Kosuke Arashi 2

Kosuke Arashi 2
Chapter 1050 : Salah Satu Senjata Terkuat!!


Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.


Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'


Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.


Selamat membaca!!


*****


Mereka semua mengelilingi anak gadis kecil yang tercipta dari berbagai elemen milik Arashi.


"Dia manis..." ucap Yui yang menutupi gadis kecil yang telanjang bulat itu dengan kain, "Ya, jika dihitung sama seperti anak pada umumnya maka sepertinya umur dari anak ini sama dengan umur Yuuki dan yang lainnya..."


"Tuan Kaizo, bagaimana anda menjelaskannya?" Tanya Ryusuke.


"Aku tak mengerti tapi prinsip dari penciptaan pedang tempat ini adalah menggunakan energi dan pedang akan tercipta sesuai dengan keinginan si pembuat pedang..." jelas Tuan Kaizo.


Ryusuke menjadi serius, "Kalau begitu pada dasarnya anak ini adalah sebuah pedang dengan multi elemen hanya saja wujudnya spesial..."


Arashi menjadi shock dan membayangkan harus mengasuh satu anak lagi yang merepotkan, "Duh, aku pusing!! Aku sudah punya Yuuki, Yuuka, Yuzuru dan Isla jadi bagaimana jika anak ini ku buang saja...!!!"


"Woiy!!!!!" Teriak semuanya yang kesal pada ucapan Arashi itu.


"Maaf, maaf, aku hanya bercanda..." ucap Arashi dengan entengnya padahal dalam hati ia berkata lain, "Sialan, mereka tak tau betapa merepotkannya mengasuh beberapa anak kecil..."


Ryusuke berkata, "Dia memang hanya anak kecil akan tetapi penciptaannya dari berbagai elemen dan hal itu sangat spesial jadi ku yakin nantinya ia akan sangat berguna dalam perang nanti..."


"Emm... aku tau itu!!" Jawab Yui dengan tersenyum senang dan iapun membopong gadis kecil itu, "Lalu sekarang apa yang akan kita lakukan?"


"Kita memang terburu-buru akan tetapi lebih baik kita menunggu gadis kecil itu bangun dan kita bisa melihat segala potensi yang dimilikinya dahulu sebelum digunakan dalam medan perang..."


"Aku setuju..." ucap Arashi.


"Kurasa ide itu tak buruk juga..." sahut Yui yang juga setuju.


Ya, setelah diputuskan mereka bertiga menuju rumah sang pemimpin desa yaitu rumah Tuan Kaizo.


Disana mereka disediakan tempat khusus sebagai tamu terhormat dan mereka berada dilantai dua rumah Tuan Kaizo.


"Yah, kalian bisa menggunakan ruangan ini sesuka hati dan makanan akan segera dikirimkan pada kalian bila sudah siap..." ucap Tuan Kaizo.


"Hehehe... maaf merepotkan dan juga terima kasih banyak..." ucap Yui.


"Hahahaha... tak masalah buatku!! Dan juga Tuan Ryusuke ada sesuatu yang ingin ku bicarakan dengan anda..."


"Aku?"


"Ya..." ucap Tuan Kaizo dan mereka berdua keluar ruangan meninggalkan Arashi dan Yui.


Yui membaringkan gadis kecil yang tercipta dari berbagai elemen itu pada tempat tidur, "Dia manis sekali!! Dia mirip sekali karena memiliki warna rambut merah sama sepertimu..."


"Hey, jangan membuatku takut seperti itu!! Kau berkata seolah-olah dia adalah anakku padahal jelas saja aku belum menikah..." protes Arashi.


"Hehehe... maaf, aku hanya bercanda!!"


"Candaanmu tak lucu!! Jelas-jelas bocah ini tercipta dari elemen darah spesial milik Yuza jadi seharusnya dia ibunya dong..."


Yui agak kesal karena Arashi terus saja menggerutu, "Arashi, aku jadi marah padamu!! Setiap anak yang terlahir didunia ini tak memiliki kejahatan apapun meski ia lahir secara sengaja atau tak sengaja..."


"Entah kau menerimanya atau tidak tapi jangan terus menerus menyalahkan anak ini..." ucapnya dengan ekspresi serius.


"Hah..." Arashi menghembuskan nafas panjang dan merasa bersalah, "Ya, aku mungkin harus minta maaf pada bocah ini nanti begitu ia bangun..."


"Yap, dan hal itu memang harus..." ucap Yui.


"Emm... ngomong-ngomong kenapa penduduk Lembah Penempa Pedang ini bisa sangat baik pada kalian berdua?"


"Ceritanya agak panjang dan awalnya penduduk tempat ini menganggap kami sebagai musuh dan kami hampir bertarung habis-habisan..."


"Lalu bagaimana bisa mereka jadi sangat baik?" Tanya Arashi yang penasaran.


"Tanpa sengaja aku membentuk pedangku sendiri ditempat ini..." ucap Yui dengan mengambil sebilah pedang yang ada dipinggangnya.


"Hmm... bukannya kau jarang sekali menggunakannya, Yui?"


"Owh..." Arashi hanya mengangguk meski tak begitu paham.


"Para penduduk ditempat ini menganggap pedangku merupakan sebuah senjata pembawa kebaikan sehingga mereka semua menghormatinya..."


"Hmm... begitu, ya?" Arashi sekarang paham, "Lalu dari yang ku dengar pedangmu itu sangat berjasa dalam perang melawan para dewa?"


"Benar, pedangku telah mengalahkan atau tepatnya mengirim Sang Dewa Agung Dewa Kematian..."


Arashi terkejut, "Dewa Kematian!!!! Bukankah dia setara dengan Naga Emas Legendaris?"


Yui mengangguk.


"Cih, aku tak bisa membayangkan bila Dewa Kematian kala itu turun ke medan perang!! Jika kau tak menghentikannya ku yakin kita semua akan mati..."


"Hehehe... jangan terlalu memujiku" ucap Yui yang merasa malu.


"Duh, mendadak aku kebelet ingin ke toilet..."


"Pergilah!! Aku akan menunggu gadis ini hingga ia bangun..." ucap Yui.


Arashi keluar ruangan, "Aku tak akan lama..."


"Terserah..."


*****


Sementara itu.


Ryusuke dibelakang punggung Tuan Kaizo dan mengikutinya, "Mau kemana kita?"


Tuan Kaizo melirik ke belakang, "Kita menuju ruang bawah tanah..." ucapnya dengan membuka sebuah pintu dan begitu pintu terbuka terlihat tangga menuju ke bawah.


"Memangnya apa yang ingin kau tunjukan padaku disana?"


"Kau tak perlu khawatir dan ikuti saja aku..." ucap Tuan Kaizo dan iapun melangkahkan kaki perlahan karena tangga menuju ke bawah sangat licin sebab hijau penuh lumut.


Ryusuke terdiam dan iapun mengikuti Tuan Kaizo dengan hati-hati.


Lalu diruang bawah tanah ada sebuah lorong, mereka berjalan lagi dan tak butuh waktu lama keduanya sampai di depan sebuah pintu yang sepertinya lama tak terbuka dan disegel menggunakan sihir.


Ryusuke menatap tajam, "Apa yang ada dibalik pintu itu?"


Tuan Kaizo meletakan telapak tangan pada pintu itu dan secara perlahan segel yang ada disana menghilang, "Kau akan berperang dan dibalik pintu ini ada sebuah senjata yang sangat hebat..."


"Jujur saja, aku tak butuh senjata lagi!!"


Tuan Kaizo menyeringai, "Kau akan membutuhkannya!! Jika Raja Pedang adalah senjata yang digunakan untuk penaklukan dan Cahaya Surga merupakan senjata pemusnah masal maka senjata yang ada dibalik pintu ini adalah senjata yang memiliki pertahanan mutlak..."


"Ditempat ini disembunyikan salah satu dari tiga senjata terkuat yang dimana Kekaisaran Dewa bahkan tak mengetahuinya..."


"Ya, senjata ini bernama 'Perisai Harapan'..."


Pintupun terbuka dan Ryusuke seketika terbelalak ketika melihat apa yang ada didalamnya, "Inikah 'Perisai Harapan' itu?"


"Ya..." jawab Tuan Kaizo tanpa ragu.


Ruangan bawah tanah itupun ternyata sangat besar dan 'Perisai Harapan' berbentuk sebuah kubus raksasa dengan warna hitam pekat karena terbentuk dari kegelapan murni.


Salah satu dari tiga senjata terkuat telah muncul!!


Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1051 : Menuju Daerah Selatan


******


Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini


Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.


Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi


Trima kasih atas perhatiannya.


*****