
#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!
Di ujung matanya, Haz menemukan hal yang dicarinya. Sebuah botol kaca bening yang diterpa cahaya matahari, menyilaukan matanya. Beruntung sekali karena bisa menemukan hal yang dicarinya secepat itu.
Haz mengintip untuk mengawasi pergerakan Thomas Bara dan tanpa sengaja mata mereka bertemu. Dia langsung terhenyak dan berlari.
Haz menyambar botol kaca yang dilihatnya tadi dan berbalik. Thomas Bara sudah ada di belakangnya. Namun pria berbadan bongsor itu tidak membuat pergerakan apa pun.
Haz menatap tajam ke arah Thomas Bara. Apa maunya? pikirnya. Dia tidak merasakan adanya bahaya dari tatapan Thomas Bara untuknya. Melainkan ... wanita berambut panjang gelombang itu malah merasa ada teka-teki yang tidak bisa dipecahkan olehnya melalui tatapan Thomas Bara.
Pada akhirnya Haz pun bertanya, "Apa yang ingin kamu sampaikan?"
Tidak ada jawaban dari Thomas Bara. Dia hanya mengatup mulutnya rapat-rapat. Dia ingin Haz sendiri menebak apa yang ingin disampaikan olehnya, Haz tahu itu.
"Langsung saja ke intinya!" seru Haz keras.
Tetap saja Thomas Bara hanya mengatup mulutnya rapat-rapat. Dia bersih keras ingin Haz yang menebaknya sendiri.
Haz tidak lagi bertanya, melainkan hanya menatap Thomas Bara dengan tatapan setajam pisau. Dia tidak mengerti mengapa Thomas Bara tidak menyerangnya seperti saat itu dan malah ingin bermain teka-teki dengannya. Apakah aku melewatkan sesuatu dalam kasus aneh ini? pikirnya.
Haz mengabaikan Thomas Bara. Aku akan memikirkannya nanti. Aku tidak boleh berlama-lama di tempat ini.
"Aku tidak punya waktu untuk bermain. Apa pun yang ingin kamu sampaikan kepadaku, aku akan memikirkannya ketika aku bersantai nanti. Kamu ingin mengatakan kepadaku bahwa ada yang aku lewatkan. Tidak, maksudku, banyak hal yang aku lewatkan. Kalau begitu sampai jumpa lagi. Sedikit saran dariku, jangan goyah dan selalu percaya dengan apa yang harus kamu percayai, Thomas Bara."
Haz menghilang dari hadapan Thomas Bara setelah memberinya sedikit saran, yang mungkin menggerakkan hatinya(?) Wanita itu tidak tahu, akan tetapi dia sangat berharap bahwa Thomas Bara benar-benar sedang ingin memberitahukan kepadanya sesuatu. Dengan begitu akan lebih mudah baginya untuk menemukan titik terang dari semua kasus aneh itu.
Haz mengambil sepeda yang disembunyikannya di balik pohon besar. Dia kemudian melihat ponselnya. Sudah sekitar tiga puluh lima menit dia meninggalkan Whisk seorang diri dalam telepon. Bahkan tidak terdengar suara lagu lagi.
Aku harus mengabari Whisky Woods segera. Eh, tidak perlu. Dia kan selalu mengaktifkan GPS ponselnya. Lebih baik aku langsung pergi ke tempat dia berada, pikir Haz.
Kembali ke kafe dimana Hazelia Lify dan Whisky Woods duduk bersama ....
"Kamu bertemu dengan Thomas Bara, kan?" tanya Whisk kepada Haz yang dengan santainya menyeruput minuman yang dipesannya.
"Ya, aku memang bertemu dengan Thomas Bara. Dan dia sungguh aneh, seakan-akan sedang memberitahuku ada hal yang ku lewatkan dari kasus aneh yang sedang berlangsung ini," jawab Haz.
"Ada yang kamu lewatkan?" Whisky Woods mengulang perkataan Haz dalam bentuk pertanyaan.
"Menurutmu apakah Thomas Bara bisa dipercayai?" tanya Whisk. "Maksudku, terlepas dari apa yang ingin dilakukannya kepadamu dan dia yang melukaiku."
"Aku yakin sekali dia sebenarnya tidak diperintahkan untuk melukaimu. Hanya saja mengingat hubungan masa lalu kalian yang buruk membuatku percaya dia menyerang dirimu karena hal itu," ujar Haz.
Mata Haz tidak bisa lepas dari mobil yang mengikuti Whisk sedari apartemennya. Hingga sekarang pun mobil itu masih terparkir di sana dan menunggu Whisk keluar dari kafe.
"Fans-mu yang satu itu benar-benar menyeramkan ya. Dia masih saja belum menyerah menunggumu keluar dari kafe ini padahal dia tahu bahwa kamu tidak akan keluar karena tahu bahwa dia mengikuti dirimu," kekeh Haz.
"Apa yang kamu tertawakan? Apa yang lucu dari mengetahui bahwa seorang stalker sedang membuntuti dirimu secara terang-terangan? A-"
Whisk mendadak terdiam setelah mengucapkan pertanyaan kedua. Begitu juga dengan Haz yang melotot setelah mendengarnya. Mereka berdua seperti menemukan jackpot atau memenangkan lotre yang disusun angkanya secara acak.
"Itu dia! Kenapa dia membuntuti dirimu secara terang-terangan padahal dia juga tahu bahwa kau menyadari hal itu!" seru Haz dengan nada berbisik. "Musuh kita sangat banyak dan berbahaya. Thomas Bara benar, banyak yang belum dapat ku pecahkan dari kasus aneh ini. Aku tidak akan menyerah sampai aku bisa mengetahui kebenarannya."
"Kasus ini bahkan lebih sulit dari pada kasus pembunuhan berantai oleh name code: Fallen Reaper di Italia," keluh Whisk sambil memegang kepalanya. "Apakah orang Asia selalu seperti ini? Banyak sekali misteri dan suka melakukan hal secara bertele-tele hingga terjadi kesalahpahaman antara yang satu dengan yang lain?"
"Maaf sekali Mr. Woods, tapi memang begitulah adanya orang Asia. Jika aku boleh jujur," jawab Haz.
Whisk menepuk jidatnya pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia merasa pusing dengan kasus labirin yang ditanganinya saat itu—tidak secara resmi ditangani, tapi masih termasuk sebuah kasus yang harus dipecahkan.
"Kamu terlihat sangat santai, Hazelia Lify," kata Whisk.
"Aku harus melakukannya. Sebenarnya otakku merasa sangat panik sekarang. Apalagi mengetahui bahwa ada yang ku lewatkan. Sampai sebelum kejadian ini terjadi, segala kasus terlihat sangat mudah bagiku. Setelah kasus ini terjadi, aku jadi menyadari bahwa banyak yang tidak ku ketahui tentang bagaimana cara menyelesaikan kasus dengan baik dan benar," ujar Haz panjang lebar.
"Tidak hanya kamu, Hazelia Lify. Kita sekarang berada di posisi yang sama dan kamu yang lebih hebat dariku saja masih bisa melewatkan beberapa hal, apalagi aku," kata Whisk.
Haz menyibak poni wig yang membuat keningnya gatal sambil memikirkan apa langkah yang harus diambil olehnya dan Whisk selanjutnya.
Aku tidak boleh terburu-buru dalam memikirkan pemecahannya. Aku harus mengumpulkan segala hal yang berkaitan, mengumpulkan semua bukti yang ada. Hal yang ku lewatkan pasti bisa menjadi kesalahan fatal dan jalur buntu untuk memecahkan kasus ini. Berpikirlah dengan jernih, Hazelia Lify. Apa aku berhenti sebentar dan menunggu pergerakan musuhku?
Mata Haz tidak berhenti bergerak dari satu tempat ke tempat lain, kemudian kembali lagi ke titik semula. Dia sedang resah dan pikirannya sangat kacau sekarang. Dia ingin kasus itu terselesaikan dengan cepat, juga tanpa kesalahan sama sekali.
"Aku yakin kita pasti bisa memecahkan kasus ini. Bersantailah dulu, Haz. Aku tahu kamu butuh rileksasi," kata Whisk menenangkan Haz.
"Kamu benar. Lebih baik kita bersantai dulu, menunggu hingga musuh melakukan pergerakan. Aku harus tenang."