Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1083 : Munculnya Si Hantu


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


"Kau kuat!!" Ucap 'sang raja iblis kematian' dengan sorot mata tajam, iapun mengangkat sabitnya ke atas lalu sabit tersebut terus saja membesar dan membesar hingga berubah menjadi 100X ukuran semula.


Lindouw yang menggengam sabit raksasa berkata dengan tersenyum menyeringai, "Aku ingin tau bagaimana caranya kau mengatasi yang ini?"


Torano memikirkan cara untuk mengatasi senjata super besar itu akan tetapi sebelum ia menemukan cara untuk mengatasinya terlebih dahulu Lindouw menebaskan sabit.


"Sllash!!" Torano tiada pilihan lain selain menyilangkan dua pedangnya akan tetapi mendadak Rikie berdiri tepat dihadapannya, "Apa!!!" Torano terkejut.


"Biar aku saja yang mengatasinya, Senpai..." teriak Rikie yang melesatkan pukulan ke atas.


"Cthing!!" Ujung sabit yang tajam beradu dengan kepalan tinju Rikie.


"...!!!!" Semua terkejut melihat hal itu terlebih untuk Lindouw.


'Sang raja iblis kematian' merasa ada yang janggal pada lengan Rikie yang dibalut oleh perban itu, "Bagaimana mungkin kau dapat menahan sabitku? Padahal seharusnya setiap apa saja yang terkena akan langsung mati?"


Rikie ingat betul bahwa Lindouw adalah iblis yang telah menghabisi seluruh penduduk yang tinggal didesanya, "Kau adalah iblis yang telah mengutuk Kakak Goto!! Kau tak akan ku maafkan!!"


Iapun mengepalkan satu tangannya lagi dan memukul sabit itu, "Cthing!!!" Sabit raksasa itupun malah terlempar dari genggaman tangan 'sang raja iblis kematian'


"Hebat sekali!!" Lindouw malah memuji kekuatan Rikie.


Mode gabungan memanfaatkan kesempatan dan iapun sudah berada dibelakang punggung Lindouw, "Terima ini!!!" Iapun melapisi kepalan tangan kanannya dengan elemen kegelapan lalu melesatakan pukulan, "Jbbllast...!!!!"


Lindouw terlempar jauh lalu Minaka menyambutnya dengan menghujaninya menggunakan pukulan dari lengan-lengan bayangan, "Jbbuuak...!! Jbbuuak...!!"


Minaka terus melesatkan pukulan-pukulan dengan lengan-lengan bayangan hingga iapun merasa sangat kelelahan, "Hah... hah... hah..." Minaka perlahan menghentikan serangannya dan mulai mengatur nafasnya kembali.


Torano dengan sorot mata tajam berkata, "Dia belum kalah akan tetapi ku yakin ia merasa sangat sakit setelah terkena serangan-serangan kita..."


Dari kepulan asap dedebuan terlihat sorot mata tajam dan juga aura yang sangat mengerikan.


Sabit milik 'sang raja iblis kematian' yang tertancap ditanah perlahan mengecil dan berubah ke ukuran semula lalu melesat kembali ke arah dedebuan seolah ditarik paksa.


"DYYEESS...!!" Ledakan energi yang sangat kuat terasa dari dalam kepulan itu.


Lalu dikejauhan Goto yang menjaga peti mati merasa ada yang aneh lagi karena peti matinya bergetar hebat, "Apa yang terjadi?"


"Apa mungkin kakak mu ingin keluar lagi?"


"Entahlah, tapi bila ia ingin keluar apa yang menjadi penyebabnya?" Ucap Goto.


Misaki berkata, "Dihadapan kita ada iblis kelas tertinggi yang memiliki pecahan kekuatan Dewa Kematian dan dia yang mengutuk kakakmu..."


"Ku yakin kakakmu merespon keberadaan 'sang raja iblis kematian'..."


Goto menekan pintu peti mati itu, "Aku tak akan membiarkan kakakku terlibat masalah dengan 'sang raja iblis kematian"..."


"Aku juga punya firasat buruk bila ia keluar..." Misaki juga ikut menekan pintu masuk peti itu.


"Aku akan membantu..." ucap Hinowa.


*


Dari kepulan asap tebal terdengar suara langkah kaki, "Tap... tap... tap..." Lindouw keluar dengan wujud berbeda, ia yang sekarang memiliki dua wajah didepan dan dibelakang kepala.


"Hahahaha...!! Kalian benar-benar menarik karena bisa membuatku menggunakan wujud ini..." ucap Lindouw dengan memutar-mutar sabitnya.


Torano bergumam dalam hati, "Tekanan dan aura miliknya terasa lebih pekat dari pada sebelumnya!! Iblis kelas tertinggi benar-benar berbeda..."


Lindouw melesat dengan sangat cepat ke arah Rikie, "Aku ingin tau apa yang ada dibalik perbanmu itu..." iapun menerkam Rikie akan tetapi Mode Gabungan menembakan laser dan membuatnya terlempar.


"Cih..." Lindouw segera bangkit meski perutnya berlubang, "Melawan beberapa orang sekaligus memang merepotkan jadi akan ku tambah jumlahku supaya adil..." iapun menyatukan dua telapak tangannya lalu meningkatkan energi.


"Zink!!" Salah satu Lindouw menghilang dengan kemampuan teleport dan muncul tepat dihadapan mode gabungan, iapun membalut kepalan tangannya dengan kegelapan dan langsun melesatkan tinju pada bagian perut, "Jbbllast...!!"


"Uhuk...!!" Mode gabungan terkena serangan telak dan iapun terlempar lalu terpisah-pisah kembali menjadi empat.


Lindouw terkejut setelah mengetahui wanita dewasa yang ia pukul berubah menjadi empat anak kecil, "Apa-apaan ini?"


"Sialan, menjauh dari mereka!!!!" Teriak Torano yang dengan pijakan kuat segera melesat, iapun menebaskan pedang pada Lindouw akan tetapi Lindouw yang lain muncul mendadak dan menendang tubuhnya, "Jbbllast...!!!"


"Uhuk!!" Torano terlempar hingga menembus beberapa bangunan.


"Torano-senpai!!!!" Teriak Rikie.


"Dia hanya clon jadi khawatirkan dirimu sendiri!!!" Ucap Minaka dan benar saja salah satu Lindouw mendadak muncul tepat dibelakang punggung Rikie dan langsung menebaskan sabit.


"Sial, aku tak sempat menghindar..." pikir Rikie akan tetapi didetik-detik akhir Minaka bergerak cepat, iapun menciptakan lengan bayangan yang sangat panjang dan menarik krah baju belakang Rikie.


"Yang tadi itu nyaris saja!! Kau harus lebih berhati-hati..." ucap Minaka.


"Maaf..."


"Jangan minta maaf karena kita ada dimedan pertarungan..." ucap Minaka dalam sikap serius.


"Iya..." Rikie segera berdiri tegak dan memasang sikap waspada.


Lindouw berkata dengan entengnya, "Bagaimana mungkin serangan kematian dapat ditahan dengan tangan kosong? Ya, aku penasaran apa yang ada dibalik perban yang ada dikedua tanganmu itu?"


"Maaf saja tapi aku tak akan memberitahumu!!" Ucap Rikie dengan sorot mata tajam.


*


Dilain sisi clon Torano perlahan berdiri lagi akan tetapi mendadak Lindouw muncul tepat dihadapannya sebelum sempat ia berdiri tegak.


'Sang Raja Iblis Kematian' mengayunkan sabit yang ia genggam dan menebas, "Cthing!!" Beruntung respon Torano cepat dan iapun mampu menangkis dengan menyilangkan kedua pedang.


Lindouw menyeringai dan berkata, "Meskipun kau bukan yang asli tapi kekuatanmu boleh juga!! Ya, aku jadi ingin bertemu dengan yang asli dan aku penasaran sekuat apa dia..."


"Sayang sekali tapi aku yang asli sepertinya tak ingin bertemu denganmu..." ucap Torano dengan sorot mata tajam.


*


Dilain sisi.


Salah satu 'sang raja iblis kematian' menatap heran pada keempat anak kecil yang semula wanita dewasa, "Sebenarnya siapa anak-anak ini?" Iapun memegang lengan Yuzuru dan mengangkatnya.


"Lepaskan adikku!!!" Ucap Yuuki yang secara perlahan berdiri tegak.


"Sebenarnya siapa kalian?"


Dalam pertarungan Lindouw berhasil menguasai keadaan dan membuat lawan-lawannya terdesak akan tetapi dikejauhan tepatnya diatas sebuah bangunan terdengar suara tembakan, "DOORR...!!!!"


Yami/Yemi terjatuh dengan luka tembak dikeningnya dan darah mengalir membasahi lantai.


"Apa yang telah kau lakukan!!!!" Teriak Yui.


Yugiri yang merupakan anak kecil menjadi ketakutan, "Dia mati..."


"Jangan khawatir!! Dia abadi jadi serangan seperti itu tak akan berpengaruh padanya..." ucap pria yang melubangi kepala Yami/Yemi entengnya dan dia adalah Yamanaka Ashura si pemilik kekuatan hantu.


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1084 : Mana Grimoire ku!!


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****