yang dinamakan "status: Queen". Dia bisa sakit kepala dibuat orang berpakaian rapi.


Seseorang mendekati Haz dan Whisk yang sudah menunggu di lobi selama sekitar lima menit. Dia tertawa gugup dan berkata, "Maafkan kelalaian pelayan kami, Queen Resplendent Nephila. Ini tidak akan pernah terjadi lagi untuk kedua kalinya. Saya akan segera mengantarkan Anda ..." Dia berhenti sebentar dan mengalihkan pandangannya ke arah Whisk, lalu melanjutkan, "Anda berdua! Errr ... ke tempat Lady Fairy Tales. Mohon ikut dengan saya."


Haz mengisyaratkan kepada Whisk untuk mengikuti orang tersebut. Mereka berjalan melewati orang berpakaian rapi.


"Maafkan saya, Queen." Orang berpakaian rapi menundukkan kepalanya dalam-dalam, terlihat menyesal karena tidak tahu fungsi status: Queen.


"Apa maksud dari status yang kalian pergunakan di tempat ini?" Whisk berbisik bertanya pada Haz ketika mereka sudah sampai di depan pintu tempat yang dipesan oleh Zenneth.


Orang yang menyuruh Haz dan Whisk mengikuti dirinya, membukakan pintu untuk mereka berdua. "Silahkan, Queen dan Tuan," katanya sambil membungkukkan badan.


Haz menarik Whisk masuk ke dalam, kemudian orang tersebut menutupkan pintu untuk mereka.


"Maksud status adalah seperti kasta. Di gedung kasino yang satu ini terbagi atas beberapa status. Queen adalah salah satu status yang tinggi seperti artinya. Kebetulan aku mendapat status ini karena menyelamatkan pemiliknya dari ... ya ... sesuatu yang mengancamnya."


Setelah menjawab pertanyaan Whisk, Haz pun berjalan meninggalkan pria bersurai kemerahan untuk mencari Zenneth di ruangan yang luas itu. Dia akhirnya menemukan Zenneth sedang duduk di depan komputer, melakukan sesuatu, dan berbincang dengan seseorang yang sangat dia kenal—pemilik gedung kasino, Cyan Vilmasyah.