
#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Kembali ke keadaan Hazelia Lify dan Whisky Woods yang masih berada di dalam mobil dalam perjalanan mereka kembali ke rumah sakit ....
Whisk melirik ke sebelah dimana tempat Haz berada. Dia menyadarkan Haz dari lamunannya dengan bertanya, "Pria yang tadi kita temui di rumah sakit, dia memiliki kemampuan yang sama denganmu. Apakah kamu mengenalnya?"
Haz langsung menatap ke arah Whisk. Dia pun menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu dia siapa. Entah kenapa aku merasa dia juga salah satu murid Guru. Sepertinya aku harus bertanya kepada kak Milla soal siapa saja murid Guru jika aku adalah generasi terakhir," jawabnya.
"Melihat dari gerakannya, mungkin dia bukan murid dari Gurumu," kata Whisk. "Aku menemukan beberapa perbedaan gerakan. Selain itu, mungkin saja kecurigaan ku benar, jika aku memastikan ruangan yang dipakai olehnya dengan lebih teliti." Pria itu melanjutkan perkataannya sebelum Haz sempat menyanggahnya.
"Kecurigaan mu?" tanya Haz, tidak begitu mengerti.
Di beberapa bagian, Haz tidak bisa selalu menggunakan 'kepandaiannya'. Dia juga merupakan seorang wanita biasa, seorang manusia normal.
"Benar. Saat sampai di rumah sakit dan meneliti di ruangan Zenneth serta ruangan sebelahnya, kita akan segera tahu," jawab Whisk.
Whisk sedikit tercengang karena Haz yang dia tahu bukanlah Haz yang suka bingung, tapi mengingat bahwa Haz pernah bertanya tentang apa saja di awal pertemuan mereka, pria itu jadi sadar juga bahwa Haz benar-benar manusia normal.
Whisk langsung mengalihkan pandangannya ke arah jalanan yang sepi sesuai dengan perintah Haz. Bahkan saat marah pun dia sangat cantik, batin pria itu. Apa yang ku harapkan? Hazelia Lify menolak untuk memiliki hubungan dulu. Kamu harus paham akan perasaannya, Whisky Woods. Pria bersurai kemerahan berusaha menyadarkan diri dan membenarkan otaknya.
Satu hal yang tidak Haz maupun Whisk sadari adalah seorang pria misterius di pinggir jalan sana sedang menatap intens ke mobil mereka. Dan, sesaat kemudian, terdengar suara "Pop!" dan "Pst!" yang sangat keras. Ban mobil yang Whisk kendarai kempes karena ada paku-paku yang menancap di sana. Pria misterius itu pun menghilang di ujung jalan setelah memastikan hal itu terjadi kepada ban mobil Whisk.
"Ban mobilmu, Whisky Woods." Haz memperingatkan Whisk ketika dia mendengar suara yang amat keras.
Whisk segera menghentikan mobilnya. Dia keluar untuk mengecek apa yang sudah terjadi dengan mobil yang dikendarainya.
"Sepertinya ada seseorang yang dengan sengaja mengempeskan ban mobil kita," kata Whisk.
Haz langsung memutar rekaman di otaknya, tentang siapa saja yang dia temui di jalanan. Pikirannya berhenti di pria misterius itu. Jangan jangan .... Dia langsung menatap ke arah tempat dimana pria itu berdiri. Kosong, sudah tak ada orang. Wanita berambut panjang gelombang berdecak kesal. Ah ... kenapa aku tidak menyadarinya? tanyanya di dalam hati dengan kesal.
"Apakah kamu memiliki cadangan ban di dalam sini?" tanya Haz.
"Tentu saja, aku selalu mempunyai cadangan. Masalahnya Haz, kedua ban mobil depan menjadi korban, sedangkan aku cuma menyediakan satu ban saja," jawab Whisk.