
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Arashi melawan 7 raja iblis dan ia yang kurang waspada jadi terlempar akan tetapi ia segera bangkit lagi, "Melawan 7 raja iblis sekaligus adalah tindakan yang gila akan tetapi aku menyukainya..." gumamnya dalam hati dengan tersenyum lebar.
"Kau memang telah mengalahkan Rafathar yang merupakan iblis kelas tertinggi akan tetapi ia hanya setara dengan empat iblis kelas atas..." ucap Excel meletakan dua telapak tangannya pada permukaan tanah dan dengan cepat gelombang es melesat.
Arashi meningkatkan energi dan menghentakan satu kaki kanannya ke depan, "DYYEESS...!!" Gelombang api melesat dan beradu langsung dengan gelombang es itu.
Karma dan Leonidas berdiri berdampingan, "Aku ingin tau bagaimana cara dia akan mengatasi serangan gabungan kita?"
"Ya, aku juga ingin tau..." ucap Karma 'sang raja iblis petir'
Keduanya meningkatkan energi dan sama-sama mengepalkan tangan, Leonidas dengan kepalan tangan berlapis gempa dan Karma dengan kepalan tangan penuh dengan kilatan-kilatan petir, "HIIAA...!!!!"
"Jbbuuak!!" Keduanya sama-sama memukul ke depan dengan kemampuannya masing-masing, "Krak!! Krak!!" Tercipta retakan-retakan diudara disertai dengan kilatan-kilatan petir.
Gelombang petir penghancur segalanya melesat dan serangan itu merusak semua yang dilaluinya.
Arashi menjadi sangat terkejut saat melihat serangan itu, "Teknik mereka sangat mematikan..." ia mengarahkan dua telapak tangan ke depan dan melapisi seluruh tubuhnya dengan elemen berlian.
Ya, ia menahan serangan itu secara langsung meski ia terus saja terdorong ke belakang, "HIIAA...!!!" Arashi mencengkram erat serangan itu dan melemparkannya ke atas.
"Yang tadi itu nyaris saja!! Jika saja aku tak punya elemen berlian ku yakin diriku sudah tercabik-cabik..." gumam Arashi dalam hati.
Dua raja iblis yang melakukan serangan gabungan sangat geram ketika Arashi bisa mengatasi serangan mereka.
Arashi dengan tersenyum lebar malah menantang mereka dengan berkata, "Ayolah, apakah hanya itu yang kalian punya?"
Ketujuhnya menatap tajam dan merasa diremehkan.
Karma 'sang raja iblis petir' langsung saja melesat bagaikan kilat dengan petir dikedua kakinya, iapun melesatkan tendangan secara langsung.
Arashi yang memiliki insting tajam mampu prediksi arah serangan lawan, ia melapisi kepalan tangan dengan berlian yang dipadukan dengan angin peruntuh, ia juga memusatkan energi pada satu titik.
"Jbbllast!!" Karma menendang akan tetapi Arashi juga memukul dengan melemparkan semua energi yang terkumpul sekaligus.
Lapisan berlian dikepalan tangannya membuatnya terlindungi sementara kaki 'sang raja iblis petir' menjadi hancur lebur.
"...!!!" Hal itupun membuat para raja iblis yang lainnya terkejut dan mereka sekarang ini sama sekali tak meremehkan Arashi.
Karma segera mundur akan tetapi Excel 'sang raja iblis es' meletakan telapak tangannya pada tanah dan seketika saja gelombang esĀ yang menjulang tinggi melesat.
Arashi meningkatkan energi dan enam bola elemen yang berbeda muncul melayang dibalik punggungnya, "Mode : Six Element"
Ya, ia menggunakan kekuatan elemen.
"Aku juga bisa melakukan hal yang sama sepertimu..." ucap Arashi yang kemudian menghentakan kaki kanan ke depan, "WUUSS...!!!" Gelombang es dewa yang menjulang tinggi melesat dan kemudian beradu dengan es milik sang raja iblis.
"Meskipun dia bocah tapi dia kuat sekali!!" Ucap Leonidas.
"Dia telah mengalahkan 'sang raja iblis pelahap' jadi kita tak boleh meremehkannya..." ucap Mogura yang pernah juga dihabisi oleh Arashi.
Ketujuh raja iblis itu mengangkat senjata senjatanya masing-masing, "Baiklah, kawan-kawanku!! Mari kerahkan seluruh kemampuan kita untuk menghabisi bocah ini..." ucap 'sang raja iblis es'
"Ya, kami mengerti!!" Ucap semuanya serentak.
Arashi berdiri tegak dan nampak tenang meski para lawannya tengah mempersiapkan strategi.
Leonidas berlari ke arah Arashi dengan Karma dan Excel berada tepat dibelakangnya.
'Sang raja iblis gempa' itupun menggenggam erat sebilah pedangnya yang bagian ujungnya sudah terlapisi kemampuan gempa, "HIIIAAA...!!!!!" Iapun menusuk dengan kemampuan penghancur segalanya berada diujung mata pedang itu.
Arashi mempertajamkan insting dan merasakan serangan kali ini dari Leonidas berbeda sehingga ia lebih waspada.
Dari ujung mata pedang Leonidas melesat sebuah bola penghancur yang melenyapkan segala apa yang ada dihadapannya.
"WUUSS...!!!" Serangan itupun bergerak sangat cepat.
Arashi melapisi kaki kanannya dengan berlian lalu memfokuskan energi pada kaki kanannya itu dan menendang serangan yang mengarah padanya dari bawah supaya mengarah atas, "HIIAA...!!!!"
"Jbbllast...!!!"
"Apa!!!" Arashi terkejut ketika serangan itu mampu menghancurkan lapisan berlian dikakinya.
Kaki kanan Arashi hancur akan tetapi serangan itu berhasil dilesatkan ke angkasa, ia tetap waspada karena giliran 'sang raja iblis petir' dan 'sang raja iblis es' yang menyerang secara langsung.
Karma menebas dari arah samping dengan pedang yang tercipta dari elemen petir, "Cthing!!!!" Arashi menahan dengan lengan kirinya yang terlapisi kristal sehingga kilatan-kilatan petir menyebar ke segala arah.
Iapun terdorong dari tempatnya berpijak semula akan tetapi tetap baik-baik saja.
Excel melompat dan melesatkan tusukan dengan tombak yang tercipta dari elemen es, "HIIAA..."
Arashi berniat menghindar akan tetapi mendadak ia tak dapat bergerak bahkan kakinya amblas ke dalam tanah, "Cih..." iapun tahu bahwa penyebab ia tak dapat bergerak karena ulah 'sang raja iblis bumi'
Arashi segera melapisi kedua lengannya dengan besi lalu menyilangkan kedua lengannya itu untuk menahan serangan 'sang raja iblis es'
"Cthing!!!!!" Arashi berhasil menahan serangan itu akan tetapi ia secara perlahan membeku.
"Sialan!!!" Iapun berusaha membebaskan diri dengan meledakan elemen api akan tetapi mendadak ia tak bisa melakukannya, "Bagaimana mungkin?"
Excel tersenyum menyeringai, "Es yang ku gunakan kali ini berbeda dan sangat spesial sehingga bahkan untuk kau yang merupakan naga api sekalipun tak akan dapat membebaskan diri...."
Arashi terjebak dalam balokan es lalu dilain sisi Mogura telah menciptakan ribuan lengan dan disemua telapak tangannya itu telah muncul cero-cero berukuran sebesar genggaman tangan.
Venom dan Eden juga melakukan hal yang sama, keduanya menciptakan cero berukuran sangat besar.
"HIIAA...!!"
"WUUSS...!!" Ketiga raja iblis itupun menembakan dua cero berukuran besar dan menembakan ribuan cero seukuran genggaman tangan.
"DHHUUAARR...!! DHHUUAARR...!!" Arashi dihujani oleh cero dan tercipta ledakan-ledakan secara bersautan.
"Mari kita lihat seberapa kuat daya tahannya?" Ucap Leonidas yang memfokuskan energi gempa pada kepalan tangan kanan dan memukul ke depan.
"KRAK!! KRAK!!" Atmosfer memadat dan tercipta retakan-retakan diudara lalu melesatlah gelombang penghancur segalanya ke arah ledakan-ledakan itu.
Dalam sekali serangan saja semua api ledakan tersapu oleh gelombang penghancur segalanya.
"Apa kita berhasil?" Tanya 'sang raja iblis petir'
"Entahlah, kalau serangan seperti itu mengenai diriku ku yakin aku sudah hancur lebur..." jawab 'sang raja iblis es'
Api ledakan sudah sepenuhnya menghilang dan menyisahkan kepulan-kepulan asap dibeberapa tempat.
Lalu dihamparan tanah yang semuanya telah hancur itu Arashi perlahan bangkit dan keberadaannya yang masih hidup itu membuat semua raja iblis terkejut.
"Hah..." Arashi menghembuskan nafas secara perlahan dan ia yang terluka perlahan menyembuhkan diri dengan elemen darah spesial milik Yuza, "Melawan 7 raja iblis sekaligus memang sangat merepotkan dan ku yakin aku tak bisa mengalahkan mereka semua sekaligus..."
Secara mendadak seorang gadis kecil yang memiliki rambut merah panjang jatuh didekat Arashi.
"Eeehh...!!" Arashi terkejut.
"Aduh, kepalaku sakit!!" Ucapnya dengan mengusap kepalanya yang benjol.
Anak kecil itu adalah perwujudan dari pedang yang ditempa Arashi di Lembah Penempa Pedang.
"Yugiri, bagaimana mungkin kau bisa ada ditempat ini?"
"Eeeeeemmmm..." gadis kecil itu berfikir dan terlihat lama sekali dalam menjawab, "Eeeeeemmmm... tidak tau papa..."
"Hadeh..." Arashi terlihat malas menanggapi anak kecil, "Karena kau sudah berada disini dan aku sangat kesulitan menghadapi 7 raja iblis sekaligus jadi bisakah kau membantuku, anakku, Yugiri?"
"Emm..." gadis kecil bernama Yugiri itu langsung saja mengangguk, "Aku memang kemari untuk membantu papa!!"
Arashi tersenyum lebar, "Yosh!! Mari tunjukan kemampuan kita berdua pada mereka...!!"
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1069 : Pedang Serba Guna
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****