
Sehari kemudian setelah Aera ditaklukan.
Terlihat karapan kereta kuda yang tak terhitung jumlahnya memasuki sebuah gerbang raksasa.
Kereta-kereta itu bukanlah milik pedagang ataupun para pejabat melainkan milik pasukan militer dari seluruh penjuru dunia.
Saat ini para petinggi penting dunia berkumpul di Kerajaan Avalon untuk membahas situasi terkini setelah negeri para dewa itu ditaklukan.
Semua was-was pada ketidak jelasan situasi yang ada setelah Kekaisaran Dewa runtuh
Dua orang penjaga gerbang sedang berbincang-bincang.
"Hey, ini seperti parade militer saja..." ucap salah satu penjaga gerbang yang menyaksikan ribuan pasukan militer memasuki gerbang.
"Benar sekali!! Tapi aku tak menyangka yang datang pasukan sebanyak ini..." sahut salah satu penjaga yang melihat situasi tak biasa itu.
"Ku harap para petinggi dunia yang datang bisa menyelesaikan semua masalah yang terjadi..."
"Aku juga berfikir begitu!! Semenjak 'Dewa Kematian' dikalahkan banyak hal buruk terjadi..."
"Kalau dipikir-pikir semua hal buruk yang terjadi dimulai dari 'si pengacau'..."
"Ya, aku juga setuju dengan pendapatmu itu..." ucapnya.
*
Pasukan militer dari segala tempat itupun berkumpul alun-alun ibukota yang membuat para penduduk sangat khawatir.
Lalu dari menara istana kerajaan Avalon, sang raja terlihat sedang mengamati dengan seksama.
"Ayah..." ucap seorang pemuda yang tiba-tiba muncul dari belakang sang raja, ia adalah salah satu dari Empat Pilar Avalon dan merupakan Pangeran Avalon, dia adalah Aogami Hiruma.
Raja Avalon menoleh ke belakang, "Ada apa?"
"Ayah, para utusan telah sampai dan sedang menunggumu..." jelas sang pangeran.
"Oh, kalau begitu aku akan segera kesana..." ucap sang raja dengan nada datar.
"Baik, aku akan kembali ke tempatku lagi..."
"Ya..."
Aogami Hiruma pergi dan setelahnya sang raja juga menuju ke tempat para utusan berada.
*****
Para petinggi dunia yang duduk dalam satu meja besar itu terdiri dari perwakilan tiga kerajaan dan mereka adalah.
Ragna 'si tinju magma', Yagami Keisuke 'sang naga petir' dan dua putri kerajaan yaitu Hamura Sasha dan Hamura Misha. Mereka adalah perwakilan dari Artaraz.
Perwakilan dari kerajaan Angelion merupakan 3 dari Dua Belas Penjaga dan mereka adalah Kirika 'wanita pemarah', Matou 'biksu peniru' dan Shuna 'sang wanita pemabuk'
Lalu disana ada perwakilan dari kerajaan Avalon sendir yang juga merupakan 3 dari Dua Belas Penjaga yaitu Vajra 'si topeng besi', Komamura 'sang siluman banteng' dan Kalgara 'sang ksatria angin'
"Sialan, kalian pihak Artaraz!! Mengapa kalian hanya mengirimkan bocah-bocah dalam pertemuan ini!! Apa kalian tak serius menghadapi situasi yang terjadi saat ini?" Ejek Komamura 'sang siluman banteng' saat melihat perwakilan Artaraz.
Sasha yang merupakan seorang putri menjadi agak jengkel karena diremehkan, "Dia tak bisa dimaafkan..." gumamnya dengan suara pelan.
Keisuke mencoba menenangkan Sasha dengan memegang pundaknya, "Jangan terpancing..." bisiknya pada sang putri.
Sasha menjadi agak tenang dan pemilik kekuatan naga petir itupun berkata pada orang yang sebelumnya mengejek mereka, "Tuan Komamura, tolong jaga ucapan anda..."
"Hah? Memangnya kenapa? Apa kau tak terima?" Ucap 'sang siluman banteng' yang malah emosi.
Yagami Keisuke menanggapi dengan bijak, "Kami tak ingin berdebat tentang hal tak penting jadi aku tak akan terpancing pada provokasi anda..."
Komamura 'sang siluman banteng' menjadi emosi, "Kau terlalu meremehkanku, bocah!! Jika apa yang kau katakan benar mari turun ke arena dan bertarung denganku!!"
Ragna yang mendengarnya tersenyum menyeringai, iapun mendadak meletupkan lava pijar dari kedua lengannya dan membuat semua yang ada disana terkejut, "Menarik sekali, pak tua!! Hanya karena kau memiliki gelar yang sama dengan mendiang raja Artaraz bukan berarti aku takut padamu!!"
"Ku bunuh kau, bocah!!" Teriak Komamura dengan menarik senjata yang berupa pedang besarĀ dipunggungnya yang sontak membuat kepanikan.
Iapun menebas secara langsung akan tetapi Ragna juga memukul dengan tinju magmanya tetapi sebelum keduanya beradu serangan mendadak sebuah teriakan terdengar, "Hentikan!!!"
Keduanya yang telah naik ke atas meja itu secara spontan berhenti karena munculnya sang raja Avalon.
"Kita disini untuk membahas sesuatu yang penting bukan berperang..." ucap Raja Avalon dengan sorot mata tajam.
Keduanya memundurkan niat bertarung dan kembali ke tempatnya masing-masing. Kemunculan sang raja Avalon itupun membuat situasi yang semula gaduh perlahan berubah menjadi tenang.
"Sebagai raja Avalon yang merupakan tuan rumah kami minta maaf atas ketidak nyamanannya terutama pada kalian pihak Artaraz..." ucap Sang Raja Avalon.
Semuanya terdiam dan menjadi menghargai pihak Artaraz meski perwakilannya berisi anak-anak lalu kata-kata itupun membuat Komamura tak berdaya, iapun tertunduk dengan rasa malu.
"Lagi pula aku sangat menghargai Tuan Hamura Hanato yang merupakan Raja Artaraz, ia yang kuat telah mampu membawa Artaraz menjadi kerajaan terkuat membuatku kagum..."
"Kita lupakan saja perselisihan kita dan lebih fokus pada masalah yang ada..." ucap Yagami Keisuke dengan tenang.
"Aku setuju dan kurasa yang lainnya juga sepakat..." ucap Raja Avalon yang pelahan duduk, iapun memulai rapat tersebut, "Baiklah, sebagai tuan rumah aku akan menjelaskan situasi terkini..."
Semuanya mendengarkan.
"Pertama, perang besar telah berakhir 2 bulan yang lalu dan menyisahkan masalah baru yaitu kekosongan kekuasaan dunia..."
"Kedua, untuk mengisi kekosongan kekuasaan dunia itu aku mengumpulkan kalian perwakilan 3 kerajaan..."
"Dan ketiga, saat ini dari informan Avalon, kami mendapatkan informasi yang sangat darurat bahwa saat ini negeri para dewa telah ditaklukan oleh para raja iblis..."
"Apa!!!" Sontak kata-kata itupun membuat mereka yang ada disana terkejut.
Semuanya terdiam akan tetapi Yagami Keisuke berkata, "Bila anda berniat membuat aliansi untuk mengisi segala kekosongan yang ada mengapa pihak dari Kerajaan Alvarez tidak ada disini?"
Raja Avalon terdiam lalu bicara, "Aku sudah mengirim undangan pada mereka akan tetapi entah mengapa pihak Alvarez tak menjawab..."
"Begitu, ya?" Ucap Keisuke Yagami dan penjelasan itupun membuat yang lainnya paham.
Tetapi secara mendadak angin berhembus kencan dan dua pemuda masuk lewat jendela.
Mereka semua terkejut dan kedua pemuda itu adalah Nagata Kagami 'si pembawa badai' dan 'si jenius' Senju Rain.
"Maaf kami terlambat..." ucap Nagata Kagami.
"Kami membawa informasi darurat bahwa saat ini kerajaan Alvarez tepatnya wilayah selatan telah jatuh ke tangan mereka para raja iblis..." ucap Senju Rain dengan serius.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 982 : Kekuatan Musuh
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****