Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
74 : Pembunuhan Kedua


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


"Baiklah. Kita akan menyelidiki kamar ganti perawat wanita di rumah sakit ini. Tapi, jika tidak menemukan apa-apa, kita beralih ke tempat lain. Aku yakin sekali kalian menemukan jejak lainnya. Kita akan menulusuri melalui jejak itu saja. Kita tidak boleh gegabah sama sekali. Aku tahu kamu adalah orang yang hebat, Hazelia. Tapi, kamu tidak boleh ceroboh. Kamu juga terlalu cepat menarik kesimpulan," kata Rika.


Apa yang dikatakan oleh Rika, semuanya adalah fakta tentang Haz. Wanita berambut panjang gelombang juga tidak bisa mengelak dari fakta-fakta yang telah disebutkan, untuk itu dia hanya diam hingga mereka sampai di depan meja resepsionis.


"Oh, Tuan Detektif yang tadi. Ada masalah apa lagi ya?" tanya perawat yang berjaga di meja resepsionis. Sepertinya shift perawat tersebut adalah sampai pukul 07:00 pagi. Dia masih berjaga walau jam sudah menunjukkan pukul 05:15.


Whisk tersenyum singkat dan mengisyaratkan kepada si kembar Vinzeliulaika untuk beraksi saat itu juga.


Riko memberikan ponselnya kepada perawat dan mengetuk-ngetuk meja resepsionis dengan tidak sabar. Perasaannya tidak begitu bagus. Seperti Haz tadinya, dia juga merasa ada orang yang memperhatikan mereka berempat. Namun dia mengabaikan perasaan tidak mengenakkan itu dan sabar menunggu respon perawat.


"Jadi, nona-nona ini adalah putri-putri cantik dari Vinze's Group?" tanya perawat, tidak percaya dengan siapa yang berada di hadapannya sekarang. Untungnya dia bertanya dengan nada pelan, sehingga tidak menarik perhatian orang-orang. Apalagi masih ada reporter yang berkumpul di tempat itu.


Si kembar Vinzeliulaika adalah orang-orang yang tidak pernah mengekspos diri mereka kepada media luas. Bahkan tidak sampai seratus orang yang tahu wajah asli mereka. Kebanyakan adalah teman-teman masa SMA. Beberapa lainnya adalah teman-teman Ric dan saudara-saudari mereka. Haz dan Whisk termasuk dua orang yang beruntung, termasuk juga petugas di ruang keamanan rumah sakit dan perawat yang menjaga bagian resepsionis—katakan saja seperti itu.


"Apakah Anda berkenan mengantarkan kami menuju kamar ganti perawat wanita?" tanya Rika secara frontal. Dia tidak ingin menghabiskan banyak waktu untuk menjawab pertanyaan konyol dari perawat. "Kami memiliki kepentingan di sana."


"Ah ... itu ...." Perawat terlihat berpikir. Namun matanya terus memandangi Whisk dan dia tertawa gugup. "Tentu. Tentu saja bisa! Hanya saja ... hanya saja tidak begitu sopan jika harus membawa seorang laki-laki, kan? Jika diperbolehkan, saya hanya akan membawa Anda bertig-"


"Saya akan berjaga di luar saja. Saya tidak akan ikut masuk ke dalam ataupun mengintip. Bagaimana?" potong Whisk.


Whisk tidak begitu yakin jika hanya tiga perempuan tanpa ada yang menjaga mereka. Dia tahu bahwa Haz adalah petarung yang luar biasa hebatnya. Wanita itu tidak mungkin menjaga dua orang bersama dengannya. Bagaimana jika terjadi sesuatu dan dia tidak bisa melindungi salah satu dari mereka? Itu hanya akan menambah masalah saja.


"Saya yang akan bertanggung jawab jika dia bermacam-macam. Biarkan saja dia ikut. Lagipula dia adalah seorang detektif. Jika benar-benar ada apa-apa di dalam sana, akan lebih mudah dengan adanya dirinya," kata Rika membela Whisk. "Anda bisa memegang omongan saya."


Perawat pun setuju untuk mengantarkan mereka, termasuk Whisk, ke kamar ganti perawat wanita. Dia menyuruh salah satu perawat untuk berjaga di bagian resepsionis sementara dirinya mengantarkan empat orang ke kamar ganti perawat wanita.


"Silahkan ikuti saya," kata perawat ketika sudah menemukan perawat yang bebas tugas.


Haz, Whisk, dan si kembar Vinzeliulaika mengikuti suster dari meja resepsionis menuju kamar ganti.


Sesuai dengan janji Whisk. Dia menjaga jarak sekitar satu meter dari kamar ganti dan menunggu di sana. Dia tidak ada pikiran untuk bermacam-macam sama sekali.


Perawat terus melirik ke arah Whisk sebelum benar-benar membuka pintu kamar ganti.


"Dia tidak akan mengintip!" bentak Rika tidak sabar. Dia paling tidak suka dengan orang yang lamban.


Jeritan itu mungkin menarik perhatian orang-orang untuk berkumpul di tempat itu.


Sesuai dugaan Haz, Yuni Erika palsu telah dibunuh di kamar ganti perawat wanita.


Haz dan si kembar Vinzeliulaika bisa merasakan kengerian luar biasa dari ekspresi wajah yang timbul di wajah Yuni Erika palsu. Seolah-olah wanita itu telah melihat hal yang lebih menyeramkan daripada malaikat pencabut nyawa.


Metode pembunuhannya hampir sama seperti yang dialami oleh Tyas Reddish: Ditikam tepat di bagian jantung. Hal itu menunjukkan bahwa pelaku yang membunuh Tyas dan Yuni Erika palsu adalah orang yang sama.


Whisk pun meringis melihat pemandangan itu.


Darah menggenangi lantai, ada jejak kaki yang tercetak menuju ventilasi udara yang mungkin langsung menuju ke luar rumah sakit.


Haz melewati mayat dan menyentuh jejak yang tercetak dari genangan darah korban. Masih basah. Tentu saja, Haz dan Whisk sampai di rumah sakit sekitar pukul 04:15 waktu setempat. Sedangkan waktu menunjukkan hampir pukul 04:25 ketika Yuni Erika palsu masuk ke dalam kamar ganti. Dia mungkin sempat melakukan perlawanan, bisa dilihat dari pergelangan tangannya yang membengkak dan kakinya yang terkilir.


Ventilasi ini tidak dapat dimasuki dengan mudah. Mungkinkah pelaku memiliki badan kecil? tanya Haz di dalam hati. Tidak. Aku bisa melewati ventilasi ini. Dan juga .... Wanita berambut panjang gelombang mengintip ke luar ventilasi. Benar-benar langsung mengarah ke luar. Ventilasi ini langsung mengarah keluar rumah sakit. Pastinya tidak ada cctv setelah keluar dari sini untuk jarak sekitar dua sampai tiga meter kanan dan kiri. Dia lalu mencoba mengangkat jeruji besi ventilasi. Sudah dibobol! Dia dapat mengangkatnya dengan mudah dan paku-paku yang tertancap di dinding juga langsung berjatuhan ke atas lantai.


Polisi langsung meneriaki Haz karena dianggap merusak TKP. Padahal wanita berambut panjang gelombang sudah menemukan banyak jawaban.


"Apa yang kau lakukan? Kau bisa merusak TKP!" bentak salah satu polisi dari beberapa polisi yang baru saja tiba di sana.


"Kami ada kepentingan di sini. Ak-"


Haz langsung menutup mulut Whisk dan tersenyum pada para polisi. "Anda tidak lebih hebat dari kami," katanya. "Lagipula aku sudah menemukan apa yang aku inginkan dan itu lebih dari cukup."


"Ayo kita pergi!"


Haz menggandeng Whisk di sebelah kanan dan Rika di sebelah kiri. Rika menggandeng kembarannya dan Haz segera menarik ketiga orang itu menjauh dari kamar ganti perawat wanita yang sudah dikerumuni oleh polisi.


"Kamu sudah menemukan sesuatu?" tanya Whisk tidak percaya sama sekali.


Hanya dalam waktu kurang dari sepuluh menit sebelum para polisi datang, Haz sudah bisa menganalisis data yang ada di TKP.


"Aku memang belum bisa menentukan siapa pelakunya, tapi aku benar-benar sudah tahu caranya kabur dan kendaraan apa yang dinaiki olehnya."