
Yui, Rikie, Hinowa dan Goto yang hendak menuju ke garda depan mengalami masalah.
"Kakak..." Goto berteriak lantang penuh kekhawatiran begitu melihat tubuh kakaknya terjatuh ke tanah.
Iapun tanpa pikir panjang berlari mendekat.
Lalu asap kegelapan yang berasal dari dalam tubuh Kakak Goto secara perlahan memadat lalu membentuk sesosok kegelapan dengan aura kematian yang sangat kuat.
Ya, salah satu iblis kelas tertinggi yaitu Lindouw 'sang raja iblis kematian' tercipta dari gumpalan asap kegelapan itu.
Ia melayang diudara dan tertawa lepas, "Hahahaha... akhirnya aku bisa kembali juga!!"
"Apa!!!" Sontak Yui, Rikie dan Hinowa shock berat.
Bagaimana tidak? Ketiganya tak habis pikir 'sang raja iblis kematian' yang susah payah disegel dineraka kembali lagi dengan mudahnya.
"Hahahahaha...!!" Lindouw tertawa sambil meluapkan kegelapan.
Meskipun begitu Goto sama sekali tak memperhatikan keberadaan Lindouw, ia lebih khawatir pada kondisi si kakak yang sekarang ini lemas tak sadarkan diri.
"Kakak, apa yang telah terjadi padamu, kak!! Cepat buka matamu!!" Teriaknya dengan lantang.
Lindouw melirik ke bawah lalu menatap Goto dan kakaknya, "Kurasa aku harus berterima kasih pada gadis itu?"
"Cih..." Goto yang mendengarnya mengalihkan pandangan pada sang iblis, "Apa lagi yang telah kau lakukan pada kakak ku?"
"Awalnya aku mengutuk kakakmu dengan menjadikannya iblis menggunakan sedikit energiku..."
"Ya, dan sekarang aku mencabut kembali kutukan itu sehingga bisa bangkit dari neraka..."
Goto pun terdiam, ia menyadari bahwa kakaknya telah kembali seperti sedia kala akan tetapi ia masih saja khawatir karena sang kakak tak sadarkan diri.
Dilain sisi Lindouw mengangkat tangan kanannya dan kegelapan pekat terkumpul, memadat lalu terciptalah sebuah sabit, "Sebagai terima kasih karena telah menjadi perantara lahirnya diriku maka akan ku kirim kau ke akhirat tanpa merasa sakit..." ucapnya yang tanpa ragu melesatkan tebasan pada Goto dan kakaknya.
"Cthing!!!" Mendadak Rikie berdiri tegak menahan tajamnya sabit kematian dengan menyilangkan kedua lengannya, "Goto!! Cepat bawa kakakmu pergi dari sini!!"
"Aku mengerti!!" Jawab Goto, iapun menggendong si kakak ke punggung. Goto juga pergi bersama dengan Hinowa.
Lindouw mengangkat sabitnya dan sedikit menjaga jarak lalu bertanya, "Bagaimana mungkin kau bisa menahan sabitku hanya dengan tangan kosong..."
"Khi..." Rikie tersenyum menyeringai dan berkata, "Kedua lenganku ini bukanlah lengan biasa..." ucapnya yang perlahan membuka perban yang membalut kedua lengannya dan nampaklah dua lengan keemasan.
Lindouw menatap tajam dan mengerti, "Benar sekali!! Kau memiliki lengan Naga Emas Legendaris dan itu menjelaskan kenapa kau bisa menahan sabitku..."
"Mungkin ini hari keberuntunganku!! Akan ku bunuh kau dan ku rebut dua lengan Naga Emas Legendaris..."
"Kau tak akan mendapatkan apapun..." ucap Rikie dengan memasang kuda-kuda.
Lindouw terbang melesat ke arah Rikie dan iapun melesatkan tebasan-tebasan cepat, "Sllash!!! Sllash!!!"
"Cthing!! Cthing!!" Rikie menahan setiap tebasan yang datang dengan kedua lengan.
"Hahahahaha...!! Sepertinya kau sangat kerepotan, bocah?" Ejek Lindouw.
"Cih..." Rikie tetap bertahan meski terdesak.
Yui yang masih disana memberikan sedikit bantuan, "HUUPPS...!!" Iapun menarik nafas panjang dan meningkatkan energi, "Auman Naga Suci!!!!"
Iapun menyerang dengan serangan khas naga dari arah samping, "...!!!" Lindouw terkejut dan terkena serangan itu telak hingga membuatnya terhempas.
"Hah... hah... hah..." Rikie mulai mengatur nafasnya, "Terima kasih, senpai!! Jika kau tak membantuku maka aku pasti sudah mati..."
Yui terlihat serius, "Hati-hati dan kita tak boleh lengah!! Aku juga bukan tipe petarung jadi tak bisa membantu..."
"Ya..." jawab Rikie dengan sorot mata tajam.
Lindouw secara perlahan berdiri kembali dan ia terlihat sangat kesal, "Sialan, karena pertarungan sebelumnya aku kehilangan hampir 70 persen kekuatanku!! Aku terlalu lemah sekarang ini..." gumamnya dalam hati.
"Benar, para raja iblis sedang melawan petarung kuat jadi kurasa aku harus segera kesana untuk membantu..." pikir Lindouw.
Iapun meningkatkan energi dan hal itu membuat Yui dan Rikie waspada.
"Kalian beruntung terhindar dari kematian..." ucapnya dengan sorot mata tajam, Lindouw mencengkram erat sabitnya dengan tangan kanan lalu menebas ke udara dan terciptalah sebuah robekan dimensi.
Iapun masuk portal dimensi itu.
Yui dan Rikie yang melihat hal itu merasa lega, "Hah... dia pergi..." ucap keduanya serentak.
"Aku ingin tau apa yang membuatnya pergi?"
"Entahlah, yang jelas kita selamat..." sahut Yui.
"Senpai, kurasa kita harus cepat-cepat pergi ke medan pertarungan digarda depan..."
"Ya..."
*****
'Sang raja iblis kematian' pergi ke salah satu titik pertarungan yang disana berkumpul para raja iblis.
Lalu disalah satu titik, Arashi sedang berhadapan dengan dua iblis kuat yaitu Rafathar dan Heliel.
Keduanya berdiri tegak berdampingan dengan tatapan tajam pada Arashi.
"DYYEESS...!! DYYEESS...!!" Sebuah hal yang mengejutkan terjadi yaitu beberapa energi kuat melesat lalu jatuh tepat mengelilingi 'si pengacau'
Ya, undangan Arashi sampai tujuan dan kini semua 'raja iblis' berkumpul pada satu titik mengepung dirinya.
Para iblis itu tak lain adalah Leonidas 'sang raja iblis gempa', Guts 'sang raja iblis bumi', Blast 'sang raja iblis api', Silka 'iblis wanita delapan sayap', Tesla 'sang gravitasi', Juzo 'sang raja iblis lautan' dan Kamui 'sang raja iblis cahaya'
Arashi yang terkepung berkata, "Kurasa aku benar-benar sial..."
"Bukan sial hanya saja keberuntunganmu telah habis..." ucap 'sang raja iblis pelahap', "Ada 9 iblis kuat yang telah mengepungmu dan kau tak akan bisa lari..."
"Khi..." Arashi malah tersenyum menyeringai, ia mengepalkan tangan berbalutkan api dan mengembangkan sepasang sayap apinya, "Siapa juga yang mau lari? Aku memang menginginkan kalian berkumpul ditempat ini untuk dihabisi sekaligus..."
"Kau terlalu sombong!!!!" Teriak Heliel yang terprovokasi, ia langsung saja berteleport ke hadapan Arashi dan melesatkan cakaran, "Sllash!!!"
Arashi yang memiliki insting tajam dapat dengan mudah menghindar dan ia dengan cepat membalas lawan dengan mencengkram wajah lalu membantingnya ke belakang sekuat tenaga, "Jbbllast!!!" Tanah berubah cekungan karena hantaman itu.
"Sayang sekali!! Aku serius dan sedang tak ingin bercanda..." ucap Arashi yang telah membuat Heliel tak sadarkan diri dengan sekali serang.
Kedelapan Raja Iblis yang ada disana menatap dengan biasa saja meski Arashi telah menunjukan kemampuannya.
"Kau hanya bocah dan menang melawan kami semua adalah hal yang mustahil..." ucap 'sang raja iblis gempa' yang kemudian mengepalkan tangan lalu memukul udara bebas didepannya.
"Krak!! Krak!!" Atmosfer terpusat dan hal itu membuat retakan-retakan diudara lalu melesatlah gelombang gempa penghancur segalanya.
Arashi yang melihatnya tetap tenang dan iapun memusatkan energi pada kepalan tangan kanannya lalu berteriak, "Didunia ini tiada hal yang mustahil...!!!!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1119 : Level Tertingi
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Terima kasih atas perhatiannya.
*****