
Sebelum membaca karya ini author minta tolong untuk pada kalian untuk 'like' ataupun 'vote' agar meningkatkan ringking cerita ini.
Ya, selamat membaca karya ini dan author ucapkan terima kasih pada pembaca setia 'Kosuke Arashi'
Hanya itu pesan dari author sekian dan terima kasih.
Selamat membaca!!
*****
Arashi yang melihat proses penciptaan pedang milik Ryusuke menjadi sangat kagum, "WOOW...!! Keren sekali!!!!" dengan mata berbinar- binar.
Setelah selesai menciptakan pedangnya secara perlahan Ryusuke turun dari altar dan iapun menyarungkan pedang barunya, "Aku telah selesai..."
"Pedang dua elemen, ya?" Gumam Tuan Kaizo dengan suara pelan.
Yui berkata, "Hey, Arashi!! Sekarang giliranmu..."
"Yap, tapi sebelum itu aku ingin bertanya..." ucap Arashi.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Ucap Tuan Kaizo.
"Pedang milik Ryusuke merupakan pedang dua elemen jadi jika kita mencampur beberapa elemen menjadi satu apakah pedangnya juga tetap bisa terbentuk?"
Tuan Kaizo tersenyum, "Kau terlalu meremehkan Lembah Penempa Pedang!! Aku memang belum tau secara pasti akan tetapi sebanyak apapun elemen yang kau miliki pedangnya tetap akan terbentuk..." ucapnya dengan sombong dan iapun bergumam dalam hati, "Halah, paling elemen yang dimilikinya hanya 3 jenis..."
Arashi menjadi sangat bersemangat dan berteriak dengan lantang, "Yosh!!! Kalau begitu akan ku buat pedang terhebat yang pernah ada!!! Sebuah pedang yang nantinya akan melampaui Raja Pedang dan Pedang Pembelah Benua!!!!" Ia yang tak sabaran segera berlari pada tangga menuju ke atas altar.
Disana Arashi yang terlalu bersemangat bergumam dalam hati, "Aku telah mengetahui prinsip dari pembuatan senjata ditempat ini!!"
"Ya, kita hanya perlu melemparkan energi yang kita miliki ke udara lalu kegelapan spesial ditempat ini akan membungkus energi kita dan memadatkannya sesuai keinginan kita...!!!" Ia yang bersemangat memasang kuda-kuda, "HIIAA...!!!!" Arashi meledakan tekanan energi kuat.
"Mode : Six Element" Arashi menggunakan wujud elemen yang dimana dipunggungnya melayang bola-bola elemen dari 6.
"Apa!!!!!" Sontak Tuan Kaizo dan penduduk tempat itu terkejut saat mengetahui Arashi mempunyai banyak elemen.
Mereka terkejut karena baru pertama kali melihat ada orang dengan banyak elemen.
"Akan ku ciptakan pedang terhebatku!!!" Teriak Arashi dan iapun melemparkan bola-bola elemen miliknya.
Elemen-elemen itu adalah api, air, besi, kristal, petir, es, salju, lava dan masih banyak lagi.
Tuan Kaizo yang melihat Arashi menjadi sangat panik, "Jangan lakukan itu!!!!!" Teriaknya.
Tetapi Arashi yang terlanjur bersemangat tak mendengarkan teriakan Tuan Kaizo, "Baiklah, akan ku sempurnakan dengan elemen darah spesial..." iapun menggigit ibu jarinya lalu setetes darah melayang ke udara.
"DHHUUAARR...!!!" Ledakan penuh warna terjadi di udara akibat banyak elemen saling bercampur.
Arashi tersenyum puas membayangkan pedang hebat seperti apa yang akan terbentuk tetapi Tuan Kaizo segera berlari ke atas dan berteriak, "Dasar bodoh!!!!"
"Hah??" Arashi tak mengerti, "Apa yang kau katakan?"
Tuan Kaizo berlari mendekat dan langsung memukul kepala Arashi, "Tyeng!!"
Kepala Arashi langsung benjol, "Aduh, kenapa kau memukulku?" Ucap Arashi dengan memegangi benjolan dikepalanya.
"Dasar bodoh!! Apa yang kau pikirkan? Mengapa kau mencampur berbagai elemen menjadi satu!! Apa kau tau hal buruk apa yang akan terjadi?" Bentak Tuan Kaizo.
"Ya, mana ku tahu!!!!" Arashi membela diri, "Bukankah sebelumnya kau bilang padaku bahwa tak masalah jika aku membentuk pedang dari berbagai elemen?"
"Ya, tapi ku kira kau hanya punya 3 jenis elemen!! Dan sekarang kita tak tau hal buruk apa yang akan terjadi!!!"
Arashi masih tetap membela diri, "Kau membohongiku jadi bila ada hal buruk yang terjadi aku tak mau tanggung jawab..."
"Hah??" Tuan Kaizo makin jengkel, "Dasar bocah gemblung!!" Teriaknya dengan mencekik leher Arashi.
Di altar keduanya bertengkar hebat sementara itu para penduduk dan Yui lalu Ryusuke terheran-heran pada sikap kekanak-kanakan dari keduanya, "Apa yang mereka lakukan?" Pikir mereka semua.
Di langit ledakan dari elemen yang dilemparkan Arashi perlahan menyusut lalu terbungkus oleh kegelapan dan memadat.
"Eeehh...!!" Arashi yang lehernya dicekik oleh Tuan Kaizo menjadi sangat heran karena semuanya berjalan tak sesuai dengan apa yang dibayangkannya, "Apa yang tengah terjadi?"
"Mana ku tahu!!!" Bentak Tuan Kaizo.
"Aku tak bertanya padamu, pak tua sialan!!" Arashi balas membentak dan ia juga balas mencekik.
Keduanya saling mencekik lalu terjatuh dari altar dan berguling-guling ke bawah pada tangga.
Dilangit ledakan yang perlahan menyusu dan memadat mewujudkan hal yang sangat aneh yaitu elemen darah spesial milik Shinomiya Yuza menggumpal lalu membentuk daging.
Gumpalan daging itupun perlahan berubah menjadi janin lalu secara bertahap tumbuh terus menerus hingga berubah menjadi seorang anak kecil.
"Eeeeehhhh...!!!!" Yui, Ryusuke dan para penduduk terkejut saat melihat kejadian itu akan tetapi Arashi dan Tuan Kaizo masih sibuk cekik mencekik.
"Tak bisakah kalian berhenti? Lihatlah ke langit karena hal yang sangat mengejutkan tengah terjadi!!" Ucap Ryusuke.
Arashi dan Tuan Kaizo berhenti bertengkar lalu langsung berdiri tegak, "Eeeehhh...!!! Apa yang sedang terjadi?" Sontak Arashi terkejut ketika elemen-elemen yang ia lemparkan perlahan membentuk tubuh seorang anak.
"Awalnya hanya setetes darah lalu menggumpal dan terus tumbuh!! Ya, prosesnya sama persis seperti kandungan wanita pada umumnya..." jelas Yui yang merupakan ahli medis, iapun tau betul perkembangan janin dalam tubuh.
Arashi yang shock bertanya pada Tuan Kaizo, "Hey, pak tua!! Sebenarnya apa yang tengah terjadi!!!! Mengapa elemen yang seharusnya berubah menjadi pedang sekarang seperti itu?"
Tuan Kaizo menatap ke atas dan memperhatikan dengan seksama, "Semenjak aku berada disini kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi!!!"
"Apa maksudmu?"
"Hanya orang bodoh yang menciptakan pedang dengan darah..."
Arashi marah, "Bukankah kau bilang ditempat ini kita bisa menciptakan pedang dari energi yang kita miliki?"
"Tapi bukan dari darah!!!" Bentak Tuan Kaizo.
Anak yang terbentuk dari elemen-elemen itu melayang diudara lalu begitu proses penciptaannya selesai iapun perlahan turun.
Arashi dan yang lainnya termasuk para penduduk segera naik ke altar untuk memeriksanya.
Ya, anak tersebut merupakan perempuan yang cantik karena memiliki rambut merah dan kulit putih, ia dalam kondisi tertidur.
Mereka semua mengelilingi anak gadis kecil itu.
"Dia manis..." ucap Yui yang menutupi gadis kecil yang telanjang bulat itu dengan kain, "Ya, jika dihitung sama seperti anak pada umumnya maka sepertinya umur dari anak ini sama dengan umur Yuuki dan yang lainnya..."
"Tuan Kaizo, bagaimana anda menjelaskannya?" Tanya Ryusuke.
"Aku tak mengerti tapi prinsip dari penciptaan pedang tempat ini adalah menggunakan energi dan pedang akan tercipta sesuai dengan keinginan si pembuat pedang..." jelas Tuan Kaizo.
Ryusuke menjadi serius, "Kalau begitu pada dasarnya anak ini adalah sebuah pedang dengan multi elemen hanya saja wujudnya spesial..."
Arashi menjadi shock dan membayangkan harus mengasuh satu anak lagi yang merepotkan, "Duh, aku pusing!! Aku sudah punya Yuuki, Yuuka, Yuzuru dan Isla jadi bagaimana jika anak ini ku buang saja...!!!"
"Woiy!!!!!" Teriak semuanya yang kesal pada ucapan Arashi itu.
Bersambung Ke Kosuke Arashi Chapter 1050 : Salah Satu Senjata Terkuat!!
******
Pesan Author : kalau gak mau Vote gak papa sih tapi tolong like atau setidaknya komen meski hanya "lanjut" "next" "bagus" atau "up" yang penting bisa support karya ini
Yang intinya komenlah meski satu huruf dan bisa buat autor semangat.
Bukan niatnya maksa tapi author ingin tau aja siapa yang berkontribusi
Trima kasih atas perhatiannya.
*****