Lady Sherlock : First Unofficial Case

Lady Sherlock : First Unofficial Case
133 : Perusak Suasana Datang!


#NOTE : SEMUA YANG DIKETIK DI SINI ADALAH FIKSI. MOHON PEMBACA TIDAK MENYALAHPAHAMI SEMUA HAL YANG DITULIS OLEH AUTHOR!


Rasanya ingin sekali Haz membanting semua benda yang ada di dalam mobil Whisk. Sedari tadi dia menahan amarah yang meluap-luap, yang sudah mencapai pucuk kepalanya.


Satu pesan balasan datang. Dari Whisk.


Whisk: Aku benar-benar tidak tahu kalau Alkaf datang.


Haz ingin sekali mencabik-cabik kemunafikan Jel yang sebenarnya tidak ada. Dia juga tidak tahu apakah Jel sengaja atau tidak. Yang jelas, dia tidak ingin tahu. Dia sangat marah.


Segalanya menjadi sangat dan sangat serba salah. Haz juga menjadi makin tidak berniat untuk memaafkan Jel. Fabel, Qerza, dan Ziesya pun tak bisa berbuat apa-apa. Jika batu itu keras, maka Haz adalah benda itu.


Di dalam Cafe, tempat Whisky Woods dan Liulaika Jelkesya berada, beberapa saat yang lalu ....


Whisk melihat pesan dari Haz dan segera membalasnya.


Whisk: Aku tahu. Setidaknya, dengan berbincang, kalian akan menemukan titik tengahnya, Hazelia Lify.


Dia akan berpikiran bahwa aku tidak mengetahui perasaannya. Aku hanya mencoba menengahi mereka. Jika seperti ini terus, mereka benar-benar akan berpisah selamanya tanpa berbaikan, batin Whisk.


Haz: Menjijikan perkataan mu, Whisky Woods. Kamu sengaja mengajakku ke dalam untuk mencari masalah ya?


Whisk mengatup mulutnya rapat-rapat. Perasaannya yang tidak begitu bagus membuatnya ingin naik pitam. Namun dia sangat sadar itu adalah Haz. Jadi, dia pun bertanya dengan baik-baik.


Whisk: Maksudmu?


Whisk benar-benar tidak tahu apa yang dimaksud oleh Haz kalau dia sengaja. Haz sedikit keterlaluan ketika mengatakan bahwa perkataannya menjijikan di saat dia tidak melakukan hal yang salah.


Haz: Alkaf ada di Cafe sekarang. KAMU SENGAJA YA?


Whisk mengembuskan napas. Jika seperti ini terus, mereka akan bermusuhan selamanya. Senior Alkaf itu batu. Hazelia Lify juga sama. Lebih baik tidak mempertemukan mereka. Lagipula, kenapa Senior Alkaf bisa berada di sini? tanya Whisk di dalam hati.


Tepat saat Whisk ingin mengintip dari jendela apakah Alkaf benar-benar datang atau tidak, dia mendengar derit pintu Cafe yang terbuka. Saat itu juga, dia tahu bahwa Haz tidak sedang berdrama akan kedatangan Alkaf.


Whisk: Aku benar-benar tidak tahu kalau Alkaf datang.


Whisk menatap intens ke arah Jel, membuat wanita itu menjadi risih dan bertanya-tanya.


Whisk mengisyaratkan Jel untuk berbalik dan melihat siapa yang datang. Sebelum itu terjadi, Alkaf sudah duluan sampai ke meja mereka.


Jel tentu saja kaget. Namun dia menyembunyikan kekagetannya itu. Dia juga sama seperti Haz, rasanya ingin sekali dia membunuh Alkaf. Dia masih sadar bahwa pria berkacamata adalah pacarnya.


"Halo," sapa Alkaf.


Setelah membuat dua wanita saling menjauh karena kelakuannya, Alkaf masih saja bisa berpura-pura kalau semuanya baik-baik saja. Terlihat sekali siapa yang munafik di semua kejadian ini.


"Halo." Whisk menyapa balik. Dia sebenarnya sangat kesal. Untungnya, dia masih memiliki akal sehat.


Jika Jel tidak memiliki pikiran, atau katakanlah dia sedang menggila, dia bersumpah bahwa dia akan menyirami Alkaf dengan kuah mi instan rasa Tom Yam di hadapannya. Barang kali saja Alkaf akan berubah menjadi Alkaf rasa Tom Yam agar tidak meresahkan.


"Aku boleh bergabung di sini?" tanya Alkaf.


"Silahkan Senior," jawab Whisk dengan tenang. Seolah seperti tidak terjadi apa-apa.


"Oh, terima kasih kalau begitu," kata Alkaf. "Omong-omong kamu di sini sendirian? Dimana Hazelnut? Biasanya kalian selalu menempel." Dia mengatakan kata 'hazelnut' seolah-olah itu adalah nama penyakit kulit.


Pernahkah kalian berada di fase ingin mematahkan leher orang sangkin keselnya? Jika kalian pernah, maka itulah yang sedang terjadi kepada dua insan yang bersama dengan Alkaf. Mereka hanya bisa berpura-pura bahwa semuanya berada di dalam kendali. Jika tidak, di Cafe itu sendiri sedari tadi sudah terjadi keributan.


"Ratih." Whisk melambaikan tangan kepada Ratih.


"Kenapa?" tanya Ratih, mendekat dan berhenti tepat di depan meja mereka. Dia melihat ke arah Alkaf. "Oh, astaga. Maaf. Silahkan menu-nya." Dia memberikan menu kepada Alkaf.


Bahkan seorang Ratih pun tahu kalau Alkaf adalah perusak suasana yang sebenarnya. Dia melotot ke arah Whisk, seolah-olah bertanya, "Ini biang keroknya?"


Whisk hanya bisa tersenyum dan mengangguk pelan. Dia pun memesan sesuatu lagi dengan isyarat. Dia menunjuk ke arah cangkir kopi, cangkir susu, dan mi instan yang disukai oleh Haz, lalu memamerkan satu telunjuk.


"Oh, ok." Ratih menyatukan jari jempol dan telunjuknya. Dia tentu saja tahu maksud dari Whisk. Dia ingin menambah lagi agar Alkaf tidak tahu bahwa Haz sudah berkunjung ke sana.


Whisk membuka layar ponselnya sembari menunggu Alkaf yang sedang melihat-lihat menu.


Whisk: Karena keadaan sudah menjadi seperti ini, lakukan saja apa yang mau kamu lakukan. Kamu mau menyirami Alkaf? Silahkan. Tidak akan ada yang melarang dirimu melakukannya. Bahkan pacarnya sekali pun.


Tak lama kemudian, datang balasan.


Haz: Kamu akan menyesal karena menyuruhku melakukan hal gila, Whisky Woods.


Whisk pun membalas.


Whisk: Tidak akan ada penyesalan, Hazelia Lify. Alkaf sepertinya memasang alat pelacak di mobil Jelly. Jelly pun tidak tahu hal itu. Kamu tidak ingin marah terlalu lama kan?


Haz: Aku akan membereskan alat pelacak nya.


Whisk: Begini Hazelnut yang aku kenal. Silahkan melakukan kegilaan semau kamu. Ratih dan pria pelayan tadi akan mendukungmu juga.


Haz: Kamu jahad sekali, Whiskie...say goodbye to Haz yang bersedih. Aku akan sangat keterlaluan.


"Oh ya, Whisk. Kamu belum menjawab pertanyaanku," Alkaf telah selesai memesan apa yang diinginkannya.


"Haz sedang mengerjakan sesuatu. Dia akan datang beberapa menit lagi. Jam sepuluh tiga puluh nanti," balas Whisk.


Whisk memakan sisa mi di mangkuk Haz. Dia melakukannya agar tidak ketahuan kalau Haz sudah datang ke sana. Sekarang dia berada di dalam mobil dan untungnya pria bersurai kemerahan tidak menguncinya.


Alkaf membulatkan mulutnya membentuk huruf 'O'.


Whisk juga menuangkan susu ke dalam gelas kopi yang tinggal setengah. Sedangkan Alkaf, dia menatap tak percaya ke arah Whisk.


"Kenapa, Senior?" Whisk bertanya selesai menelan mi yang sudah mengembang. Ternyata rasanya lebih enak dibanding ketika uapnya masih membubung tinggi.


"Kamu makan semua ini sendiri?" tanya Alkaf.


"Tentu saja. Aku sedang ingin makan hari ini. Lagipula aku tidak ada kerjaan," jawab Whisk.


Apanya yang tidak ada kerjaan? Jika Alkaf dan Jel tahu, mereka tidak akan percaya bahwa dia dan Haz sudah terkena masalah besar dari jam sebelas pagi menjelang siang tadi.